Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Bagi seorang jomblo, punya pasangan tentu menjadi impian. Masalahnya, tidak semua jomblo punya keberanian dan keyakinan untuk ungkapkan perasaan. Banyak dari mereka masih ragu dan takut ditolak. Jika demikian, para jomblo boleh meminta bantuan Mei.
Mei ialah sistem AI (artificial intelligence/kecerdasan buatan) yang mampu membaca percakapan teks dan menentukan perasaan lawan bicara. Mei diajarkan dengan ratusan ribu percakapan teks untuk menentukan kesesuaian. Lalu ia akan memberikan skor cinta.
Mei akan memberi tahu ketika lawan bicara juga suka. Mei juga akan menyarankan tindakan selanjutnya, seperti kencan.
Mak comblang 'Mei' memang masih rilis beta di Google Play tahun lalu. Seiring waktu, kecerdasan Mei meningkat. Saat ini, ia malah menjadi penasihat kencan yang mumpuni.
Mei mampu menganalisis ratusan ribu percakapan untuk menemukan petunjuk tersembunyi apakah itu benar-benar cinta atau persahabatan?

Bagaimana Mei Bekerja?
Mei lebih dahulu merumuskan profil pengguna berdasarkan pesan teks mereka. Ia lalu menentukan skor berdasarkan 30 karakter kepribadian lalu membaginya dalam 5 kategori.
Skor itu akan menjadi pembanding antar pengguna sesuai sifat mereka seperti introvert/ekstrovert, spontan/penuh pertimbangan. Mei akan memprediksi hubungan mereka berdasarkan skala 0-100%.
"AI dapat membantu dalam hal ini, karena memiliki memori yang sempurna dan dapat melacak banyak hal yang mungkin orang lewatkan. Mei akan mencoba mempelajari pengguna dan hubungan mereka dari percakapan itu sendiri dan interaksi dengan pengguna," terang perancang Mei, Es Lee, disitat dari DailyMail.
Es Lee merancang algoritma yang mampu menganalisa setiap pesan. Karena masing-masing pesan punya perbedaan tergantung jenis hubungan.
"Kamu tidak akan mengirim pesan untuk pacarmu dengan cara yang sama pada ibumu atau bosmu," terang Es Lee.
Kini, aplikasi android itu diunduh lebih dari 600ribu pengguna. Artinya, ada ratusan ribu pesan yang menunjukkan hubungan romantis atau tidak. Itu menjadi masukan berharga untuk tim perancang Mei.
"Setiap kali kami membuat prediksi, kami bertanya kepada pengguna apakah mereka setuju atau tidak? Kami sering meminta mereka untuk mengoreksi prediksi kami," tambah Es Lee.
Semakin banyak umpan balik dari pengguna, prediksi Mei semakin akurat.
Es Lee mengaku merancang Mei karena melihat komunikasi saat ini yang mengandalkan pesan daring yang berpotensi salah paham. Dalam hal ini, AI sangat membantu karena punya memori yang mampu melacak banyak hal yang mungkin terlewatkan.(M-3)
Baca juga : Hand sanitizer Tidak Bisa Melindungi dari Flu
Dicoding kembali menggelar ajang tahunan bergengsi, Dicoding Developer Conference (DDC) 2026.
BRICS Industrial Innovation Contest 2026 resmi dibuka di Jakarta. Ajang ini menjadi peluang inovator Indonesia menembus pasar internasional dan memperkuat ekonomi.
Pemerintah Norwegia akan ajukan RUU larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun demi lindungi kesehatan mental dan membatasi pengaruh algoritma pada anak.
PT Data Labs Analytics (datalabs.id) berhasil meraih penghargaan 2026 Google Cloud Partner of the Year Award for Country: APAC-Indonesia atas pencapaiannya dalam ekosistem Google Cloud.
Menanti kehadiran Motorola Edge 70 Pro. Simak bocoran spesifikasi gahar, prediksi performa, dan fitur canggih yang akan dibawa flagship ini.
Prof Harris menegaskan pentingnya melampaui dogma hukum klasik dan mendorong algoritma dapat digugat secara hukum demi keadilan korban
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved