Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HARI Rabu (01/04) pukul 18.24 EDT menjadi penanda kembalinya misi manusia ke Bulan dalam peluncuran penerbangan Misi Artemis II NASA. Misi ini merupakan peluncuran berawak pertama roket Space Launch System (SLS) NASA dan pesawat ruang angkasa Orion.
Artemis II membawa empat astronot untuk melakukan perjalanan di Bulan selama sepuluh hari. Misi ini bertujuan untuk menguji teknologi yang diperlukan dalam eksplorasi Bulan jangka panjang dan misi manusia ke Mars.
Namun, peluncuran Artemis II sempat mengalami kendala teknis yang menyebabkan terputusnya komunikasi antara para astronot dengan tim NASA di Bumi. Putusnya komunikasi ini berlangsung selama 40 menit, membiarkan keempat astronot sendirian di kegelapan luar angkasa.
Setelah tim manajemen misi memberikan persetujuan bagi pesawat ruang angkasa Orion, para astronot segera menyalakan mesin utamanya selama lima menit dan lima puluh detik untuk menyelesaikan manuver injeksi translunar (TLI) yang berguna untuk mengirimkan awak Orion keluar dari orbit Bumi dan menuju lintasan ke Bulan.
Para anggota kru yang terdiri dari astronot NASA Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan astronot Badan Antariksa Kanada, Jeremy Hansen, juga telah berhasil memeriksa dan mengaktifkan perangkat ilmiah untuk mempelajari dampak radiasi ruang angkasa yang tinggi terhadap kesehatan manusia selama perjalan ke Bulan.
Sayangnya, pada hari Senin (06/04), para astronot yang tengah melewati balik Bulan pada pukul 18.47 EDT, mengalami kendala komunikasi. Sinyal radio dan laser yang memungkinkan komunikasi dua arah antara pesawat ruang angkasa dan Bumi terhalang oleh Bulan itu sendiri.
Kendala komunikasi ini terjadi selama kurang lebih 40 menit yang menjadi momen kesendirian dan keheningan bagi keempat astronot tersebut di luar angkasa. Salah satu astronot pada Artemis II, Victor Glover, mengungkapkan bahwa ia berharap dunia akan menggunakan waktu ini untuk bersatu.
“Saat kita berada di balik Bulan, terputus dari semua orang, mari kita jadikan itu sebagai kesempatan. Mari kita berdoa, berharap, kirimkan pikiran dan perasaan baik agar kita dapat kembali terhubung dengan kru,” ungkap Glover.
Menanggapi kendala komunikasi ini, NASA memberikan pernyataan bahwa para insinyur mereka telah mengidentifikasi penyebab hilangnya komunikasi dua arah akibat masalah konfigurasi di stasiun Bumi yang melibatkan sistem satelit pelacak dan relai data. Masalah ini pun telah diperbaiki tanpa berdampak pada operasi misi.
Memasuki hari keenam di luar angkasa, Artemis II telah menyelesaikan pembakaran koreksi keluar untuk menyempurnakan lintasan pesawat Orion menuju Bulan. Keempat astronot juga telah menyelesaikan pengujian pakaian Orion Crew Survival System (OCSS) yang akan melindungi mereka selama fase penerbangan.
Di hari yang sama ketika para astronot kehilangan kontak dengan tim di Bumi, mereka dijadwalkan memasuki pengaruh Bulan dan akan menggunakan gravitasi Bulan sebagai gaya dominan yang mengendalikan lintasan Orion.
Meskipun sempat mengalami kendala komunikasi, tetapi hari keenam misi Artemis II menjadi landasan bagi acara utama penerbangan awak untuk mengelilingi sisi jauh dari Bulan, menjadikan misi ini berada pada jarak terdekat dengan benda angkasa tersebut.
Sumber: BBC, NASA
NASA kembali meluncurkan flight kit pada Rabu (1/4).
Melalui program Send Your Name to Space with Artemis II, siapa pun kini bisa mengirimkan nama mereka untuk mengorbit Bulan secara simbolis pada misi berawak pertama dalam lebih dari 50 tahun.
NASA mendukung misi European Space Agency ExoMars. Rover Rosalind Franklin ditargetkan meluncur 2028 untuk mencari jejak kehidupan di Mars.
NASA mempercepat ambisi ke Bulan lewat proyek MoonFall. Empat drone "hopper" akan dikirim untuk memetakan Kutub Selatan Bulan sebelum pendaratan astronot 2028.
Keempat astronot yang terdiri dari Reid Wiseman sebagai komandan, Victor Glover sebagai pilot, serta Christina Koch dan Jeremy Hansen.
Rover Curiosity NASA menemukan molekul organik kompleks di Kawah Gale, Mars. Temuan ini memperkuat kemungkinan adanya bahan penyusun kehidupan di masa lalu.
Asteroid Apophis akan melintas dekat Bumi pada 13 April 2029. NASA memastikan aman, sekaligus jadi peluang langka untuk penelitian kosmik.
NASA telah resmi mengumumkan penugasan empat kru dari tiga agen antariksa berbeda untuk menjalankan misi SpaceX Crew-13.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved