Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Jakarta International Photo Festival (JIPFest) akan diselenggarakan pada 9-25 September 2022 dan menghadirkan 15 program fotografi, termasuk pameran foto, diskusi, lokakarya, layar tancap foto, hingga tur street photography. Dua bulan menjelang festival, panitia meluncurkan panggilan terbuka, undangan bagi para fotografer dan seniman visual dari penjuru dunia untuk mendaftarkan karya fotografi dan multimedia berbasis foto. Karya terpilih akan dipamerkan selama 17 hari di ruang-ruang publik di kawasan Blok M.
Sebagai festival foto internasional, JIPFest telah menjadi ajang yang diminati fotografer dari berbagai belahan dunia. Pada edisi debutnya, JIPFest menerima 299 karya dari 31 negara. Pada 2021, jumlahnya meningkat menjadi 398 karya dari 47 negara. Untuk edisi ketiga, panggilan terbuka berlangsung hingga 28 Juli 2022. Info lengkap mengenai pendaftaran dapat diakses di situs jipfest.com.
Tema utama pada JIPFest 2022 adalah Revival. Tema tersebut dipilih untuk menyoroti bagaimana manusia atau gagasan bangkit dari keterpurukan, menemukan momentum, menjaring dukungan, juga menggerakkan perubahan. Tema ini juga dipilih demi merefleksikan semangat zaman, ketika bumi berusaha pulih dari pandemi.
Karya yang didaftarkan untuk pameran foto JIPFest 2022 akan diseleksi oleh tim kurator yang terdiri dari Asep Topan, Ayos Purwoaji, dan Ng Swan Ti. Ketiganya berasal dari komunitas yang berbeda, dan diharapkan dapat memperkaya dialog dalam tema Revival.
Asep telah membangun karier di medan seni rupa sebagai pendidik dan kurator. Ayos, yang memiliki latar belakang peneliti arsitektur, menekuni profesi penulis dan kurator dengan minat di bidang sejarah, arsitektur, dan seni rupa. Sementara Swan Ti dikenal akan kiprahnya dalam pendidikan fotografi di Indonesia.
“Kami menyambut karya-karya fotografi yang mengkritisi, merangkul, membayangkan, memikirkan ulang, dan mengekspos usaha memulihkan dan memperkuat komunitas kita di masa krisis iklim, budaya, dan sosio-ekonomi,” bunyi pernyataan tim kurator JIPFest 2022 dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia, Sabtu, (9/7).
JIPFest dirintis pada 2019. Jilid debutnya bergulir di 17 lokasi di Jakarta Pusat dan memikat lebih dari 17 ribu pengunjung. Edisi kedua JIPFest pada November 2021 mengambil lokasi Kota Tua, Jakarta Barat, berlangsung selama 16 hari dan memikat 8.700 pengunjung.
Dengan menggunakan lokasi berbeda setiap edisinya, JIPFest berharap dapat menjangkau komunitas yang berbeda, sekaligus mengundang publik internasional untuk mengenal keragaman wilayah di Jakarta. Karakter nomaden festival ini juga mewakili semangat untuk membawa fotografi mendekat kepada publik, dalam upaya menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari.
Di edisi ketiganya, JIPFest terpilih sebagai bagian dari 100 ajang unggulan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia dalam program Kharisma Event Nusantara 2022, inisiatif yang bertujuan mempromosikan destinasi wisata, meningkatkan kunjungan turis, serta memberdayakan potensi lokal. JIPFest juga didukung oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta.(M-4)
Pameran ini bertujuan untuk memperlihatkan bagaimana titik awal pergerakan kebangsaan dimulai dari Kota Bandung
Meningkatnya minat masyarakat Indonesia untuk berlibur ke Australia mendorong hadirnya pameran wisata yang menawarkan beragam kemudahan, promo menarik, dan inspirasi perjalanan.
Di tengah dinamika dan ketidakpastian industri, kolaborasi dengan mitra global menjadi faktor krusial dalam memperkuat daya saing industri garmen dan tekstil.
FHTB 2026 hadir kembali di BNDCC Bali pada 28-30 April 2026. Menampilkan 200+ perusahaan global, kompetisi kuliner, dan tren pariwisata berkelanjutan.
ARCH:ID kembali hadir sebagai salah satu agenda paling dinantikan oleh pelaku industri arsitektur, interior hingga material bangunan di Indonesia.
Seluruh karya diseleksi melalui proses kuratorial yang cermat oleh dewan juri yang terdiri dari Wiyu Wahono (kolektor seni), Heri Pemad (Founder ArtJog) dan Angga Aditya (CEO Grey Art Gallery).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved