Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INGIN merasakan suasana Jakarta dari era pra kolonial hingga kemerdekaan? Maka anda bisa datang ke Monas Week 2019 yang digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Di pameran ini kita seolah bisa berada di suasana ibukota tempo dulu secara tiga dimensi (3D). Hal ini hadir lewat visualisasi teknologi hologram.
"Visualisasi tiga dimensi dalam teknologi hologram akan menimbulkan minat dan kecintaan lebih dalam masyarakat Jakarta akan sejarah kotanyam Masyarakat akan dibawa menikmati tampilan holografi yang apik kondisi kota ini mulai era pra kolonial, era kolonialz serta era kemerdekaan. Pengunjung seolah-olah akan dibawa menggunakan mesin waktu untuk melihat secara langsung sosok ibukota tercinta dari masa ke masa," ungkap kreator hologram, Adi Panuntun dalam konferensi pers di Jakarta (22/7).
Seperti yang diketahui, Jakarta memiliki sejarah panjang dan dikenal dengan berbagai nama sejak didirikan hingga bertransformasi menjadi kota metropolitan yang modern. Diawali dengan sebutan Sunda Kelapa di masa Kerajaan Sunda dan Jayakarta, hingga berubah menjadi Batavia, Djajakarta hingga akhirnya menjadi Jakarta sampai saat ini.
Penyelenggaraan Monas Week sendiri dilakukan di dalam museum dan kawasan Monas mulai tanggal 23 Juli hingga 31 Juli di Museum Sejarah Nasional Tugu Monas dan terbuka untuk umum. Pameran sendiri dilakukan setiap hari kecuali hari Senin dan terbagi menjadi 6 waktu pertunjukan dimana setiap pertunjukan berdurasi 25 menit. Adapun waktu pertunjukannya dimulai pada 11.00-11.25, 13.00-13.25, 15.00-15.25, 16.00-16.25, 17.00-17.25, dan 19.00-19.25.
"Kami berharap, hadirnya Monas Week akan menarik setiap warga DKI Jakarta khususnya, terutama para generasi mudanya agar mereka bisa mengetahui sejarah kota ini dengan baik sehingga menimbulkan kepedulian untuk terus menjaga dan merawat kota ini," imbuh Adi.
Adi mengaku idenya membuat pertunjukan ilusi hologram adalah untuk mengemas sejarah dalam konteks kekinian. Sebelumnya dirinya juga pernah membuat video mapping di Museum Fatahillah pada 2010 silam. (M-1)
Baca juga: Orang Bahagia Mencari Orang Asing, Orang Sedih Cari Teman
Pameran ini bertujuan untuk memperlihatkan bagaimana titik awal pergerakan kebangsaan dimulai dari Kota Bandung
Meningkatnya minat masyarakat Indonesia untuk berlibur ke Australia mendorong hadirnya pameran wisata yang menawarkan beragam kemudahan, promo menarik, dan inspirasi perjalanan.
Di tengah dinamika dan ketidakpastian industri, kolaborasi dengan mitra global menjadi faktor krusial dalam memperkuat daya saing industri garmen dan tekstil.
FHTB 2026 hadir kembali di BNDCC Bali pada 28-30 April 2026. Menampilkan 200+ perusahaan global, kompetisi kuliner, dan tren pariwisata berkelanjutan.
ARCH:ID kembali hadir sebagai salah satu agenda paling dinantikan oleh pelaku industri arsitektur, interior hingga material bangunan di Indonesia.
Seluruh karya diseleksi melalui proses kuratorial yang cermat oleh dewan juri yang terdiri dari Wiyu Wahono (kolektor seni), Heri Pemad (Founder ArtJog) dan Angga Aditya (CEO Grey Art Gallery).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved