Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan belanja pemerintah dan konsumsi rumah tangga pada triwulan IV 2020 akan membaik seiring dengan pemulihan ekonomi yang terjadi. Belanja pemerintah diprediksi bakal tumbuh 5% karena adanya akselerasi realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di triwulan III.
“Seperti saya sampaikan, di triwulan III kita mengontribusi total belanja pemerintah 15,5% bahkan bisa sampai 18%. Nanti kita lihat angkanya yang tercatat di BPS untuk kontribusi konsumsi pemerintah,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (27/10).
“Sehingga itu meningkat tajam dari triwulan II yang waktu itu pemerintah masih dalam kontraksi karena ada perubahan-perubahan dan akselerasi belanja belum terjadi karena tiba-tiba mengalami WFH. Kita akan lihat sampai triwulan IV nanti tetap terjaga di sekitar 5% growth-nya tentu dengan asumsi bahwa seluruh momentum belanja dan eksekusi belanja PEN dan K/L tetap terjaga,” sambung dia.
Sedangkan pada konsumsi rumah tangga, Sri Mulyani memperkirakan pertumbuhannya akan merangkak naik mendekati angka 0%. Pertumbuhan itu terjadi karena adanya perbaikan sisi konsumsi masyarakat di sektor otomotif, makanan dan minuman serta didukung berbagai relaksasi dari penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di triwulan III.
Baca juga : Menkeu : Stabilitas Sistem Keuangan dalam Kondisi Normal
“Kita melihat untuk konsumsi diharapkan akan bisa meningkat sehingga bisa dekati 0% pada triwulan IV. Di triwulan III mungkin masih negatif, tapi lebih rendah dibandingkan triwulan II yang mencapai minus 5,5%,” jelas Sri Mulyani.
Dia melanjutkan, pada triwulan III 2020 pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan berada dalam rentang minus 1% hingga minus 2,9%. Sedangkan secara menyeluruh di 2020, ekonomi Indonesia diprediksi akan di kisaran minus 0,6% hingga minus 1,72%.
“Kami terus menjaga dan melihat semua indikator baik dari konsumsi, investasi, ekspor dan terutama kalau yang bisa dalam kontrol pemerintah adalah belanja pemerintah,” ujar Sri Mulyani.
Diketahui pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2020 tumbuh di ankga 2,97% dan anjlok di triwulan II 2020 yakni minus 5,32%. (OL-7)
Ekonom Indef menilai optimisme pemerintah soal fiskal perlu diimbangi konsolidasi konkret agar APBN tetap kuat menghadapi tekanan global jangka panjang.
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
Presiden menegaskan, besarnya nilai aset yang berhasil diselamatkan itu berpotensi memberikan dampak besar bagi pembangunan nasional.
Ibas juga menyoroti perlunya keseimbangan antara menjaga kesehatan postur APBN dan kewajiban negara dalam memberikan perlindungan sosial.
DPR mempertanyakan kekuatan APBN menghadapi lonjakan harga minyak dunia. Dolfie menyebut potensi tambahan subsidi bisa mencapai Rp204 triliun.
Ekonom CORE Yusuf Rendy Manilet ingatkan risiko APBN jika subsidi BBM bengkak. Pemerintah siapkan SAL Rp420 triliun sebagai bantalan fiskal hingga 2026.
Melalui PEN pemda, PT SMI berperan sebagai alat countercyclical pemerintah untuk menanggulangi dampak perubahan situasi ekonomi yang signifikan seperti pandemi covid-19.
Ketiga tersangka dugaan korupsi pembangunan ruas jalan itu yakni Kuasa Direktur CV Lembata Jaya berinisial LYL, Pejabat Pembuat Komitmen berinisial AP, dan konsultan pengawas, YM.
KPK menahan Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Muda Laode Gomberto. Dia merupakan tersangka kasus dugaan suap pengajuan dana pemulihan ekonomi nasional daerah (PEN) covid-19
Penyaluran sebesar Rp628,44 miliar ini dengan capaian 78,42 persen dari total dana desa untuk Kaltim yang sebesar Rp777,27 miliar.
Pelaku UMKMĀ dituntut untuk adaptif terhadap perkembangan zaman melalui inovasi dan kreasi digital.
Hasil pemeriksaan saksi, KPK mengungkapkan tersangka meminta suap agar bisa mencairkan dana PEN Kabupaten Muna.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved