Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemalas, egois, terlalu sensitif, dan tanpa persiapan, ialah beberapa dari sederet stereotip yang melekat kepada generasi milenial. Namun, psikiater Tess Brigham yang banyak berurusan dengan kalangan milenial menilai, mereka sebenarnya ialah generasi yang cerdas dan ambisius, serta amat bergairah untuk membuat perubahan. Namun, mereka juga punya banyak kecemasan.
Menurut Brigham, yang 90% pasiennya berusia dari 23 sampai 38 tahun, pasien-pasiennya mengkhawatirkan berbagai hal. Mulai dari kecemasan tidak dapat memperoleh cukup uang untuk tabungan pensiun, sampai tepat atau tidaknya rel kehidupan yang mereka pilih.
Namun, imbuhnya, kecemasan terbesar kalangan milenial ternyata berkaitan dengan terlalu beragamnya pilihan dalam hidup. Suatu hal yang barangkali dipandang sebagai privilese oleh generasi di atas milenial.
'Mereka mengatakan, "Saya punya terlalu banyak pilihan dan tidak dapat memutuskan apa yang mesti saya lakukan. Bagaimana jika saya membuat pilihan yang salah?",' tulis Brigham seperti dilansir CNBC.
Walaupun memiliki banyak pilihan yang mungkin terdengar menarik, penelitian mendapati hal tersebut justru dapat memicu stress dan rasa kewalahan. Saat ada terlalu banyak opsi, otak bekerja terlalu keras untuk membuat pilihan yang menurut mereka sepadan dengan usaha. Sementara kala opsi terlalu sedikit, ada kecenderungan imbalannya akan sama baiknya.
Psikolog Barry Schwartz dalam bukunya “The Paradox of Choice: Why More Is Less,” mengungkapan bahwa ada satu dari tiga hal kemungkinan terjadi ketika orang dewasa muda dihadapkan pada terlalu banyak pilihan: membuat pilihan yang buruk, menjadi lebih tidak puas dengan pilihan mereka, atau bahkan tidak membuat pilihan sama sekali.
BACA JUGA: Hiii, Kecoak Makin Resisten terhadap Insektisida
Jika tak mau terjebak, bisa juga ikuti beberapa saran Brigham saat berjuang mengambil keputsan
1. Ceritakan perasaan Anda sebenarnya
Kesadaran diri ialah segalanya. Ketika kita memaksa diri kita untuk memikirkan perasaan, kata-kata, emosi dan perilaku, kita mulai memahami apa yang benar-benar mengganggu kita dan apa yang sebenarnya kita inginkan.
Bagaimana perasaan Anda tentang situasi saat ini? Perubahan apa yang ingin Anda lakukan? Apa yang penting bagimu sekarang? Apa tujuan Anda saat ini, dan tujuan masa depan Anda?
Bertanya pada diri sendiri pertanyaan-pertanyaan ini akan memandu Anda dalam membuat keputusan yang Anda rasa baik dan cenderung tidak akan disesali apapun impaknya.
2. Identifikasi opsi Anda
Pada titik ini, saatnya untuk serius dan mulai melakukan brainstorming atas pilihan yang Anda miliki dan hasil apa yang mungkin dituju.
Tetapkan faktor-faktor kunci dari setiap keputusan dan bagaimana mereka dapat memengaruhi situasi Anda saat ini.
3. Identifikasi hal-hal yang dapat Anda kendalikan
Tidak apa-apa untuk mengambil risiko, tetapi Anda juga bisa menghindari pilihan dengan mengendalikan beberapa hal. Misalnya
Anda mungkin berurusan dengan bos yang sulit yang tidak menyenangkan saat bekerja. Jika itu hanya kepribadian atasan Anda, menghadapi perilakunya mungkin tidak mengubah segalanya, yang dapat Anda kendalikan adalah bagaimana Anda bereaksi terhadap perilaku bos Anda. Anda dapat memilih untuk tidak membiarkannya memengaruhi Anda.
Setelah Anda mengenali apa yang bisa dan tidak bisa Anda kendalikan, Anda akan lebih mudah mempersempit daftar pilihan Anda.
4. Buat keputusan
Mungkin perlu waktu untuk mencari tahu apa yang Anda inginkan untuk langkah selanjutnya. Jangan terburu-buru , tetapi jangan terlalu banyak menghabiskan waktu terobsesi dengan pilihan Anda.
Bahkan dapat membantu untuk membicarakan sesuatu dengan seseorang atau meminta perspektif yang berbeda. Berhati-hatilah untuk tidak menerima nasehat buta. Setelah Anda membuat keputusan, buat rencana tentang apa yang harus dilakukan jika segala sesuatunya tidak berjalan seperti yang Anda harapkan.
5. Merangkul ketidakpastian
Merasa khawatir atau merasa tidak pasti adalah hal yang biasa dan tak perlu pusing, asalkan Anda tidak membiarkannya mengambil alih hidup Anda. Tetapi, ketika Anda merangkul dan menerima kesalahan, kamu menjadi jauh lebih pintar, lebih bijaksana dan lebih percaya diri tentang pilihan yang Anda buat di masa depan. (M-2)
Jeni memang tercatat sebagai pemegang gelar Puteri Indonesia Riau 2024. Namun, posisi tersebut dinilai membawa tanggung jawab besar.
Studi Herbalife mengungkap 88 persen konsumen Indonesia rutin konsumsi suplemen, namun banyak yang belum memahami dosis aman dan risiko interaksi obat.
Kenali perbedaan bakteri, virus, jamur, dan protozoa serta cara efektif memutus rantai penyebaran kuman demi menjaga kesehatan tubuh.
Menjelang Hari Buruh, laporan Indonesia Health Insights Q2 2026 mengungkap telekonsultasi mampu tangani 95 persen kasus medis dan tekan biaya kesehatan hingga 15 persen.
Sering memangku laptop? Hati-hati, kebiasaan ini bisa memicu gangguan kulit, masalah kesuburan, hingga nyeri punggung. Simak penjelasan medis dan tips aman.
Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan kembali menorehkan prestasi membanggakan ditingkat nasional dengan meraih penghargaan sebagai Kota Unggul dalam Inovasi ibu dan anak.
Penelitian terbaru mengungkap sensasi "mistis" di gedung tua sering kali disebabkan oleh infrasonik dari pipa dan ketel uap, bukan makhluk halus.
Studi terbaru mengungkap ingatan manusia tidak akurat dalam melacak konsumsi alkohol. Simak mengapa catatan harian lebih efektif dibanding kuesioner medis biasa.
DI tengah tuntutan efisiensi dan produktivitas, perusahaan semakin mengandalkan pendekatan berbasis data dalam mengelola sumber daya manusia (SDM).
Pendekatan yang terlalu keras atau sepihak untuk membatasi penggunaan medsos justru berisiko membuat anak memberontak.
Studi PISA dan data global menunjukkan kemampuan kognitif Gen Z menurun di beberapa aspek. Apa penyebabnya dan keunggulannya?
Mengapa emosi bisa berujung kekerasan? Psikolog UGM & UI jelaskan peran Amigdala vs Prefrontal Cortex serta cara mencegah perilaku impulsif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved