NASA Konfirmasi Peluncuran Rover Rosalind Franklin Milik ESA ke Mars

Media Indonesia
18/4/2026 11:00
NASA  Konfirmasi Peluncuran Rover Rosalind Franklin Milik ESA ke Mars
Ilustrasi(Dok NASA)

NASA secara resmi telah memulai tahap implementasi untuk mendukung misi penjelajah (rover) Mars milik Badan Antariksa Eropa (ESA), Rosalind Franklin. Langkah ini menandai babak baru dalam kolaborasi transatlantik untuk mencari tanda-tanda kehidupan kuno di Planet Merah.

Melalui kerja sama ini, NASA akan menyediakan elemen-elemen kunci yang sebelumnya menjadi kendala setelah penghentian kerja sama ESA dengan Rusia. Dukungan NASA mencakup unit pemanas radioisotop, elemen-elemen penting pada sistem pendaratan, serta mesin peluncur untuk menerbangkan misi tersebut.

“Memulai implementasi ini merupakan tonggak sejarah yang luar biasa,” ujar Nicola Fox, administrator asosiasi untuk Direktorat Misi Sains di Markas Besar NASA. “Instrumen unik dari misi Rosalind Franklin akan memberikan wawasan mendalam tentang sejarah geologi Mars dan membantu kita menjawab pertanyaan fundamental: apakah kita sendirian di alam semesta?”

Penjelajah Rosalind Franklin memiliki keunggulan yang tidak dimiliki misi Mars sebelumnya, yaitu kemampuan untuk melakukan pengeboran hingga kedalaman dua meter di bawah permukaan Mars. Para ilmuwan percaya bahwa pada kedalaman tersebut, sampel organik lebih terlindungi dari radiasi keras dan suhu ekstrem di permukaan, sehingga peluang untuk menemukan bukti kehidupan masa lalu menjadi lebih besar.

Partisipasi NASA dalam misi ini tidak hanya terbatas pada logistik peluncuran. NASA juga berkontribusi pada instrumen Mars Organic Molecule Analyser (MOMA), yang akan menjadi perangkat utama pada rover untuk mendeteksi senyawa organik dalam sampel tanah yang diambil dari bawah permukaan.

Misi Rosalind Franklin dijadwalkan untuk diluncurkan dari Kennedy Space Center, Florida, pada tahun 2028. Setelah mendarat di Mars, rover ini akan menjelajahi wilayah Oxia Planum, sebuah dataran kuno yang kaya akan mineral lempung dan diduga pernah memiliki aktivitas air di masa lalu.

Kolaborasi ini memperkuat komitmen global dalam eksplorasi ruang angkasa secara robotik. Selain mencari jejak biologis, data yang dikumpulkan oleh Rosalind Franklin akan melengkapi temuan dari misi Perseverance dan Curiosity milik NASA, memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai potensi huni di Planet Mars bagi manusia di masa depan. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya