Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Hidup di bawah tekanan dan rasa takut akibat serangan yang dilakukan Rusia ternyata tak membuat kreativitas sebagian warga Ukraina memudar. Tak hanya lewat tulisan atau karya seni, beberapa warga Ukraina juga melampiaskan kekesalannya pada aksi Rusia lewat video game (gim) yang seru dan jenaka.
Dilansir dari theguardian.com, Sabtu, (15/10), beberapa judul gim untuk gawai dan komputer bertema serangan Rusia bermunculan dalam beberapa bulan terakhir. Perancangnya adalah warga Ukraina, baik individu ataupun kelompok, yang saat ini masih berjuang bertahan hidup di tengah peperangan.
Video gim buatan warga Ukraina itu di antaranya adalah What’s Up in a Kharkiv Bomb Shelter, Ukrainian Farmy, dan Slaputin. Para pembuat gim-gim itu umumnya mengaku, gim tersebut mereka buat sebagai bentuk protes, pelampiasan trauma, pelepas penat dan kegelisahan, hingga sebagai hiburan bagi sesama warga Ukraina.
“Aku percaya bahwa gim adalah salah satu wadah menyalurkan sebuah cerita. Itu adalah salah satu cara untuk membuat cerita dan suara dari perspekstif warga Ukraina bisa terjaga dan dilihat lebih banyak orang,” ujar penyelenggara event Ukrainian Games Festival on Steam, tempay gim-gim tentang invasi Rusia hadir, Stepan Prokhorenko.
Meski memiliki benang merah tentang serangan Rusia ke negaranya, gim-gim tersebut memiliki ciri dan genre yang beragam. What’s Up in a Kharkiv Bomb Shelter merupakan gim yang memungkinkan orang-orang untuk saling terhubung.
Gim tersebut menggambarkan sosok-sosok virtual atau avatar untuk saling berkomunikasi. Para tokoh diceritakan hidup sebagai pengungsi yang tengah bertahan hidup di beberapa markas penampungan di Ukraina. Mereka dapat saling berbincang, membantu kehidupan sebagai sesama pengungsi, dan saling menyelamatkan satu sama lain dalam kondisi genting.
Berbeda dengan What’s Up in a Kharkiv yang berkesan serius, gim Ukrainian Farmy memiliki konsep yang lebih ringan dan jenaka. Gim itu mengajak pemain untuk ikut menjalankan misi mencuri beberapa peralatan perang dan kendaraan milik tentara Rusia, seperti tank dan helikopter.
Sementara itu, gim Slaputin menjadi media pelampiasan emosi pada sosol Vladimir Putin dengan cara menyenangkan. Gim itu berjalan dengan mengharuskan pemain memukul Vladimir Putin menggunakan bunga matahari raksasa. Kecepatan dan kekuatan pukulan akan menantukan poin yang didapatkan.
Selain tiga gim tersebut, juga masih banyak gim lain yang dibuat oleh warga Ukraina. Umumnya merupakan gim sederhana yang bertujuan dengan pelampiasan kekesalan dan olokan pada Vladimir Putin dan tentara Rusia. (M-4)
Kim Jong Un memuji aksi bunuh diri tentara Korea Utara di medan perang Rusia-Ukraina demi hindari penangkapan. Simak detail kerja sama militer Pyongyang-Moskow.
INDONESIA mengamankan pasokan 150 juta barel minyak dari Rusia dengan harga khusus. Itu dilakukan setelah kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia ujar Hasyim Djojohadikusumo.
Putin dan Pezeshkian telah berbicara via telepon sebanyak tiga kali sejak 28 Februari.
Indonesia akan mengimpor 150 juta barel minyak dari Rusia secara bertahap hingga 2026. Langkah ini jadi strategi penting menghadapi krisis energi global.
Melihat posisi korban yang berada jauh di bawah tebing dan ancaman kenaikan permukaan air laut, tim memutuskan untuk menempuh jalur udara guna mempercepat proses evakuasi.
Mengenang Piala Dunia 2018 di Rusia. Simak daftar peserta, hasil final Prancis vs Kroasia di Stadion Luzhniki, hingga momen menarik yang tak terlupakan.
Dalam dunia yang semakin rentan dengan politik identitas religius, menjaga jarak antara iman dan peluru merupakan tanda kedewasaan beragama.
Sebanyak 415 tentara AS terluka dan 13 tewas dalam operasi melawan Iran. Konflik meningkat sejak serangan gabungan AS-Israel pada Februari.
Tak cuma Iran, negara-negara sekutu seperti Prancis, Inggris, Spanyol, Jerman, Korsel, Jepang, Kanada, dll pun mulai berani berkata 'tidak' kepada mereka.
Jangan-jangan, Trump sedang mencari cara mengakhiri perang tanpa dicap salah kalkulasi dan kalah perang?
Overthinking dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi tertekan, stres, hingga situasi sosial ekonomi.
“WAR is the father of all things,” tulis Heraclitus lebih dari dua milenium lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved