Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TUNJANGAN Hari Raya (THR) menjadi salah satu hal yang ditunggu anak-anak setiap Lebaran. Selain berkumpul dan silaturahmi dengan keluarga, kerabat, dan tetangga di lingkungan rumah, anak-anak juga mendapatkan THR.
Tak jarang, anak-anak yang mendapatkan THR dengan jumlah yang cukup banyak. Momen ini merupakan salah satu kesempatan yang baik untuk lebih mengajarkan ke anak tentang pengelolaan keuangan dengan baik.
Orangtua bisa mengajarkan konsep dasar uang sejak dini. Orangtua bisa mengajarkan mulai dari pendapatan, pengeluaran, menabung, dan berbagi. Selain itu, orangtua juga bisa memberikan pemahaman ke anak tentang nilai-nilai dan bentuk dari setiap pecahan mata uang yang ada.
Lalu, pengenalan dan membangun kebiasaan menabung juga penting diajarkan ke anak. Beri tahu anak bahwa uang tidak selalu harus dibelanjakan, tetapi bisa mereka simpan untuk keperluan di masa depan.
Simpan Uang di Tabungan
Selain bisa menyimpan uang di celengan, orangtua juga bisa mengajarkan anak untuk menyimpan uangnya di bank. Banyak bank yang menawarkan rekening dengan biaya administrasi rendah yang khusus untuk anak, yang bisa dimanfaatkan orangtua.
Orangtua bisa memberi tahu anak untuk bisa menyisihkan sebagian uang THR untuk ditabung. Sehingga anak akan belajar menabung sejak dini dan mengelola keuangan dengan bijak.
Libatkan dalam Mengambil Keputusan Keuangan
Orangtua perlu melibatkan anak dalam setiap pengambilan keputusan keuangan dari uang THR yang mereka dapat. Dengan melibatkan anak, mereka akan memiliki tanggung jawab pada pengelolaan keuangannya sendiri termasuk tentang keputusan berapa banyak uang yang harus ditabung, dibelanjakan, atau didonasikan.
Saat anak hendak memakai uang THR untuk membeli barang seperti untuk membeli peralatan sekolah, buku, mainan, atau kebutuhan lainnya, ajak anak untuk berdiskusi barang mana yang akan dibeli.
Orangtua bisa memberikan penjelasan ke anak tentang konsep berbagi seperti zakat, infaq dan sadaqah. Orangtua bisa mengajak anak untuk berdonasi di panti asuhan, berbagi makanan pada orang yang membutuhkan, atau cara yang lainnya.
Apabila jumlah THR anak cukup besar, selain ditabung dan dibelanjakan, orangtua juga bisa melakukan investasi, seperti salah satunya membelikan logam mulia. Orangtua harus memahami risiko dan keuntungan dari setiap instrumen investasi yang dipilih.
Itulah beberapa cara mengajarkan anak tentang pengelolaan uang dengan bijak sebagaimana dilansir dari situs resmi Kementerian Keuangan dan sumber-sumber lainnya. (Nas/M-3)
Dok. Freepik
Ingin berbagi THR tanpa ribet? Gunakan QRIS Transfer dan fitur transfer emas di BRImo.
Posko THR Jakarta Timur terima 84 laporan pelanggaran. Sudin Nakertransgi pastikan verifikasi cepat bagi perusahaan yang belum bayar hak pekerja.
KPK bongkar modus 'target setoran' THR Bupati Cilacap Syamsul Auliya. RSUD hingga Puskesmas dipalak hingga Rp100 juta sejak 2025. Cek kronologinya.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengingatkan agar tidak ada pihak yang memaksa pengusaha memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) menjelang perayaan Idul Fitri.
Menjelang Lebaran, salah satu hal yang paling ditunggu-tunggu adalah Tunjangan Hari Raya (THR).
Disnaker mengultimatum perusahaan agar mematuhi surat edaran Menteri Ketenagakerjaan tentang pemberian THR keagamaan bagi pekerja atau buruh swasta serta surat edaran
Jakarta berhasil keluar dari narasi konvensional Lebaran yang selama ini hanya identik dengan arus keluar menuju daerah.
Program “Mudik ke Jakarta” mencatat perputaran ekonomi hingga Rp21 triliun. Pengamat menilai program ini efektif mendorong pariwisata dan UMKM saat Lebaran.
Dishub DKI Jakarta menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Lapangan Banteng selama Lebaran Betawi 2026, 10-12 April. Simak rute alternatifnya di sini.
Simak panduan ahli untuk memulihkan kondisi fisik dan finansial pascalibur Lebaran, mulai dari deteksi dini kesehatan hingga alokasi ideal arus kas.
Tingginya angka kunjungan ini mengukuhkan situs warisan budaya sebagai pilihan utama keluarga untuk berekreasi sekaligus mengedukasi diri.
DI tengah ritme kehidupan yang semakin cepat, menjaga kualitas interaksi dalam keluarga menjadi tantangan tersendiri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved