Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed) kembali menaikkan suku bunga 25 bps atau 0,25%, menjadi kisaran 4,75% hingga 5% dan menyatakan kehati-hatian krisis perbankan yang belum lama terjadi.
Kenaikan suku bunga yang tidak agresif ini menunjukkan bahwa puncak suku bunga mendekati titik akhir.
Seiring kenaikan kesembilan kali sejak Maret 2022, Komite Pasar Terbuka Federal (The Federal Open Market Committee/FOMC) menyatakan kenaikan suku bunga ke depan tidak pasti dan sangat bergantung pada data ekonomi yang masuk.
Baca juga : Gerak Cepat AS dan Swiss dalam Penanganan Kegagalan Bank
Untuk mendukung tujuan ini, Komite memutuskan untuk menaikkan kisaran target federal funds rate menjadi 4,75% hingga 5%.
"Komite terus akan memantau dengan informasi yang masuk dan menilai implikasinya terhadap kebijakan moneter," kata The Fed pascapertemuan FOMC, dikutip dari situs resmi Federal Reserve, Kamis (23/3).
Baca juga : Harga Emas Menguat Jelang Keputusan FOMC
Komite mengantisipasi bahwa beberapa kebijakan tambahan mungkin tepat untuk mencapai sikap kebijakan moneter yang ketat untuk mengembalikan inflasi menjadi 2% dalam jangka panjang.
Indikator terbaru menunjukkan pertumbuhan moderat dalam pengeluaran dan produksi. Tingkat pekerja telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, tingkat pengangguran tetap rendah, dan inflasi tetap tinggi.
The Fed yakin sistem perbankan AS sehat dan tangguh. Perkembangan terakhir cenderung menghasilkan kondisi kredit yang lebih ketat untuk rumah tangga dan bisnis dan membebani aktivitas ekonomi, perekrutan, dan inflasi.
"Luasnya efek ini tidak pasti. Komite tetap sangat memperhatikan risiko inflasi," kata The Fed.
Dalam menentukan tingkat kenaikan kisaran target di masa mendatang, Komite akan mempertimbangkan pengetatan kumulatif kebijakan moneter, perlambatan yang mempengaruhi kebijakan moneter terhadap aktivitas ekonomi dan inflasi, serta perkembangan ekonomi dan keuangan.
"Selain itu, Komite akan terus mengurangi kepemilikan atas sekuritas surat utang, serta sekuritas yang didukung hipotek, seperti yang dijelaskan dalam rencana yang diumumkan sebelumnya. Komite sangat berkomitmen untuk mengembalikan inflasi ke target 2 persennya," kata The Fed.
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pasca The Fed menaikan suku bunga 25 bps dan sampai akhir tahun hanya 2 kali menaikan suku bunga sebesar 50 bps, dan Inflasi Inggris naik menjadi 10,4 %, maka statistik harga emas yang awalnya akan turun, berubah menjadi naik kembali.
Sebelumnya dia memperkirakan harga emas dunia akan melemah di rentang US$ 1.903,10 hingga US$ 1.974,10 per troy ounce dalam perdagangan Kamis, (23/3). Sebab dalam perdagangan Rabu malam, (22/3) harga emas berada di level US$ 1.943,10 per troy ounce.
Harga emas turun tajam dari sesi sebelumnya karena intervensi pemerintah AS dan Eropa membantu meredakan kekhawatiran krisis sistem perbankan Amerika Serikat dan Eropa.
Pasar mulai memperkirakan kemungkinan yang lebih besar bahwa The Fed tetap melawan inflasi. Prospek kenaikan suku bunga menjadi pertanda buruk bagi aset berimbal hasil nol seperti emas. Maka kemungkinan harga emas turun dari level US$ 2.000 per troy ounce.
Pasar telah memperkirakan Bank Sentral AS akan menaikkan suku bunga sebesar 25 bps. Namun, prospek kebijakan moneter The Fed lebih berhati-hati di tengah meningkatnya tekanan ekonomi. Kegagalan tiga bank regional AS, sebagian besar disebabkan oleh kerentanan mereka terhadap kenaikan suku bunga.
“Ketakutan akan krisis perbankan memicu kenaikan harga emas dan logam mulia selama seminggu terakhir,” kata Ibrahim. (Z-4)
Sinar Mas Land Expo 2026 hadir di Bekasi dengan promo besar: diskon hingga Rp100 juta, KPR mulai 1%, dan benefit hingga 35%. Cek detailnya di sini.
Federal Reserve resmi menahan suku bunga di level 3,5%-3,75%. Jerome Powell soroti dampak ketidakpastian perang terhadap inflasi dan tegaskan tak akan mundur.
Sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan BI-Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Maret 2026.
Prediksi harga emas Senin 23 Februari 2026 diperkirakan masih dalam tren positif. Simak faktor dolar AS, suku bunga, dan sentimen global yang memengaruhi pasar.
Inflasi Januari 2026 naik ke 3,55%. Bank Indonesia menahan BI Rate di 4,75% jelang Ramadan dan Idulfitri, seiring tekanan musiman dan nilai tukar rupiah.
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 42 poin ke Rp16.828 per dolar AS. Penguatan dolar dan naiknya probabilitas The Fed menahan suku bunga pada Maret 2026 menekan pergerakan rupiah.
IHSG ditutup melemah 2,16% ke 7.378,61 akibat rupiah tembus Rp17.300 per dolar AS dan kenaikan harga minyak global. Simak analisis lengkapnya.
Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75% dan memperkuat intervensi pasar demi menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global dan tekanan ekonomi dunia.
IHSG hari ini diperkirakan bergerak variatif seiring pelaku pasar yang masih bersikap wait and see terhadap arah kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia.
Sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) April 2026.
Rupiah hari ini menguat ke Rp17.168 per dolar AS berkat intervensi BI dan aksi profit taking di tengah tekanan geopolitik global. Cek analisisnya.
IHSG dibuka menguat pada perdagangan Senin pagi di Bursa Efek Indonesia, seiring sikap pelaku pasar yang masih menunggu arah kebijakan suku bunga dari Bank Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved