Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HINGGA akhir 2020, dana pemerintah daerah (pemda) yang masih mengendap di perbankan mencapai Rp94 triliun. Besaran dana itu lebih kecil dibandingkan periode November 2020, yakni Rp218,6 triliun.
“Akhir November, saya sampaikan jumlah akun atau simpanan pemda di perbankan masih Rp218,6 triliun. Akhir Desember, kondisinya sudah menurun menjadi Rp94 triliun,” jelas Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komite IV DPD RI, Selasa (19/1).
Ani, sapaan akrabnya, menyebut dana simpanan pemda menurun sejak awal Desember 2020. Hal itu mencerminkan adanya akselerasi belanja. Sehingga, titik terendah dana simpanan pemda di perbankan ialah pada Desember 2020.
Baca juga: Menaker Tunggu Arahan Soal Kelanjutan BSU Bagi Pekerja
Jumlah dana simpanan pemda sebesar Rp94 triliun itu mengalami penurunan 57%,atau Rp124,6 triliun dari posisi November 2020. Apabila dibandingkan dana simpanan pemda pada Desember 2019, terjadi penurunan hingga 7,4%, atau Rp7,6 triliun.
Dengan demikian, jumlah dana simpanan pemda di perbankan pada Januari 2021 hanya Rp94 triliun. Angka itu relatif lebih kecil dibandingkan dana simpanan pada 2020 dan 2019, yang melebihi Rp100 triliun.
Namun, Bendahara Negara tetap meminta pemda untuk mengakselerasi belanja guna mendorong pemulihan ekonomi daerah. “Memang ada Rp94 triliun sisa dari APBD yang tidak terbelanjakan dan kemudian mereka (pemda) akan mendapatkan transfer pada Januari dari pemerintah pusat. Kita mungkin perlu memikirkan agar dana ini bisa dipergunakan secara jauh lebih produktif,” pungkas Ani.
Lebih lanjut, dia menyampaikan realisasi pendapatan asli daerah (PAD) di 2020 sebesar Rp250,38 triliun. Angka itu hanya 22,06% dari target PAD sebesar Rp1.134,81 triliun. Sedangkan realisasi belanja daerah di 2020 mencapai Rp1.088,7 triliun, atau 100,94% dari yang ditargetkan.
Baca juga: Kebutuhan Bawang Putih Tahun Ini Capai 532 Ribu Ton
Menurutnya, belanja yang melampaui target di tengah pandemi covid-19 patut diapresiasi. Akan tetapi, akselerasi belanja perlu dipercepat dan tidak menunggu akhir tahun. “Belanja APBD cukup bagus. Ini diharapkan menopang dan mengurangi beban masyarakat akibat covid-19," imbuh mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia.
Ketua Komite IV DPD RI Sukiryanto berpendapat dana pemda yang mengendap di perbankan disebabkan beberapa faktor. Seperti, perencanaan pemda yang belum matang, hingga perubahan regulasi akibat pandemi yang menyebabkan pemda tidak berani mengeksekusi belanja.
“Lalu, belum meratanya kemampuan pemda untuk mengimplementasi rencana pemerintah pusat, untuk meningkatkan belanja infrastruktur daerah melalui manfaat creative financing. Seperti, penerbitan obligasi daerah, atau kerja sama pemda dengan badan usaha,” tutupnya.(OL-11)
Capaian tersebut masih dalam kategori normal karena pada awal tahun mayoritas perangkat daerah masih berada dalam tahap proses pengadaan barang dan jasa
Hingga 30 September 2025, realisasi belanja Kementerian/Lembaga (K/L) baru 62,8% dari target. Bahkan, ada tiga K/L besar yang serapannya masih di bawah 50%
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) menjanjikan penyerapan anggaran kementeriannya bisa mencapai 96% pada akhir tahun.
Serapan anggaran untuk belanja daerah oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di semester pertama 2025 baru sekitar 37%.
Peringatan keras ini disampaikan saat membuka kegiatan Laporan Realisasi Belanja Daerah dan Realisasi PAD Triwulan II Tahun 2025 di Kantor Balai Kota Makassar, Rabu (13/8).
SERAPAN anggaran akhir tahun 2023 yang mencapai 100,2% dari alokasi Perpres 75/2023 dinilai tidak menjamin mampu meningkatkan kualitas anggaran. Indikatornya adalah pertumbuhan ekonomi
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai mewacanakan untuk menjangkau wilayah hulu dengan melibatkan pemerintah daerah penyangga dalam pembasmian ikan invasi Sapu-sapu.
Apkasi memandang pentingnya membangun komunikasi yang hangat dan solutif antara daerah dan pusat guna memastikan kebijakan nasional selaras dengan realitas di lapangan.
Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi menyebut saat ini ada sekitar 60 proposal pembukaan kawasan transmigrasi baru yang diajukan pemerintah daerah.
Sedangkan per hari ini, Gubernur Kalimantan Selatan menegaskan tidak akan menerapkan WFH.
Dalam kurun waktu tersebut, imbuhnya, pemda terlihat masih gencar melakukan penambahan pegawai, baik PNS maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Meski begitu ia tetap mengapresiasi langkah pemerintah dalam upaya pengentasan TB. Namun program eliminasi TB harus dipantau agar implementasinya optimal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved