Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KONDISI global yang fluktuatif diprediksi masih berlanjut tahun ini. Hal itu tecermin dalam laporan terbaru Dana Moneter Internasional (IMF) yang bertajuk World Economic Outlook (WEO).
Dalam laporannya, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global pada 2020 sebesar 3,3%, atau turun dari sebelumnya sebesar 3,4%. Pertumbuhan ekonomi di lima negara ASEAN yang mencakup Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand dan Vietnam, diprediksi terjaga.
Kendati demikian, IMF mengoreksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini. Pemangkasan dipengaruhi kinerja ekspor yang berdampak pada permintaan domestik.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi negara berkembang di Asia meningkat tipis menjadi 5,8%, dari proyeksi sebelumnya 5,6%. Pada 2021, pertumbuhan ekonomi diprediksi mencapai 5,9%.
Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Lebih Baik dari Negara Lain
Menanggapi hal itu, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian, Iskandar Simorangkir, mengatakan daya tahan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap pada posisi yang baik.
"Walaupun ada revisi pertumbuhan IMF, kita steady state-nya lebih kuat dari negara lain. Bandingkan dengan India yang turun 3,5%. Kita turun juga sedikit saja," kata Iskandar saat ditemui di kantornya, Selasa (21/1).
Kinerja ekspor yang kurang membaik, lanjut Iskandar, juga terjadi hampir di seluruh negara. "Hasil penelitian, dari 120 negara yang diteliti 76% itu ekspor negatif. Bukan hanya tumbuh negatif tapi kontraksi. Negara mana yang bisa survive? Negara yang punya domestic demand terbesar," pungkasnya.
Pemerintah dikatakannya berupaya memperbaiki defisit transaksi berjalan (CAD) pada tahun ini. Hingga kuartal III 2019, CAD Indonesia tercatat US$ 7,86 miliar atau setara 2,66% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Upaya untuk menekan CAD termasuk memperkenalkan program B30, green energy hingga proyek PTPI di Gresik.
"Waktu rakernas kemarin Pak Jokowi minta diplomasi ekonomi. Jadi tugas diplomat bukan hanya sekadar diplomat. Kalau dilihat lagi kita kan sudah ada investasi dari tax holiday sebesar Rp 800 triliun," tutup Iskandar.(OL-11)
Menkeu Purbaya tegaskan ekonomi Indonesia masuk “survival mode”. Tak ada ruang kesalahan, pajak dan program akan diawasi ketat demi cegah krisis.
PEREKONOMIAN Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2025 tumbuh 5,14% (year-on-year), melampaui rata-rata nasional sebesar 5,1%.
Pemerintah optimistis target investasi Rp2.041 triliun di 2026 tercapai. Realisasi awal tahun sudah Rp498,8 triliun, didorong minat kuat investor global.
Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75% dan memperkuat intervensi pasar demi menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global dan tekanan ekonomi dunia.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah saat ini menjalankan strategi ekonomi dalam “mode bertahan (survival mode) di tengah ketidakpastian global.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa proyeksikan ekonomi RI tumbuh hingga 6% di 2026 saat IMF-World Bank Meeting. Simak strategi hadapi guncangan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved