Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAHAN Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin diharapkan dapat mewujudkan kinerja perekonomian yang lebih baik dari lima tahun ke belakang. Sebagaimana diketahui, selama periode pertama kepemimpinan Jokowi, pertumbuhan ekonomi nasional terjebak di kisaran 5%.
Ekonom Bank Central Asia, David Sumual melihat itu memang bukan sepenuhnya kesalahan pemerintah. Faktor global turut berandil besar dalam pelemahan ekonomi, tidak hanya di Tanah Air, tapi di berbagai negara di seluruh Bumi. Namun, semestinya, pemerintah bisa melakukan upaya lebih keras untuk bisa mendorong pertumbuhan ekonomi ke level yang lebih baik. Salah satu caranya ialah dengan menciptakan rasa percaya dan optimisme di tengah masyarakat.
Pada 2018, konsumsi rumah tangga masih menyokong 56% dari total PDB di Indonesia. Maka dari itu, sektor tersebut harus terus dijaga selama ekspor dan investasi belum siap menjadi pemain utama.
"Itu yang harus dilakukan ke depan. Pemerintah harus bisa menimbulkan kepercayaan agar konsumsi rumah tangga tetap kuat. Kita harus jaga di situ karena untuk saat ini kekuatan Indonesia di konsumsi domestik," ujar David kepada Media Indonesia, Minggu (20/10).
Ia menyebut seburuk-buruknya kondisi ekonomi global, jika konsumsi rumah tangga mampu tumbuh 5%, pertumbuhan ekonomi Indonesia minimal bisa berada di level 4,6%.
Untuk itu, ia mendesak pemerintah dapat menahan berbagai kebijakan yang akan mengeskalasi administered price. Atau harga produk yang diatur pemerintah mulai dari cukai rokok, tarif listrik, bahan bakar minyak hingga iuran BPJS Kesehatan. Jika harga-harga tersebut naik, daya beli masyarakat terutama kelas menengah ke bawah akan sangat terpengaruh hingga akan mengganggu capaian konsumsi domestik.
baca juga: Pendekatan Indonesia Sentris Membuka Keterisolasian
Di luar itu, David menilai kebijakan moneter dan fiskal sudah cukup mendukung pertumbuhan. Terlebih dengan penurunan suku bunga global yang diiringi pelonggaran suku bunga acuan oleh Bank Indonesia. Selain asumsi makro tersebut, David menjabarkan beberapa katalis yang bisa mendorong ekonomi tahun depan. Antara lain kelanjutan proyek infrastruktur dan rencana pemindahan ibukota juga akan menjadi katalis pendorong ekonomi di periode selanjutnya. Pasalnya, program-program itu akan mendorong kinerja sektor konstruksi dan properti. (OL-3)
Menkeu Purbaya tegaskan ekonomi Indonesia masuk “survival mode”. Tak ada ruang kesalahan, pajak dan program akan diawasi ketat demi cegah krisis.
PEREKONOMIAN Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2025 tumbuh 5,14% (year-on-year), melampaui rata-rata nasional sebesar 5,1%.
Pemerintah optimistis target investasi Rp2.041 triliun di 2026 tercapai. Realisasi awal tahun sudah Rp498,8 triliun, didorong minat kuat investor global.
Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75% dan memperkuat intervensi pasar demi menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global dan tekanan ekonomi dunia.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah saat ini menjalankan strategi ekonomi dalam “mode bertahan (survival mode) di tengah ketidakpastian global.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa proyeksikan ekonomi RI tumbuh hingga 6% di 2026 saat IMF-World Bank Meeting. Simak strategi hadapi guncangan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved