Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ADA berbagai faktor yang menyebabkan anak-anak sudah harus menggunakan kacamata sejak dini. Namun, ada dua penyebab yang kerap menjadi diagnosa awal kebutuhan berkacamata pada anak.
Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dr. Aryani Vindhya Putri memaparkan kedua penyebab utama tersebut, seperti dilansir dari situs resmi UMM;
Tak sedikit anak-anak yang diberikan akses gawai oleh orangtuanya. Padahal, menurut penelitian, anak usia 0-2 tahun tidak dibolehkan menggunakan gawai. Sedangkan bagi anak di atas 2 tahun, penggunaan gawai juga harus dibatasi, yakni maksimal 2 jam per hari.
"Selain itu, agar mata tidak lelah, jangan lupa menggunakan 'rule of twenty'," kata dr Aryani.
"Yaitu, 20 menit melihat gawai, lalu istirahat 20 detik dengan cara melihat benda sejauh 20 kaki atau setara dengan 5-6 meter. Ini dilakukan agar mata tidak tegang dan lelah," sambungnya.
Anak-anak yang menggunakan gawai secara berlebihan dapat memperparah terjadinya mata minus. Sebab itu, orangtua harus memantau aktivitas anak, agar anak tidak menggunakan gawai secara berlebihan.
Apabila sering membaca di tempat yang minim pencahayaan, akan menyebabkan mata anak harus memaksakan diri untuk terus membaca. Aryani berpesan untuk para orangtua agar memperhatikan kesehatan mata anak. Jika anak mulai menunjukkan tanda-tanda gangguan penglihatan, sebaiknya segera memeriksakan ke dokter mata.
Tanda Gangguan Kesehatan Mata Anak
Beberapa tanda gangguan kesehatan mata anak yakni sering mengucek mata dan kesulitan fokus karena penglihatan yang buruk.
"Kalau mata anak sudah terbiasa tak melihat jelas, maka otaknya pun tidak terbiasa untuk melihat jelas. Kalau sudah begini, bisa menyebabkan mata malas pada anak," ungkapnya.
"Jika sampai telat sadar, memakai kacamata ukuran berapa pun penglihatannya tidak bisa maksimal," lanjutnya.
Baca juga: Serba Serbi Memilih Kacamata Terbaik Sesuai Bentuk Wajah
Ambliopia atau mata malas merupakan kondisi yang ditandai dengan penglihatan anak tidak jelas atau kurang fokus karena gangguan pada perkembangan fungsi penglihatan pada masa pertumbuhan anak.
Aryani berpesan, jika berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter mata memutuskan agar anak memakai kacamata, maka orangtua tidak perlu takut atau berkecil hati. Sebab, penggunaan kacamata akan mencegah terjadinya mata malas.
"Dengan menggunakan kacamata, anak jauh lebih fokus, penglihatannya juga lebih baik dan otaknya pun bisa tetap berkembang maksimal," pungkasnya.(M-4)
Dokter spesialis mata dr. Florence Meilani Manurung menjelaskan katarak juvenil pada usia muda, faktor pemicu, hingga target operasi katarak nasional.
Peneliti UC Irvine berhasil memulihkan penglihatan akibat usia pada tikus dengan menargetkan gen ELOVL2. Temuan ini menjadi terobosan baru pengobatan AMD.
Kenali cara mencegah floaters pada mata melalui 8 langkah praktis, mulai dari nutrisi hingga pemeriksaan rutin untuk menghindari gangguan penglihatan serius.
Dokter spesialis mata dr. Amir Shidik menjelaskan mengapa katarak sering tidak disadari dan apa saja gejala awal yang perlu diwaspadai.
Kasus katarak di Indonesia terus meningkat dan masuk fase backlog. Akses terbatas dan mitos jadi penghambat, padahal risiko kebutaan bisa dicegah.
Kenali penyebab katarak di usia muda mulai dari gaya hidup hingga faktor medis, serta langkah pencegahan efektif untuk menjaga kesehatan mata jangka panjang.
Sentra kesehatan mata berkonsep one-stop solution ini menawarkan layanan gangguan penglihatan paling komprehensif di Sulawesi Selatan, serta kawasan Indonesia Timur.
Orangtua sebaiknya memeriksakan mata anak-anak mereka ke dokter walau tidak ada keluhan apa pun. Harapannya, banyak penyakit mata yang dapat kita cegah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved