Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah, menilai pertemuan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, di sela-sela pertemuan KTT G20 di Jepang memberikan dampak yang signifikan untuk meredakan ketegangan yang selama ini terjadi. Pasalnya, AS berkomitmen untuk menahan pengenaan tarif baru bagi ekspor Tiongkok.
"Dampaknya signifikan untuk meredakan ketegangan saja karena hanya berupa kesepakatan tidak mengenakan tarif baru. Tapi tarif yang sudah dinaikkan tidak akan dikurangi. Artinya perang dagang masih berlangsung," kata Piter kepada Media Indonesia, Sabtu (29/6).
Baca juga: Pertanian 4.0 Efisiensi Waktu dan Peningkatan Produktivitas
Kendati demikian, tegasnya, pertemuan tersebut setidaknya memberikan kepastian dalam jangka pendek bahwa perang dagang tidak tereskalasi lagi.
"Jadi cukup positif walau hanya sementara. Dampaknya terhadap Rupiah juga demikian, akan positif tetapi tidak akan cukup besar. Masih akan bisa dipengaruhi faktor-faktor lain," terangnya.
Hanya saja, diakui Piter, dampak dari negosiasi perdagangan antara AS dan Tiongkok tersebut tidak berdampak banyak bagi Indonesia. Pasalnya, kata dia, Indonesia bukan negara manufaktur yang bergantung pada ekspor.
"Ekspor kita juga kebanyakan adalah barang-barang komoditas. Akan besar dampaknya bagi kita apabila kesepakatan itu berbentuk menghentikan perang dagang, membatalkan semua kenaikan tarif yang sudah dilakukan oleh kedua belah pihak," tuturnya.
Jika perang dagang dihentikan, kata Piter, perekonomian global kemudian bisa diharapkan kembali booming dan meningkatkan volume dan harga barang-barang komoditas. Dengan begitu, neraca perdagangan Indonesia bisa kembali surplus.
"Sementara kesepakatan yang diambil hanya (terkait) untuk (penghentian) tarif baru. (Tarif) Yang sudah dinaikkan tetap. Artinya perang dagang tetap berlangsung. Hanya memberikan sedikit good news bahwa perang dagang tidak teresklasi lagi," katanya.
Baca juga: Kemenperin Terus Fokus Kembangkan IKM di Indonesia
Di tengah kondisi tersebut, Piter menyarankan agar pemerintah untuk fokus membangun kembali industri dengan memanfaatkan pasar dalam negeri.
"Yang harus kita lakukan bukan meningkatkan ekspor, tapi menahan laju impor. Meningkatkan ekspor tidak bisa dalam jangka pendek setelah sedemikian lama kita mengabaikan industri manufaktur," tandasnya. (OL-6)
Menurut Menbud RI, tahun lalu, Indonesia memproduksi sekitar 250 film dengan penonton lebih dari 80 juta. “Film kita punya potensi besar untuk go international “ ujarnya.
Ilmuwan Tiongkok identifikasi dua mineral langka, magnesiochangesite-(Y) dan changesite-(Ce), dari sampel Bulan misi Chang’e-5. Simak dampaknya bagi sains.
National Gallery Singapore menghadirkan pameran retrospektif pertama He Xiangning di Asia Tenggara, menampilkan 50 karya seni tinta legendaris.
Pakar ITB Yannes Martinus Pasaribu ungkap alasan mobil Tiongkok ungguli merek Jepang di pasar Indonesia, mulai dari fitur melimpah hingga insentif EV.
Pihak Imigrasi mengamankan 29 warga negara asing (WNA) asal Tiongkok dalam operasi gabungan di kawasan Marina City Waterfront, Batam.
Chengdu, ibu kota Provinsi Sichuan yang terletak di wilayah tengah dan barat daya Tiongkok, direncanakan menjadi lokasi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved