Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BERMAIN sepak bola adalah salah satu cara yang baik untuk menjaga kebugaran fisik. Namun, tak hanya itu. Dalam studi terbaru menunjukkan, bermain bola secara teratur juga dapat berpengaruh pada peningkatan kesehatan mental, kepercayaan sosial, dan motivasi.
Riset terbaru yang dilakukan Mark Llewellyn, profesor kebijakan kesehatan dan perawatan University of South Wales, bersama kedua rekannya yang merupakan pengajar senior bidang psikologi di University of South Wales, Philip Tyson dan kandidat doktoral Swansea University Alecia Cousins mengungkap, bermain sepak bola berdampak pada peningkatan kesehatan mental.
“Saya pikir ketika Anda memiliki adrenalin yang terpompa, hal itu akan mengeluarkan segala jenis emosi negatif dan hal-hal yang Anda miliki, hampir seperti Anda mengeluarkan keringat,” aku seorang responden dalam riset tersebut, seperti dikutip Theconversation.com.
Sementara, responden lain mengatakan, usai pertandingan, mereka pulang dengan perasaan ‘jauh lebih santai dan berniat kembali melakukannya setiap hari.
Manfaat lainnya adalah membangun koneksi sosial. Beberapa pemain yang diajak bicara oleh para peneliti sebelumnya mengalami kesulitan. Namun, tampaknya sepak bola telah berperan penting dalam menyediakan minat bersama bagi para pemain dan pelatih, serta yang lainnya..
“Anda berbicara tentang apa yang terjadi di lapangan. Itulah ice breake-rnya. Saya pikir di sanalah orang mendapatkan kepercayaan diri mereka, kemudian berbicara dengan orang baru,” kata salah satu pemain.
Elemen kuat lainnya adalah cara menjadi bagian dari tim, berbagi keselarasan dan semangat, membantu menormalkan perasaan mereka dan memungkinkan mereka untuk membangun koneksi satu sama lain sebagai individu maupun sebagai anggota tim.
“Para pemain yang kami ajak bicara sebagian besar adalah laki-laki muda, yang masalah kesehatan mentalnya menjadi problem khusus. Bunuh diri, misalnya, telah menjadi penyebab utama kematian laki-laki berusia di bawah 34 tahun di Inggris sejak 2001,” tulis peneliti dalam publikasi mereka di The Conversation.
“Untuk penelitian kami, peserta menghadiri sesi permainan sepak bola durasi 90-120 menit seminggu, yang diadakan oleh empat klub profesional dan semi-profesional yang bekerja dengan program anti-stigma kesehatan mental.”
Para peserta mengakui dan mengapresiasi dedikasi para pelatih, yang menjadi faktor pendorong bagi banyak dari mereka untuk berkomitmen pada program ini.
“Hasil kami memperkuat argumen, program berbasis olahraga harus ditetapkan secara luas sebagai mekanisme berbiaya rendah, mudah diakses, dan efektif untuk meningkatkan kesehatan mental di komunitas,” ujar tim peneliti. (M-4)
Jeni memang tercatat sebagai pemegang gelar Puteri Indonesia Riau 2024. Namun, posisi tersebut dinilai membawa tanggung jawab besar.
Studi Herbalife mengungkap 88 persen konsumen Indonesia rutin konsumsi suplemen, namun banyak yang belum memahami dosis aman dan risiko interaksi obat.
Kenali perbedaan bakteri, virus, jamur, dan protozoa serta cara efektif memutus rantai penyebaran kuman demi menjaga kesehatan tubuh.
Menjelang Hari Buruh, laporan Indonesia Health Insights Q2 2026 mengungkap telekonsultasi mampu tangani 95 persen kasus medis dan tekan biaya kesehatan hingga 15 persen.
Sering memangku laptop? Hati-hati, kebiasaan ini bisa memicu gangguan kulit, masalah kesuburan, hingga nyeri punggung. Simak penjelasan medis dan tips aman.
Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan kembali menorehkan prestasi membanggakan ditingkat nasional dengan meraih penghargaan sebagai Kota Unggul dalam Inovasi ibu dan anak.
Penelitian terbaru mengungkap sensasi "mistis" di gedung tua sering kali disebabkan oleh infrasonik dari pipa dan ketel uap, bukan makhluk halus.
Studi terbaru mengungkap ingatan manusia tidak akurat dalam melacak konsumsi alkohol. Simak mengapa catatan harian lebih efektif dibanding kuesioner medis biasa.
DI tengah tuntutan efisiensi dan produktivitas, perusahaan semakin mengandalkan pendekatan berbasis data dalam mengelola sumber daya manusia (SDM).
Pendekatan yang terlalu keras atau sepihak untuk membatasi penggunaan medsos justru berisiko membuat anak memberontak.
Studi PISA dan data global menunjukkan kemampuan kognitif Gen Z menurun di beberapa aspek. Apa penyebabnya dan keunggulannya?
Mengapa emosi bisa berujung kekerasan? Psikolog UGM & UI jelaskan peran Amigdala vs Prefrontal Cortex serta cara mencegah perilaku impulsif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved