Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKITAR 3,3 juta pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia diyakini ingin pulang ke Indonesia. Pasalnya, mereka sudah tidak memiliki pekerjaan sejak penerapan lockdown menghadapi penyebaran virus korona atau covid-19 di negara jiran tersebut.
"Akan menyambut sangat baik jika ada program pemulangan dari pemerintah," kata Dosen Universiti Islam Antarbangsa Malaysia Ali Sophian dalam diskusi virtual di Jakarta, Sabtu (9/5).
Pekerja migran itu kehilangan pekerjaan lantaran bisnis perusahaan tempat mereka bekerja bangkrut seiring penerapan lockdown.
Baca juga: Pekerja Migran Indonesia Jangan Dicap Sebagai Pembawa Virus
Ali menyebut permasalahan di Malaysia sangat kompleks, selain hilangnya pekerjaan, tidak sedikit juga pekerja migran berstatus ilegal. Dari 3,3 juta, dia memperkirakan hanya 1,3 juta yang legal.
"Jumlah yang ilegal ini sudah sama dengan populasi Bandung atau Surabaya. Dari sini kita simpulkan memang sangat kompleks permasalahan PMI di Malaysia apalagi dalam masa lockdown," ujar Ali.
Baca juga: 20 Ribu Pekerja Migran di Malaysia Bakal Pulang ke Tanah Air
Ali menuturkan PMI banyak bekerja di sektor perkebunan. Di Malaysia, ada perkebunan yang terdapat di kota-kota.
Selain itu, mereka bekerja di sektor konstruksi. Mereka-mereka itu yang merasakan dampak penerapan lockdown.
Lockdown di Malaysia diterapkan sejak 18 Maret lalu. Penerapan lockdown diperpanjang setiap dua pekan. Kini Malaysia telah memasuki fase kelima.
Ali menyebut, beberapa PMI yang bekerja di sektor konstruksi mengaku mengalami kesulitan. Mereka terkendala syarat dari pemerintau setempat.
"Bahwa yang boleh bekerja hanya orang yang sudah melakukan tes covid-19," sebut Ali.
Persoalannya, biaya untuk tes covid-19 dibebankan kepada karyawan dengan pemotongan gaji. "Jadi, ini sungguh memberatkan mereka (PMI). Masih banyak yang belum dites yang mengakibatkan mereka belum bisa bekerja kembali," kata Ali. (X-15)
Pemprov Sulsel merespons cepat penyanderaan dua warganya oleh perompak Somalia di Kapal Honour 25. Gubernur Andi Sudirman koordinasi dengan Kemlu dan P2MI.
Melalui program Bestari, tiga pemuda asal Kota Sukabumi resmi bekerja di Kuwait sebagai service crew. Simak dukungan penuh Wali Kota Ayep Zaki.
Komnas Perempuan menyambut kepulangan Asih, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang sebelumnya menghadapi ancaman hukuman mati di Malaysia
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Fauzan, mengatakan bahwa saat ini terdapat masalah besar yang perlu kita selesaikan yaitu budaya kerja ke luar negeri.
Abri Danar Prabawa mengatakan saat ini baru 3,1 persen lulusan perguruan tinggi yang mengisi pasar kerja global.
Sebanyak 200 calon PMI sektor manufaktur diberangkatkan ke Jepang sebagai upaya pemerintah mendorong tenaga kerja Indonesia berdaya saing global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved