Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BERKONSULTASI kesehatan menggunakan mesin pencari Google, bisa jadi membuat anda makin pening. Hal ini terlihat dari sebuah survey yang baru-baru saja dilakukan di Amerika Serikat, yang menunjukkan dua dari lima mengalami kesalahan diagnosis penyakit setelah menggunakan teknologi tersebut.
Survey yang dilakukan terhadap 2.000 orang Amerika menemukan bahwa 43% pengguna mendapati diri jika mereka percaya telah mengalami penyakit serius. Padahal kenyataannya penyakit yang dialami lebih ringan.
Alih-alih meredakan kekhawatiran, 74% dari mereka yang telah mendiagnosis diri secara daring mengatakan menjadi lebih khawatir tentang kesehatan mereka. Hal ini mungkin karena kehandalan jawaban yang diberikan oleh Dr Google, kurang dari 40%.
Penelitian LetsGetChecked ini dilakukan oleh OnePoll. Survei mereka menemukan bahwa pencarian daring bukanlah pilihan pertama semua orang untuk diagnosis. Ketika responden merasa sakit, setengah (51%) mengatakan dari mereka beralih terlebih dahulu ke seorang profesional perawatan kesehatan.
Pada saat yang sama, seperempat responden (26%) tidak memiliki dokter perawatan primer dan 6 dari 10 orang secara aktif menghindari mengunjungi dokter. Penghindaran ini karena beberapa alasan. Sebagian (47%) disebabkan oleh biaya perawatan medis, sebagian (37%) merasa dokter tidak percaya penuturan mereka tentang gejala penyakit, dan sebagian lagi (37%) mengaku tidak punya waktu untuk ke dokter.
"Survei ini menunjukkan kepada kita bahwa sejumlah besar orang hidup dengan gejala negatif sehari-hari yang sedang berjalan yang tidak mereka pahami atau salah diagnosa," kata Robert Mordkin, Direktur Medis LetsGetChecked, dikutip dari Daily Mail, Senin (11/11).
Banyak dari gejala ini dapat dikaitkan dengan masalah tiroid. Dr. Mordkin menambahkan meskipun mendidik diri sendiri dapat menjadi hal yang baik, penting untuk melakukan tes objektif. Salah satu cara untuk melakukan ini adalah dengan tes kesehatan di rumah, yang memungkinkan kenyamanan, fleksibilitas dan ketenangan pikiran yang lebih baik.
Sepotong informasi yang paling mungkin diketahui oleh responden tentang tiroid adalah fungsinya, tetapi bahkan kurang dari setengah (46%) sadar bahwa tiroid menghasilkan dan menyimpan berbagai hormon.
"Fakta bahwa lebih dari separuh orang dewasa AS beralih ke Google untuk mempelajari lebih lanjut tentang gejala-gejalanya mengganggu. Fakta bahwa perlu waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk menemui dokter menyoroti perlunya solusi yang lebih baik untuk menguji, mengelola, dan mengetahui kesehatan Anda," simpul Dr Mordkin dari LetsGetChecked. (M-1)
Dicoding kembali menggelar ajang tahunan bergengsi, Dicoding Developer Conference (DDC) 2026.
BRICS Industrial Innovation Contest 2026 resmi dibuka di Jakarta. Ajang ini menjadi peluang inovator Indonesia menembus pasar internasional dan memperkuat ekonomi.
Pemerintah Norwegia akan ajukan RUU larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun demi lindungi kesehatan mental dan membatasi pengaruh algoritma pada anak.
PT Data Labs Analytics (datalabs.id) berhasil meraih penghargaan 2026 Google Cloud Partner of the Year Award for Country: APAC-Indonesia atas pencapaiannya dalam ekosistem Google Cloud.
Menanti kehadiran Motorola Edge 70 Pro. Simak bocoran spesifikasi gahar, prediksi performa, dan fitur canggih yang akan dibawa flagship ini.
Prof Harris menegaskan pentingnya melampaui dogma hukum klasik dan mendorong algoritma dapat digugat secara hukum demi keadilan korban
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved