Peringatan Pertama Buat DPR Baru

16/5/2014 00:00

KOMISI Pemilihan Umum pada Rabu (14/5) resmi mengumumkan perolehan kursi anggota legislatif di DPR dan DPD periode 2014-2019. Untuk DPR ditetapkan sebanyak 560 anggota dan untuk DPD 132 anggota.

Pada hari itu juga, Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Ketua Komisi VII DPR periode 2009-2014 dari Partai Demokrat Sutan Bhatoegana sebagai tersangka kasus korupsi. Sutan diduga menerima hadiah atau janji yang berkaitan dengan pembahasan APBN perubahan di Kementerian ESDM pada 2013.

Adanya kesamaan waktu antara penetapan anggota parlemen periode  mendatang oleh KPU dan penetapan anggota parlemen periode sekarang  sebagai tersangka oleh KPK mungkin hanya sebuah kebetulan. Namun,  kebetulan itu punya makna sangat dalam.

Jika diibaratkan lampu alarm, itu peringatan pertama bagi para  legislator periode 2014-2019 bahwa korupsi telah telanjur menjadi salah satu identifikasi anggota DPR, terutama pada dua periode terakhir. Penghambaan terhadap uang sudah menghilangkan nurani dan memengaruhi  tabiat sebagian dari mereka.

Selama hampir lima tahun masa tugas DPR periode ini, rakyat hampir selalu disuguhi sajian-sajian tak bermutu dari para wakilnya. Kini, mereka tak hanya malas bersidang, tapi juga rajin menjarah uang negara. Sekarang, mereka tak cuma makin menjauh dari rakyat yang diwakili, tapi juga kian sibuk menebalkan kantong sendiri dengan  memperba­nyak korupsi.

Kita mencatat, Sutan bukan yang pertama dan mungkin juga bukan  yang terakhir berurusan dengan KPK. Bukan tidak mungkin anggota Komisi VII DPR yang lain akan dijadikan tersangka dalam kasus yang sama.

Data survei Transparency International Indonesia yang dirilis Maret 2014 lalu sungguh memprihatinkan. Sedikitnya 37 anggota DPR 2009-2014 terseret kasus korupsi dan diperiksa KPK. Itu belum termasuk Sutan dan beberapa ‘bakal calon’ tersangka lain dari kasus penerimaan hadiah atau janji yang berkaitan dengan pembahasan APBN-P di Kementerian ESDM pada 2013 tersebut.

Fakta itu mestinya juga menjadi catatan paling atas bagi para anggota legislatif terpilih yang bakal menduduki kursi di Senayan lima tahun ke depan. Rapor buruk DPR sekarang, terutama dalam hal korupsi, harus menjadi alarm untuk setiap langkah dan kerja anggota dewan yang terhormat periode 2014-2019.

Memang, sebagian dari mereka ialah muka-muka lama yang mungkin saja  sudah terkontaminasi oleh tabiat-tabiat lama. Namun, tidak sedikit pula wajah-wajah baru yang mestinya bisa menyegarkan. Bukan saja membuat segar secara tampilan, melainkan juga mampu menyegarkan otak dan nurani parlemen agar kembali memikirkan rakyat, bukan malah menilap uang rakyat.

Wahai para wakil rakyat yang baru, jangan sia-siakan suara rakyat yang  telah memilih Anda. Di tangan Andalah teriakan dan jeritan rakyat  dititipkan. Rakyat adalah tuan. Kalau Anda masih saja mendewakan harta  dan menjadikan rasywah sebagai budaya, niscaya rakyatlah yang akan  memecat Anda.



Berita Lainnya