Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Memilih sepatu yang sesuai kebutuhan dan cocok di kaki membantu menjaga kesehatan kaki dengan baik. Jika Anda membutuhkan sepatu untuk berjalan, carilah sepatu yang ringan dan peredam kejut ekstra di bagian tumit dan di bawah telapak kaki Anda.Fitur-fitur ini dapat membantu mengurangi nyeri tumit, dan rasa terbakar atau nyeri pada bola mata kaki Anda. Beberapa pejalan kaki lebih menyukai alas sepatu yang bulat atau goyang sehingga mereka dapat dengan mudah memindahkan berat dari tumit ke ujung kaki.
Melansir dari situs Better Health Channel, situs informasi kesehatan dan medis, apabila Anda membutuhkan sepatu untuk berlari, carilah keseluruhan peredam kejut dan kekuatan torsi yang baik (artinya sepatu tidak boleh terpuntir dengan mudah). Fitur-fitur ini dapat membantu melindungi terhadap shin splints, tendonitis, nyeri tumit, fraktur stres dan cedera berlebihan lainnya.
Ahli penyakit kaki bersertifikat Patrick McEneaney, DPM, memiliki tiga kriteria yang dia minta untuk diikuti setiap pasien saat berbelanja sepatu, seperti dikutip dari situs wellandgood.com.
1. Pas Ukuran
"Anda ingin memastikan bahwa sepatu cukup pas. Seharusnya cukup lebar di bagian depan, tetapi tidak terlalu lebar di bagian belakang," kata Dr. McEneaney. Jika bagian belakang alas kaki Anda tidak cukup pas, itu akan menyebabkan kaki Anda bergesekan dan dapat menyebabkan lecet. Dan sebaliknya, jika sepatu terlalu sempit, akan menekan jari kaki dan menyebabkan nyeri sendi.
2. Tidak licin.
Dr. McEneaney mengatakan daripada memilih sepatu yang berbusa dan licin, ia lebih merekomendasikan untuk mengambil sepatu yang berbusa, namun kokoh. "Sepatu (licin) awalnya terasa nyaman, tetapi dapat menyebabkan masalah penggunaan berlebihan yang kronis atau benar-benar dapat menonjolkan masalah yang sudah ada sebelumnya," kata Dr. McEneaney.
3.Midsole yang kaku.
Dr. McEneaney merekomendasikan untuk memilih sepatu yang memiliki midsole yang kaku. “Jadi kalau melihat bagian bawah sepatu, sepertiga bagian tengah harusnya kaku dan sulit ditekuk. Semakin ditekuk, akan semakin banyak beban tekanan dari bagian belakang kaki ke bagian depan kaki. Jika sepatu memiliki lebih banyak kekakuan, itu akan memuat tekanan melalui sepatu, dan menghilangkan sebagian tekanan itu dari bagian tengah kaki, " katanya. (M-4)
Fitur Nightography Samsung geser kamera profesional di kalangan atlet dunia. Simak rahasia foto malam hari yang tajam dan autentik di sini.
Tanda penuaan kini muncul sejak usia 20-an. Dokter ungkap penyebab utamanya dan cara mencegah kerutan dini akibat gaya hidup modern.
Eva Longoria ceritakan adaptasinya tinggal di Spanyol. Mulai dari meninggalkan budaya 'working lunch' yang stres hingga kerinduan pada makanan Meksiko.
Biaya hidup selangit dan tekanan mental membuat banyak orangtua milenial memilih memiliki satu anak.
Mulai dari kaset dianggap fosil hingga disket dikira ikon "Save" versi 3D, inilah kumpulan cerita kocak orangtua saat anak-anak mereka menemukan teknologi era 80-90an.
Gaya hidup warga Bekasi bergeser, olahraga kini jadi bagian lifestyle seiring hadirnya fasilitas sport dan wellness terintegrasi di pusat perbelanjaan.
Bupati Gatut Sunu Wibowo jadi sorotan setelah sepatu Louis Vuitton seharga puluhan juta terungkap dalam kasus KPK. Sepatu mewah ini viral di media sosial, memicu perbincangan luas.
Sepatu ini dirancang untuk memfasilitasi gerakan khas padel yang menuntut kecepatan, stabilitas, dan fleksibilitas tinggi.
Dirancang untuk mereka yang mengapresiasi gaya low-profile namun tetap mengutamakan kenyamanan, Chuck Taylor Lo hadir dengan garis desain yang bersih dan sleek.
KBRI Warsawa memboyong empat jenama UMKM unggulan, yaitu Serlium Leathers, Ittaherl, Roka Collections, dan Umiy Lasega Batik.
Masalah utama yang sering dihadapi pelari urban adalah sepatu yang cepat rusak, hilangnya daya responsif, serta rasa cepat lelah akibat penggunaan rutin.
Pemilihan alas kaki seharusnya mengutamakan kenyamanan anak di atas fungsi korektif yang belum tentu diperlukan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved