Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pusat Statistik (BPS) telah merilis angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I (Q1) 2020 hanya mencapai 2,97%.
Angka ini cukup jauh prediksi pemerintah dan Bank Indonesia yang memperkirakan angkanya masih berada di kisaran 4%.
Lalu bagaimana prediksi pertumbuhan ekonomi RI dalam tiga triwulan ke depan?
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan bahwa puncak PSBB diprakirakan akan terjadi pada bulan Mei 2020 hingga pertengahan Juni 2020 sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mengalami fluktuasi di triwulan berikutnya.
"Asumsi yang kami sampaikan bahwa peak PSBB itu akan terjadi pada bulan April, Mei dan pertengahan Juni. Wilayah PSBB itu kurang lebih 70% dari wilayah ekonomi Indonesia. Dari pola itu dan pertimbangan dari pertumbuhan ekonomi dunia yang akan mencapai angka -3,2%, kami perkirakan triwulan II 2020 itu 0,4%, triwulan III 1,2% dan triwulan IV 3,1%," ungkap Perry dalam video conference, Rabu (6/5)
Lebih lanjut, Perry menambahkan bahwa dampak PSBB terhadap pembatasan mobilitas manusia, telah berdampak pada pendapatan masyarakat, konsumsi masyarakat, produksi, invetsasi dunia usaha, dan ekspor impor.
Namun, dari semua hal tersebut Perry optimis stimulus fiskal akan mengurangi dampak terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Kebijakan restrukturisasi dunia usaha dan dukungan BI untuk memberikan stimulus moneter Insya Allah itu akan kurangi dampak dari covid-19. Di semester 2 pertumbuhan ekonomi kita akan lebih baik teurtama di triwulan IV dengan pola yang kami sampaikan," sambungnya.
Sementara itu, pada tahun 2021 Perry memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai titik yang lebih tinggi, berada pada kisaran 6,6-7,1% dengan syarat defisit fiskal hanya menyentuh angka 3-4%.
"Ini terutama karena faktor base efek. Kalau 2020 rendah maka 2021 akan lebih tinggi secara statistik seperti itu. Tapi juga faktor program pemulihan ekonomi akan ditempuh, berakhirnya covid-19 dan juga pertumbuhan ekonomi dunia yang akan membaik itu yang akan membawa kita pada pertumbuhan ekonomi tersebut," pungkas Perry. (E-1)
Menkeu Purbaya tegaskan ekonomi Indonesia masuk “survival mode”. Tak ada ruang kesalahan, pajak dan program akan diawasi ketat demi cegah krisis.
PEREKONOMIAN Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2025 tumbuh 5,14% (year-on-year), melampaui rata-rata nasional sebesar 5,1%.
Pemerintah optimistis target investasi Rp2.041 triliun di 2026 tercapai. Realisasi awal tahun sudah Rp498,8 triliun, didorong minat kuat investor global.
Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75% dan memperkuat intervensi pasar demi menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global dan tekanan ekonomi dunia.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah saat ini menjalankan strategi ekonomi dalam “mode bertahan (survival mode) di tengah ketidakpastian global.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa proyeksikan ekonomi RI tumbuh hingga 6% di 2026 saat IMF-World Bank Meeting. Simak strategi hadapi guncangan global.
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved