Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INFLASI yang diproyeksikan lebih tinggi dari target dinilai menjadi salah satu faktor pendorong keluarnya aliran modal asing (capital outflow) pekan lalu. Terlebih, pasar juga mempertimbangkan isu penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang hingga saat ini masih abu-abu.
"Dalam sepekan kemarin, market menunggu respons dari keputusan pemerintah dalam menaikkan harga BBM pertalite. Jika kebijakan ini jadi dijalankan, dikhawatirkan akan memicu inflasi ke level yang lebih tinggi," ujar ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet saat dihubungi, Minggu (28/8).
Kondisi itu dianggap menambah kekhawatiran pasar pada level inflasi Indonesia yang dalam dua bulan terakhir mengalami peningkatan. Berdasarkan historinya, penaikan harga BBM akan memicu lonjakan laju inflasi ke level yang cukup tinggi.
Investor, kata Yusuf, akan mempertimbangkan tingkat inflasi yang tinggi. Pasalnya, hal itu berpengaruh pada profit yang didapat oleh penanam modal di pasar keuangan. "Ini yang menjadikan dasar investor untuk sementara memindahkan dananya melihat situasi berikut dari kondisi perekonomian di dalam negeri," jelasnya.
Dia menambahkan, pergerakan di pasar keuangan sedianya tak dapat diprediksi. Soalnya, pasar tersebut amat dipengaruhi oleh momentum dan sentimen tertentu alias sensitif. Karena itu, Yusuf berpendapat di semester kedua tahun ini pasar keuangan Indonesia dapat dikatakan akan berada dalam situasi yang volatile (tidak pasti).
Di sisi lain, kebijakan Bank Indonesia yang menaikkan tingkat suku bunga acuan juga telah sedikit meredam kegelisahan investor. Dengan kata lain, penaikan suku bunga yang terukur dapat membuat pasar keuangan Tanah Air tetap menarik di mata penanam modal. "Penaikan suku bunga acuan bisa menjadi semacam peredam agar capital outflow yang terjadi tidak begitu besar dan selera investor untuk tetap bisa berada di market Indonesia juga bisa terjaga," pungkas Yusuf.
Diketahui sebelumnya, BI melaporkan terjadinya capital outflow pada periode 22-25 Agustus sebesar Rp5,28 triliun. Aliran modal asing keluar itu dari jual neto Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp6,90 triliun dan beli neto pasar saham sejumlah Rp1,62 triliun. "Dengan nonresident jual neto Rp124,42 triliun pasar SBN dan beli neto Rp64,57 triliun pasar modal indonesia," terang Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono. (OL-14)
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem menyatakan bahwa upaya pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Aceh membutuhkan dukungan besar dari pemerintah pusat.
Lebih lanjut, BI menilai dampak kenaikan harga komoditas global terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi domestik masih terkendali.
Sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) April 2026.
INFLASI yang terjaga dalam rentang toleransi dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.
Kebijakan mempertahankan subsidi merupakan bukti nyata keberpihakan pemerintah kepada rakyat.
Lonjakan harga minyak global hingga US$100 per barel tekan APBN Indonesia. Pakar soroti dilema subsidi, inflasi, dan potensi perlambatan ekonomi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved