Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
FORUM Komunikasi Doa Bangsa (FKDB) gencar menyosialisasikan teknologi pupuk batu bara untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Pupuk batu bara dinilai tepat karena dengan luasan sawah yang tetap dapat menghasilkan panen padi yang lebih tinggi.
Ketua Umum FKDB Ayep Zaki menyebutkan pupuk batu bara memiliki keunggulan yaitu untuk pembenahan tanah, meningkatkan produktivitas tanaman, dan ramah lingkungan. "Dengan menggunakan pupuk batu bara, produktivitas satu hektare dapat meningkat sampai lebih dari 30%," katanya.
Menurut Aa Zaki, biasa ia dipanggil, FKDB telah memproduksi pupuk batu bara yang diberi label Futura di pabrik yang berlokasi di Sentra Industri Cibatu, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Produksi pupuk berbahan batu bara itu sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat, terutama di daerah lumbung padi.
"Teknologi produksi pupuk batu bara ini satu-satunya di dunia dan dibutuhkan seluruh negara. Dengan pupuk batu bara, Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia," papar dia.
Pupuk berbahan baku batu bara merupakan fosil tumbuhan yang terawetkan dan punya kandungan unsur hara yang nyaris sempurna. Rincian unsur hara yakni nitrogen, kalium, posfat, hidrogen, fosfor, seng, kalsium, besi, dan lain-lain yang tak kurang dari 70 unsur makro dan mikro.
Pupuk batu bara sangat bermanfaat bagi tanaman padi, sayur, buah, maupun palawija. Dengan menggunakan pupuk batu bara akan meningkatkan produksi panen, baik dari segi kuantitas maupun kualitas.
Selain itu, pupuk batu bara mampu memperbaiki alih struktur tanah menjadi meningkat kesuburannya dari musim ke musim. Dengan meningkatnya produktivitas pertanian, otomatis pendapatan petani semakin meningkat.
Penggunaan pupuk organik batu bara, lanjut Zaki, lebih murah dibandingkan dengan pupuk kimia anorganik atau pupuk kimia buatan. Pupuk berbahan batu bara ini telah diuji coba pada 16 provinsi, mulai dari wilayah Indonesia bagian barat hingga bagian timur.
Hasil pengaplikasian pupuk batu bara dapat meningkatkan rata-rata produksi per hektare sebesar 43 persen. Bila rata-rata produksi per hektare petani kita sekitar 5,2 ton, dengan pengunaan pupuk batu bara bisa mencapai 7,4 ton.
Berkat keunggulannya, pupuk batu bara mendapatkan perhatian dari pemerintah dengan kedatangan Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional di pabrik, Juli 2020. Pada awal bulan ini, pabrik ini juga dikunjungi anggota DPR Komisi VIII F-PKB Maman Imanul Haq beserta jajaran.
Bahkan pupuk batu bara itu juga sudah mendapatkan hak paten dari United States Paten and Trademark Office (USPTO) untuk teknologi produksi pupuk berbahan dasar batu bara pada pertengahan Juni lalu. "Dengan telah dikeluarkannya hak paten tersebut, jelas akan memberikan dampak yang baik untuk pengembangan dunia pertanian, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pupuk domestik maupun mancanegara," ucap Aa Zaki.
Saat ini, pupuk batu bara sudah diproduksi dan dipasarkan ke seluruh wilayah Indonesia, khususnya Jawa sebagai wilayah lumbung padi nasional. FKDB juga akan membuka pabrik-pabrik pupuk batu bara di setiap provinsi di Pulau Jawa, Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua.
"Dengan demikian, kami berharap tidak ada lagi di negeri ini kekurangan pupuk, aktivitas pertanian tetap terjaga. Petani juga bisa mendapatkan harga pupuk dengan murah serta terjangkau. Produktivitas hasil pertanian membuat pendapatan petani juga meningkat," pungkas Aa Zaki. (OL-14)
Sekretaris Perusahaan, Yehezkiel Adiperwira, menyebut keseimbangan antara operasional dan target iklim menjadi fokus utama perusahaan saat ini.
Sudaryono menyebutkan bahwa sejumlah negara telah menjalin komunikasi dengan pemerintah Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pupuk mereka.
Pemerintah terus memperkuat cadangan pangan nasional sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi dampak fenomena El Nino yang dapat mengganggu produksi dan distribusi pangan.
Pupuk Indonesia bersama Petronas Chemicals Group Berhad dan Brunei Fertilizer Industries resmi membentuk asosiasi produsen pupuk Asia Tenggara bernama SEAFA.
Harga pupuk jenis Urea non-subsidi kini bertengger di angka Rp450.000 per sak, naik dari harga sebelumnya Rp400.000. Tidak hanya itu, pupuk KCL turut merangkak naik ke Rp430.000 per sak.
Komitmen memperkuat efisiensi industri dan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) mengantarkan PT Pupuk Indonesia (Persero) meraih sejumlah penghargaan.
Anggota Komisi XI DPR Amin Ak peringatkan potensi kebocoran ekspor batu bara US$20 miliar akibat mis-invoicing yang rugikan APBN hingga Rp85 triliun.
NEXT Indonesia Center menyampaikan hasil riset dugaan praktik misinvoicing atau selisih pencatatan kepabeanan dalam kegiatan ekspor batu bara.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan harga batu bara acuan (HBA) periode kedua April 2026 naik.
DPR dorong penggunaan rupiah dalam transaksi pembelian batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik nasional melalui skema Domestic Market Obligation (DMO).
Pemerintah Jepang memutuskan tidak memberlakukan pembatasan terhadap pembangkit listrik tenaga batu bara yang kurang efisien pada 2026.
Harga batu bara acuan periode I April 2026 turun ke 99,87 dolar AS per ton (Rp1,69 juta). Tekanan pasar global berlanjut, meski ESDM membuka opsi relaksasi produksi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved