Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DENGAN inflasi yang meningkat tajam dan Federal Reserve menaikkan suku bunga, Amerika Serikat menghadapi peningkatan risiko penurunan ekonomi. Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengatakan itu pada Jumat (24/6).
Namun, katanya, setiap rasa sakit sementara yang disebabkan oleh resesi akan menjadi harga yang harus dibayar untuk mengalahkan inflasi yang merusak. Pemberi pinjaman krisis yang berbasis di Washington itu kembali memangkas perkiraan pertumbuhan AS menjadi 2,9% dari perkiraan 3,7% pada April yang diprediksi pada awal tahun.
Ekonomi terbesar dunia itu mengalami kebangkitan kuat dari penurunan pandemi. Namun, kata Georgieva, itu datang dengan efek samping yang tidak diinginkan berupa kenaikan harga.
IMF yakin penaikan suku bunga Fed akan menurunkan inflasi. "Kami sadar bahwa ada jalan yang menyempit untuk menghindari resesi," katanya dalam suatu pernyataan.
The Fed pekan lalu menerapkan penaikan terbesar dalam suku bunga acuan pinjaman dalam hampir 30 tahun. Ini menjadi bagian dari upaya agresif untuk memadamkan inflasi yang berada pada empat dekade tertinggi dan menekan keluarga Amerika berjuang dengan kenaikan harga bensin, makanan, dan perumahan.
Ekonomi AS sudah melihat permintaan yang kuat berbenturan dengan gangguan pasokan karena penguncian pandemi di Tiongkok dan tempat lain. Rusia menginvasi Ukraina pun meningkatkan tekanan inflasi.
Untuk 2023, pertumbuhan diperkirakan melambat menjadi 1,7%. Menurut tinjauan tahunan ekonomi AS yang dikenal sebagai konsultasi Pasal IV, ini sulit menghindari resesi.
Kepala IMF mengatakan pertempuran melawan inflasi harus menjadi prioritas utama meskipun dampak perlambatan AS terjadi terhadap ekonomi global. "Kesuksesan dari waktu ke waktu akan bermanfaat bagi pertumbuhan global, tetapi rasa sakit untuk mencapai kesuksesan itu bisa menjadi harga yang harus dibayar," katanya dalam menanggapi pertanyaan dari AFP.
Georgieva bertemu dengan Menteri Keuangan AS Janet Yellen, Gubernur The Fed Jerome Powell, dan para pejabat tidak meragukan komitmen mereka untuk menurunkan inflasi.
Baca juga: Israel akan Boyong Pekerja Konstruksi dan Perawat Maroko
Nigel Chalk, wakil kepala divisi Western Hemisphere IMF, mengatakan setiap resesi AS kemungkinan berumur pendek. Alasannya, persediaan tabungan dan neraca bisnis dan rumah tangga yang kuat serta pasar tenaga kerja yang kuat.
"Semua itu akan membantu mendukung perekonomian," katanya. "Jadi jika terkena tekanan negatif, itu akan berlalu relatif cepat dan pemulihannya relatif cepat setelahnya." (OL-14)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Pemerintahan Trump mengusulkan Visa Kartu Emas US$5 juta dan tarif untuk tekan utang AS senilai US$39 triliun. Simak analisis kelayakan dan dampaknya.
PERANG AS-Israel melawan Iran telah membuka aib rezim Donald Trump yang sesungguhnya.
Gedung Putih telah menyetujui setiap pertemuan antara Raja Charles III dan Trump akan berlangsung tanpa kamera, demikian dilaporkan surat kabar tersebut pada Senin (27/4).
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
Presiden AS Donald Trump merespons insiden penyerangan di Washington Hilton. Ia membantah isi manifesto pelaku dan meminta acara segera dijadwalkan ulang.
MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat tetap tenang dalam menyikapi isu potensi resesi ekonomi.
Angka tersebut merupakan salah satu yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir dan menandakan sektor manufaktur berada dalam fase ekspansi
CHIEF Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menilai risiko Indonesia mengalami resesi dalam waktu dekat amat kecil karena ditopang oleh kekuatan domestik.
KEPALA Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef M. Rizal Taufiqurrahman menilai pemerintah gagal mengoptimalkan ruang fiskal di tengah perlambatan ekonomi dan meningkatkan risiko resesi.
Indonesia dihantui resesi karena pertumbuhan ekonomi yang mengkhawatirkan. Pada triwulan pertama 2025, pertumbuhan ekonomi nasional hanya 4,87%, terendah sejak triwulan ketiga 2021.
Pengamat meminta pemerintah untuk segera mengambil langkah antisipatif untuk mencegah resesi, mengingat perkembangan secara triwulanan (q to q) juga tercatat minus 0,98%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved