Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Tahun ini, para penatap bintang akan memiliki kesempatan untuk melihat 'kecupan' Natal di bawah mistletoe antarplanet ketika Jupiter dan Saturnus akan terlihat lebih dekat dan lebih terang dalam 800 tahun terakhir. Peristiwa astronomi yang dikenal sebagai "konjungsi besar".
Apa yang terjadi dan seberapa jarang itu?
Pada titik balik Matahari pada 21 Desember, planet-planet akan terlihat seperti satu bintang cemerlang saat orbit (waktu yang dibutuhkan planet untuk mengitari Matahari) 12 dan 29 tahun dari Jupiter dan Saturnus 'menyatukan' keduanya. Konjungsi besar terakhir terjadi pada Mei 2000, tetapi posisi mereka di langit membuat peristiwa itu sulit untuk dilihat.
Konjungsi besar pada 1623 (ketika Galileo Galilei masih hidup) juga sulit dikenali karena, Observatorium Perth menjelaskan, terjadi terlalu dekat dengan matahari sehingga seolah "hilang dalam silaunya matahari".
“Anda harus pergi jauh-jauh sebelum fajar pada 4 Maret 1226 untuk bisa melihat kesejajaran yang lebih dekat antara objek-objek ini yang terlihat di langit malam,” menurut Patrick Hartigan, seorang astronom dari Universitas Rice di Texas.
Tahun 2020, fenomena langit tersebut akan terlihat dari mana saja di Bumi, tetapi kondisinya paling baik di dekat khatulistiwa, menurut Hartigan.
Kecupan Natal - sebagaimana astronom Dr Brad Tucker dari Australian National University menyebutnya - akan tampak rendah di langit barat selama kurang lebih satu jam setelah matahari terbenam.
NASA mengatakan orang-orang harus mencari mereka di barat daya pada jam setelah matahari terbenam ketika "dua planet raksasa akan muncul hanya sepersepuluh derajat - itu kira-kira setebal sepeser pun yang dipegang sepanjang lengan."
Tucker menjelaskan apa yang harus dicari sebagai "bulan sabit tipis dan dua benda terang di sebelahnya". Anda dapat mulai berlatih sekarang, karena planet-planet semakin berdekatan. Yang diperlukan hanyalah malam dengan langit cerah dan titik pandang dengan cakrawala yang cerah --tidak ada bangunan atau pepohonan di jalan, menurut Cambridge Independent. Jupiter adalah planet yang lebih besar, dan orang-orang dengan penglihatan yang sangat baik - atau teropong- akan dapat membedakannya dari Saturnus.
Bagi orang lain, planet akan tampak sebagai bintang tunggal. Planet cenderung bersinar lebih stabil -lebih sedikit berkelip- daripada bintang, jadi itu mungkin membantu Anda membedakannya. (The Guardian/M-2)
Badan Antariksa Eropa (ESA) membuka proyek sains warga Space Warps. Publik diajak mencari lensa gravitasi langka dalam data Teleskop Euclid yang belum pernah dipublikasikan.
Peneliti ungkap bagaimana materi gelap membantu pembentukan lubang hitam supermasif di awal semesta, memecahkan misteri temuan teleskop James Webb.
Astronom berhasil memetakan Supercluster Vela yang selama ini tersembunyi. Memiliki massa 30 kuadriliun matahari, struktur ini jadi salah satu objek terbesar di alam semesta.
Asteroid Apophis akan melintas dekat Bumi pada 13 April 2029. NASA memastikan aman, sekaligus jadi peluang langka untuk penelitian kosmik.
Asteroid 99942 Apophis akan melintas sangat dekat ke Bumi pada 13 April 2029. NASA memastikan tidak ada ancaman tabrakan dalam 100 tahun ke depan.
Okultasi asteroid Strenua akan terjadi 26 April 2026 pukul 19.41 WIB. Fenomena “gerhana bintang” ini langka dan dapat diamati dari Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved