Astronaut Artemis II Sempat Kehilangan Kontak dengan Bumi

Asha Bening Rembulan
06/4/2026 23:05
Astronaut Artemis II Sempat Kehilangan Kontak dengan Bumi
Gambar Bumi yang diterangi oleh kegelapan ruang angkasa dan tampak semakin kecil saat awak pesawat Misi Artemis II mulai mendekati Bulan.(Doc NASA)

HARI Rabu (01/04) pukul 18.24 EDT menjadi penanda kembalinya misi manusia ke Bulan dalam peluncuran penerbangan Misi Artemis II NASA. Misi ini merupakan peluncuran berawak pertama roket Space Launch System (SLS) NASA dan pesawat ruang angkasa Orion. 

Artemis II membawa empat astronot untuk melakukan perjalanan di Bulan selama sepuluh hari. Misi ini bertujuan untuk menguji teknologi yang diperlukan dalam eksplorasi Bulan jangka panjang dan misi manusia ke Mars.

Namun, peluncuran Artemis II sempat mengalami kendala teknis yang menyebabkan terputusnya komunikasi antara para astronot dengan tim NASA di Bumi. Putusnya komunikasi ini berlangsung selama 40 menit, membiarkan keempat astronot sendirian di kegelapan luar angkasa.

Komunikasi Terputus Selama 40 Menit

Setelah tim manajemen misi memberikan persetujuan bagi pesawat ruang angkasa Orion, para astronot segera menyalakan mesin utamanya selama lima menit dan lima puluh detik untuk menyelesaikan manuver injeksi translunar (TLI) yang berguna untuk mengirimkan awak Orion keluar dari orbit Bumi dan menuju lintasan ke Bulan.

Para anggota kru yang terdiri dari astronot NASA Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan astronot Badan Antariksa Kanada, Jeremy Hansen, juga telah berhasil memeriksa dan mengaktifkan perangkat ilmiah untuk mempelajari dampak radiasi ruang angkasa yang tinggi terhadap kesehatan manusia selama perjalan ke Bulan.

Sayangnya, pada hari Senin (06/04), para astronot yang tengah melewati balik Bulan pada pukul 18.47 EDT, mengalami kendala komunikasi. Sinyal radio dan laser yang memungkinkan komunikasi dua arah antara pesawat ruang angkasa dan Bumi terhalang oleh Bulan itu sendiri.

Kendala komunikasi ini terjadi selama kurang lebih 40 menit yang menjadi momen kesendirian dan keheningan bagi keempat astronot tersebut di luar angkasa. Salah satu astronot pada Artemis II, Victor Glover, mengungkapkan bahwa ia berharap dunia akan menggunakan waktu ini untuk bersatu.

“Saat kita berada di balik Bulan, terputus dari semua orang, mari kita jadikan itu sebagai kesempatan. Mari kita berdoa, berharap, kirimkan pikiran dan perasaan baik agar kita dapat kembali terhubung dengan kru,” ungkap Glover.

Menanggapi kendala komunikasi ini, NASA memberikan pernyataan bahwa para insinyur mereka telah mengidentifikasi penyebab hilangnya komunikasi dua arah akibat masalah konfigurasi di stasiun Bumi yang melibatkan sistem satelit pelacak dan relai data. Masalah ini pun telah diperbaiki tanpa berdampak pada operasi misi.

Perkembangan Terkini Artemis II

Memasuki hari keenam di luar angkasa, Artemis II telah menyelesaikan pembakaran koreksi keluar untuk menyempurnakan lintasan pesawat Orion menuju Bulan. Keempat astronot juga telah menyelesaikan pengujian pakaian Orion Crew Survival System (OCSS) yang akan melindungi mereka selama fase penerbangan.

Di hari yang sama ketika para astronot kehilangan kontak dengan tim di Bumi, mereka dijadwalkan memasuki pengaruh Bulan dan akan menggunakan gravitasi Bulan sebagai gaya dominan yang mengendalikan lintasan Orion. 

Meskipun sempat mengalami kendala komunikasi, tetapi hari keenam misi Artemis II menjadi landasan bagi acara utama penerbangan awak untuk mengelilingi sisi jauh dari Bulan, menjadikan misi ini berada pada jarak terdekat dengan benda angkasa tersebut.

Sumber: BBC, NASA

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya