36 Tahun Mengorbit, Hubble Space Telescope Tangkap Detail Lahirnya Bintang Baru

N Apuan Iskandar
21/4/2026 21:25
36 Tahun Mengorbit, Hubble Space Telescope Tangkap Detail Lahirnya Bintang Baru
Citra Nebula Trifid yang ditangkap oleh teleskop Hubble.(NASA)

BADAN antariksa Amerika Serikat, NASA, merayakan ulang tahun ke-36 teleskop luar angkasa Hubble Space Telescope dengan merilis citra terbaru yang menampilkan proses kelahiran bintang-bintang muda di Nebula Trifid. Gambar tersebut menghadirkan detail tajam dari salah satu kawasan pembentukan bintang paling aktif di galaksi Bima Sakti.

Nebula Trifid yang berjarak sekitar 5.000 tahun cahaya dari Bumi dikenal sebagai “stellar nursery”, yakni wilayah tempat gas dan debu kosmik runtuh dan membentuk bintang baru. Dalam citra terbaru ini, Hubble memperlihatkan struktur kompleks berupa filamen gas bercahaya, gumpalan debu gelap, serta semburan energi dari bintang muda yang masih dalam tahap awal evolusi.

Menurut NASA, wilayah yang diamati telah mengalami proses pembentukan bintang setidaknya selama 300.000 tahun. Bintang-bintang masif yang lebih dahulu terbentuk menghasilkan radiasi ultraviolet dan angin bintang yang sangat kuat, mendorong material di sekitarnya dan menciptakan gelembung besar. Tekanan ini kemudian memicu runtuhnya awan gas di area lain, sehingga melahirkan generasi bintang berikutnya.

Citra terbaru ini juga memiliki nilai ilmiah penting karena dapat dibandingkan dengan pengamatan Hubble sebelumnya pada tahun 1997. Dengan selisih waktu hampir tiga dekade, para ilmuwan kini mampu mengamati perubahan nyata, termasuk pergerakan jet plasma dari protobintang dan pergeseran struktur gas di dalam nebula. Fenomena ini memberikan bukti langsung bahwa proses kosmik dapat diamati dalam rentang waktu manusia.

Salah satu fitur menarik dalam gambar tersebut adalah struktur yang dijuluki “cosmic sea lemon”, yaitu awan gas padat yang menjadi tempat lahirnya bintang baru. Di dalamnya terdapat protobintang aktif yang terus memancarkan jet material berkecepatan tinggi. Interaksi antara jet ini dan lingkungan sekitarnya membentuk pola unik yang terekam jelas oleh instrumen Hubble.

Perbedaan warna dalam citra juga mencerminkan kondisi fisik di dalam nebula. Warna biru menunjukkan gas yang telah terionisasi oleh radiasi bintang masif, sementara area gelap menandakan konsentrasi debu tebal yang masih menyembunyikan bintang muda. Seiring waktu, radiasi tersebut akan mengikis material nebula hingga hanya menyisakan gugus bintang yang telah terbentuk sempurna.

Sejak diluncurkan pada 24 April 1990, Hubble telah menjadi salah satu instrumen paling berpengaruh dalam sejarah astronomi. Lebih dari 1,7 juta pengamatan telah dihasilkan, memberikan kontribusi besar dalam memahami evolusi bintang, galaksi, hingga ekspansi alam semesta.

Ke depan, NASA menyebut pengamatan terhadap wilayah seperti Nebula Trifid akan terus dilanjutkan, termasuk melalui kolaborasi dengan teleskop generasi baru seperti James Webb Space Telescope. Kombinasi data dari berbagai instrumen ini diharapkan mampu mengungkap lebih dalam proses kompleks di balik kelahiran bintang. (NASA Science, Space Telescope Science Institute/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya