Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Dunia menilai pemerintah Indonesia perlu mendorong perbaikan ekosistem ketenagakerjaan nasional guna menyejahterakan masyarakat.
Hal itu dapat dilakukan melalui rereformasi ketenagakerjaan. Sebab, sejauh ini Indonesia tergolong apik dalam menciptakan lapangan pekerjaan.
Dari data Bank Dunia, tercatat sejak 2000 hingga 2019 pemerintah berhasil menciptakan sekitar 4 juta lapangan kerja. Penciptaan lapangan pekerja itu akan berdampak pula pada perekonomian dan mengerek pertumbuhan yang kuat.
Hanya, penciptaan lapangan kerja harus diarahkan pula pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pasalnya saat ini sekitar 40% tenaga kerja di Indonesia berada di bawah golongan kelas menengah.
"Ini masih relatif rendah untuk angkatan kerja dan ini memberikan tantangan ekstra," ujar ekonom utama Bank Dunia untuk Indonesia Habib Rab, Kamis (17/6).
Oleh karenanya, pemerintah harus bisa sesegera mungkin membantu masyarakat yang kehilangan pekerjaan karena pandemi untuk bisa mendapatkan pekerjaan. Pengambil kebijakan perlu mengatasi persoalan yang saat ini dihadapi oleh sebagian besar angkatan kerja muda di Tanah Air.
Lalu pemerintah juga dirasa perlu meningkatkan partisipasi kaum perempuan dalam ranah ketenagakerjaan.
Pasalnya Bank Dunia menilai, mayoritas perempuan di Indonesia ingin bekerja untuk memiliki penghasilan namun terkendala karena memiliki kewajiban utama di lingkup keluarga.
"Ini bukan karena di indonesia banyak polulasi perempuan, tapi lebih kepada potensinya besar sekali. Kita estimasikan indonesia bisa meningkatkan lapangan kerja itu sebesar 59% pada 2025, bisa ada peningkatan pertumbuhan signifikan dengan adanya partisipasi perempuan," urai Habib.
Dia menambahkan, persoalan ketenagakerjaan di Indonesia juga terletak pada produktivitas. Hal tersebut erat kaitannya dengan daya saing dan itu perlu untuk didorong oleh pemerintah.
Pasalnya selama ini lapangan kerja yang tersedia di Indonesia belum mengarah pada peningkatan kualitas tenaga kerja. Berbagai jenis usaha, hanya ingin menyerap tenaga kerja tanpa meningkatkan kualitas pekerjanya.
Padahal bila kualitas dan produktivitas pekerja meningkat, maka pemberi dan penerima kerja akan memiliki pendapatan yang lebih tinggi dibanding saat ini.
"Itu artinya kita bisa meningkatkan produktivitas merek industrinya dan mereka bisa mendapatkan pendapatan lebih tinggi. Reformasi produktivitas struktural ini bisa memutar balikkan tren (pelemahan) yang terjadi meski pun pandemi masih mengancam," kata Habib. (Mir/OL-09)
Gelombang protes terhadap pendanaan industri peternakan intensif menguat secara global, dengan aksi serentak yang menyasar lembaga keuangan internasional.
Revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 oleh World Bank menjadi 4,7% mencerminkan meningkatnya tekanan eksternal, khususnya akibat kenaikan harga energi global.
Pemangkasan proyeksi pertumbuhan oleh Bank Dunia perlu dibaca sebagai peringatan dini bahwa ekonomi Indonesia masih rentan.
Ekonom dari Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 masih berpeluang melampaui proyeksi Bank Dunia.
MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai pemangkasan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 oleh Bank Dunia hal yang wajar. Bank Dunia
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Bank Dunia melakukan "dosa besar" setelah memangkas proyeksi ekonomi Indonesia dari 4,8% menjadi 4,7% tahun ini.
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved