Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INDUSTRI broker realestat menilai saat ini merupakan saat yang tepat untuk membeli (time to buy) properti. Penyebabnya ialah prospek pembeli properti di dalam negeri masih terus bertumbuh. Di sisi lain, penawaran produk properti kini sangat beragam dengan harga yang menarik dan cara pembayaran yang mudah.
Hal tersebut dikatakabn Dewan Kehormatan dan Ketua DPD Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Banten, dalam siaran pers, Minggu (22/9). Ia meyakini pasca-pemilu beberapa waktu lalu, kondisi pasar properti semakin membaik dan harga properti juga bakal kembali merangkak naik.
"AREBI menilai prospek pembeli properti di dalam negeri masih terus bertumbuh. Hal ini dapat terlihat dari meningkatnya pengajuan kredit pemilikan properti dari sejumlah bank dalam negeri yang terus bertumbuh," terang Lie Min.
Untuk menjemput peluang bagus itu, Lie Min menambahkan, DPD Banten pun kembali menggelar pameran properti AREBI Banten Expo (ABEX) 2019 di Living World Mall, Alam Sutera, Tangerang Selatan, Banten. Dimulai pada Jumat (20/9), pameran bertema 'Yuk Kita Nabung Properti!' itu akan berlangsung 10 hari dan berakhir Minggu (29/9) mendatang.
ABEX yang diadakan AREBI bekerja sama dengan stakeholder bisnis properti yang lain bertujuan mendorong peningkatan transaksi penjualan para agen dan pengembang yang efektif dan efisien.
Sebagai informasi, pengunjung ABEX selama tiga tahun terakhir yakni pada 2016, 2017, dan 2018 lalu terlihat begitu antusias. Total nilai transaksi yang dihasilkan pun terus meningkat dari tahun ke tahun. Karena itu AREBI Banten menargetkan ABEX 2019 bakal dikunjungi pengunjung dengan jumlah yang lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya.
"Tahun lalu transaksi penjualan yang berhasil diraih Rp110 miliar. Kami berharap ABEX 2019 bisa meraih transaksi penjualan sebesar Rp125 miliar,” kata Lie Min.
Lie Min menyebut ema 'Yuk Kita Nabung Properti!' dimaksudkan untuk mengajak masyarakat dapat memiliki properti yang tepat dan berinvestasi sedini mungkin.
Sementara Ketua ABEX 2019 Ari Kho mengatakan, ABEX 2019 diikuti lebih dari 12 developer yang kebanyakan berasal dari wilayah Banten dan sekitarnya. Properti yang dipasarkan terdiri dari rumah, apartemen, ruko, kavling komersial yang harganya mulai dari Rp300 jutaan sampai miliaran rupiah.
Developer yang mengikuti pameran ini, lanjut Ari, antara lain Alam Sutera, Summarecon, Paramount, BSD Sinar Mas, Serpong Garden, Canary, The LANA, BURJ, Transpark Bintaro, Modernland, Indoserena, Curug Garden. Selain itu juga ada CCB dan Bank CIMB yang siap melayani kredit untuk para calon pembeli. (RO/X-12)
Apresiasi datang dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait terhadap sinergi sektor swasta dalam memperluas akses hunian layak bagi masyarakat.
Generasi Z dan Milenial di Jakarta mulai meninggalkan konsep kepemilikan rumah sebagai simbol sukses. Simak analisis pakar properti terkait tren ini.
Kategori-kategori baru diluncurkan pada IPA 2026 sesuai perkembangan pasar properti saat ini. Termasuk Best Condo Developer dan Best Housing Developer dalam kategori Developer Award.
Laba emiten properti melonjak 216,7% pada 2025, ditopang optimalisasi aset dan pendapatan berulang, serta membagikan dividen Rp2 miliar.
PELAKU industri properti dan jasa keuangan terus dituntut adaptif di tengah dinamika global yang bergerak cepat.
Meskipun indeks harga properti residensial di pasar primer terus menunjukkan tren kenaikan, peluang bagi pembeli rumah pertama masih terbuka.
Pameran ini bertujuan untuk memperlihatkan bagaimana titik awal pergerakan kebangsaan dimulai dari Kota Bandung
Meningkatnya minat masyarakat Indonesia untuk berlibur ke Australia mendorong hadirnya pameran wisata yang menawarkan beragam kemudahan, promo menarik, dan inspirasi perjalanan.
Di tengah dinamika dan ketidakpastian industri, kolaborasi dengan mitra global menjadi faktor krusial dalam memperkuat daya saing industri garmen dan tekstil.
FHTB 2026 hadir kembali di BNDCC Bali pada 28-30 April 2026. Menampilkan 200+ perusahaan global, kompetisi kuliner, dan tren pariwisata berkelanjutan.
ARCH:ID kembali hadir sebagai salah satu agenda paling dinantikan oleh pelaku industri arsitektur, interior hingga material bangunan di Indonesia.
Seluruh karya diseleksi melalui proses kuratorial yang cermat oleh dewan juri yang terdiri dari Wiyu Wahono (kolektor seni), Heri Pemad (Founder ArtJog) dan Angga Aditya (CEO Grey Art Gallery).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved