Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memulai road test atau uji jalan kendaraan berbahan baku biodiesel campuran minyak sawit 40% atau B40 pada bulan depan.
Penerapan program mandatori biodiesel B40 itu merupakan salah satu langkah pemerintah untuk mengurangi ketergantungan impor Indonesia terhadap bahan bakar minyak.
Baca juga: Ada Proyek MRT CP-203, Dishub Rekayasa Lalin di Tiga Jalan Ini
"Tahun lalu kami sudah menyelesaikan pengujian B40. Di awal Februari ini kami memulai kegiatan uji jalan atau road test pemanfaatan B40," jelas Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) ESDM Dadan Kusdiana dalam konferensi pers virtual, Senin (17/1).
Dia menerangkan, diperlukan waktu sekitar lima bulan dalam uji jalan kendaraan B40 ini. Beberapa pihak dari lembaga atau kementerian bakal ikut terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.
"Ada dari Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia), BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi), Kementerian Perindustrian, Aprobi (Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia), dan Pertamina, yang akan ikuti uji jalan ini," kata Dadan.
Pada tahun lalu, pemerintah diakuinya sudah merampungkan pengujian B40 dan menyiapkan rekomendasi yang diperlukan dalam pemanfaatan biodiesel pencampuran minyak sawit itu.
"Kami sudah mempunyai kira-kira spesifikasi apa yang diperlukan pemanfaatan biodiesel 40% itu. Pemanfaatan utama B40 harus diikuti peningkatan kualitas dan minyak solar," pungkasnya.
Sementara itu, program B30 atau program pemerintah untuk mewajibkan pencampuran 30% biodiesel dengan 70% bahan bakar minyak jenis solar di 2021 mencapai 9,3 juta kiloliter, hampir mendekati target 9,4 juta kiloliter di tahun lalu.
"Secara capaian ini 99%. Sebetulnya angka ini lebih tinggi dari apa yang kami targetkan di awal 2021. Jadi terjadi penambahan dalam perjalanannya untuk pemanfaatan biodiesel," ucap Dadan. (Ins/A-3)
Tiongkok menjadi negara utama ekspor beberapa komoditas unggulan industri pengolahan seperti hasil olahan minyak kelapa sawit, hasil olahan nikel dan lainnya.
BPSĀ melaporkan nilai impor Indonesia Januari 2026 mencapai US$21,20 miliar, naik 18,21% yoy, didorong kenaikan impor migas dan non-migas terutama bahan baku dan barang modal.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan sejalan dengan usulan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang meminta agar rencana impor 105 ribu unit mobil pikap dan truk dari India ditunda
AS menetapkan tarif global 10 persen saat kesepakatan nol bea masuk RI untuk sawit hingga semikonduktor belum berlaku dan masih menunggu ratifikasi.
Kepala International Energy Agency, Fatih Birol, memperingatkan potensi kekurangan pasokan solar dan kerosin (minyak tanah) di Eropa dalam beberapa pekan ke depan
InkoppasĀ menegaskan kelangkaan plastik tidak menjadi isu utama yang mengganggu pasar rakyat saat ini, tetapi kenaikan biaya transportasi akibat isu kenaikan harga solar.
Saat ini pemerintah masih melakukan tahap uji coba atau road test untuk memastikan kesiapan teknis implementasi di lapangan, khususnya di sektor transportasi.
Isu kenaikan BBM kembali mencuat setelah beredar SK pembatasan pembelian Pertalite dan solar. BPH Migas minta publik tunggu keputusan resmi pemerintah.
MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan rencana penghentian impor solar secara bertahap membuat para importir ketar-ketir.
Pengurangan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dikhawatirkan berdampak pada sejumlah sektor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved