Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MACHU Picchu, benteng kuno suku Inka yang tersembunyi di hutan awan Amazon, selama ini dikenal sulit dijangkau. Namun, pembangunan Bandara Internasional Chinchero diprediksi akan mengubah segalanya. Bandara ini ditargetkan mampu meningkatkan jumlah pengunjung hingga 200%, sebuah proyek ambisius yang kini memicu gelombang protes dari warga lokal dan ahli konservasi.
Selama ini, wisatawan harus menempuh perjalanan panjang dari Lima ke Cusco, lalu melanjutkan perjalanan darat dan kereta api selama berjam-jam. Bandara Chinchero hadir untuk memangkas waktu transit tersebut secara signifikan. Meski sempat mengalami penundaan selama sembilan tahun, pemerintah Peru kini memperkirakan proyek ini akan rampung pada akhir 2027.
Pemerintah Peru melalui Kementerian Transportasi dan Komunikasi menyatakan proyek senilai 2,3 triliun sol (sekitar Rp9,5 triliun) ini telah menciptakan 5.000 lapangan kerja konstruksi dan akan memberikan manfaat ekonomi bagi satu juta warga lokal. Bandara ini dirancang untuk menampung hingga delapan juta wisatawan per tahun.
Namun, bagi banyak pemandu wisata dan komunitas adat di Lembah Suci (Sacred Valley), proyek ini adalah ancaman bagi ekosistem dan warisan budaya. Pembangunan ini dikhawatirkan merusak daerah aliran sungai, habitat satwa liar, dan situs arkeologi pra-Inka.
Luis Flores, seorang pemandu wisata yang tumbuh di Lembah Suci, mencatat warisan pertanian kawasan tersebut kini berada di ujung tanduk. "Dengan puluhan pesawat yang mendarat dan lepas landas, area tersebut akan menjadi berbeda," ujar Flores.
Ia menambahkan bahwa banyak keluarga mulai menjual lahan pertanian mereka untuk pembangunan hotel. "Artinya, kita akan kehilangan banyak ladang tanaman."
Kekhawatiran utama lainnya adalah masalah pengelolaan pariwisata atau overtourism. Saat ini, kuota harian pengunjung Machu Picchu dibatasi antara 4.500 dan 5.600 orang. Lonjakan wisatawan yang masif dikhawatirkan akan mendorong situs rapuh ini melampaui batas kemampuannya.
Lizbeth Lopez Becerra, pemandu wisata asal Cusco, menekankan infrastruktur saat ini belum siap. Masalah kekurangan air, manajemen limbah yang buruk, hingga kemacetan lalu lintas sudah menjadi makanan sehari-hari.
Senada dengan itu, Petit Miribel, pemilik hotel butik Sol y Luna, mengingatkan pentingnya dampak jangka panjang. "Kita tidak bisa hidup hanya memikirkan hal itu (keuntungan jangka pendek). Kita harus berpikir jangka panjang untuk generasi mendatang, baik penduduk lokal maupun pengunjung," tegas Miribel.
Ia pun pesimistis mengenai penyelesaian proyek yang sudah puluhan tahun direncanakan ini. "Saya tidak tahu apakah kita akan hidup sampai melihat bandara itu dibuka. Tapi yang jelas bagi saya adalah bandara yang belum buka ini sudah mengubah wilayah ini. Kerusakannya sudah ada di sana."
UNESCO telah memperingatkan pengelolaan yang tidak memadai di Machu Picchu dapat membahayakan status Warisan Dunia situs tersebut. Kini, masa depan "Kota di Atas Awan" berada di persimpangan antara modernisasi akses dan pelestarian identitas sejarah yang tak ternilai. (BBC/Z-2)
Sengketa layanan bus menuju Machu Picchu memicu kekacauan dan membuat ribuan turis terdampar.
Program Mudik ke Jakarta yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendapat respons positif dan dinilai memberi dampak nyata bagi para mitra selama periode Lebaran 2026
KBRI Warsawa sukses gelar FamTrip 2026 untuk tour operator Polandia guna promosikan destinasi Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta sebagai pasar potensial Eropa.
Meningkatnya minat masyarakat Indonesia untuk berlibur ke Australia mendorong hadirnya pameran wisata yang menawarkan beragam kemudahan, promo menarik, dan inspirasi perjalanan.
PT Pelangi Hotel Internasional (PHI Group) memborong dua penghargaan sekaligus dalam ajang bergengsi Grand Honors 2026.
Dewan Pakar Pariwisata Taufan Rahmadi menekankan pentingnya destinasi alternatif di Labuan Bajo untuk cegah overtourism dan menjaga ekosistem Komodo.
FHTB 2026 hadir kembali di BNDCC Bali pada 28-30 April 2026. Menampilkan 200+ perusahaan global, kompetisi kuliner, dan tren pariwisata berkelanjutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved