Misteri Melambatnya Pertumbuhan Lubang Hitam Terjawab: Alam Semesta Kehabisan Gas!

Thalatie K Yani
07/4/2026 11:00
Misteri Melambatnya Pertumbuhan Lubang Hitam Terjawab: Alam Semesta Kehabisan Gas!
Galaksi J033225 bersinar lebih terang dalam sinar-X daripada galaksi J033215 karena konsumsinya yang lebih besar.(Sinar-X: NASA/CXC/Penn State Univ)

SELAMA bertahun-tahun, para astronom dibuat bingung oleh fenomena melambatnya pertumbuhan lubang hitam terbesar di alam semesta dalam 10 miliar tahun terakhir. Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam The Astrophysical Journal akhirnya memberikan jawaban atas teka-teki astrofisika tersebut: lubang hitam kini sedang "kelaparan" gas.

Lubang hitam supermasif (Supermassive Black Holes atau SMBH) memiliki daya tarik gravitasi luar biasa yang memungkinkan mereka tumbuh jutaan hingga miliaran kali massa matahari. Pada beberapa miliar tahun pertama setelah Big Bang, pertumbuhan ini terjadi sangat cepat. Namun, laju tersebut merosot tajam sejak periode yang disebut "Cosmic Noon", saat alam semesta baru berusia kurang dari seperempat dari usianya saat ini.

Bukan Kurang Jumlah, Tapi Kurang 'Makanan'

Penelitian yang melibatkan data dari teleskop sinar-X ternama seperti Chandra milik NASA, XMM-Newton (ESA), dan eROSITA ini menguji beberapa hipotesis. Apakah jumlah lubang hitam yang aktif berkurang? Atau apakah ukuran mereka memang lebih kecil sehingga kurang rakus?

Ternyata, penyebab utamanya adalah menipisnya ketersediaan materi untuk dikonsumsi. Fan Zou, astronom dari University of Michigan sekaligus rekan penulis studi, menjelaskan bahwa individu lubang hitam kini mengonsumsi materi jauh lebih lambat.

"Kami tahu lubang hitam tumbuh lebih lambat, tetapi tidak tahu mengapa, dan ternyata lubang hitam secara individu mengonsumsi material jauh lebih tidak cepat, daripada sekadar jumlah lubang hitam yang tumbuh lebih sedikit atau lebih kecil," ujar Fan Zou.

Penurunan Drastis Sejak 10 Miliar Tahun Lalu

Para peneliti menganalisis pengamatan multi-panjang gelombang terhadap 1,3 juta galaksi dan 8.000 SMBH yang aktif menyemburkan sinar-X. Hasilnya menunjukkan konsumsi lubang hitam melambat seiring berkurangnya jumlah gas dingin di alam semesta sejak era Cosmic Noon.

Neil Brandt, astrofisikawan dari Penn State, memperkirakan penurunan laju pertumbuhan ini mencapai faktor 22 kali lipat. "Meskipun studi ini tidak membahas pertumbuhan cepat lubang hitam yang membingungkan di awal alam semesta, ia melakukan tugas terbaik sejauh ini dalam menjelaskan 75% sisa waktu kosmik," tambahnya.

Era Keemasan Lubang Hitam Telah Berakhir

Data menunjukkan bahwa populasi lubang hitam supermasif sebenarnya sudah hampir menetap sejak 7 miliar tahun yang lalu. Kecil kemungkinan akan muncul populasi SMBH baru yang tumbuh signifikan di masa depan.

"Kami tidak berharap banyak SMBH muncul dan tumbuh secara signifikan di masa depan," kata Zou. Riset ini mengonfirmasi bahwa era pertumbuhan liar lubang hitam raksasa kini telah menjadi bagian dari sejarah masa lalu alam semesta. (Live Science/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya