DPR: Transaksi Batu Bara DMO harus Gunakan Rupiah demi Tekan Risiko Fiskal

Andhika Prasetyo
23/4/2026 06:34
DPR: Transaksi Batu Bara DMO harus Gunakan Rupiah demi Tekan Risiko Fiskal
ilustrasi(Antara)

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Komisi XII, Rokhmat Ardiyan, mendorong penggunaan rupiah dalam transaksi pembelian batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik nasional melalui skema Domestic Market Obligation (DMO). Menurutnya, langkah ini penting untuk menekan risiko fiskal akibat fluktuasi nilai tukar dan harga energi global yang selama ini memengaruhi biaya pembangkitan listrik.

“Saya mendukung agar transaksi-transaksi menggunakan rupiah, terutama pembelian batu bara tersebut, sehingga tidak mengalami kerugian negara yang cukup besar,” ujarnya di Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan bahwa batu bara yang dimaksud merupakan pasokan DMO yang dialokasikan khusus untuk kebutuhan pembangkit listrik dalam negeri. Saat ini, transaksi pembelian batu bara domestik masih mengacu pada harga sekitar 70 dolar AS per ton. Dalam kondisi kebutuhan volume yang besar, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berpotensi meningkatkan beban keuangan. Oleh karena itu, penggunaan rupiah dinilai dapat memberikan kepastian biaya sekaligus mengurangi eksposur terhadap volatilitas kurs.

“Karena transaksi dilakukan di dalam negeri, penggunaan rupiah dinilai lebih efisien dan logis dibandingkan menggunakan mata uang asing,” kata anggota Badan Anggaran DPR tersebut.

Selain itu, Rokhmat juga mendukung arahan Prabowo Subianto terkait pengurangan penggunaan pembangkit listrik berbahan bakar diesel. Ia menilai pembangkit diesel memiliki biaya produksi tinggi dan masih bergantung pada bahan bakar impor. Menurutnya, kebijakan penggunaan rupiah dalam transaksi batu bara DMO serta pengurangan pembangkit diesel merupakan langkah strategis yang saling melengkapi dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

“Kebijakan tersebut tidak hanya mengurangi risiko keuangan, tetapi juga mendukung transisi energi yang lebih efisien dan berkelanjutan,” tandasnya. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya