Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DUNIA astronomi tengah bersiap menyambut kehadiran tamu istimewa. Sebuah komet yang baru ditemukan diprediksi akan memberikan pertunjukan memukau dalam beberapa minggu ke depan. Jika berhasil bertahan dari suhu ekstrem saat mendekati matahari, objek luar angkasa ini berpotensi menjadi "Komet Paskah" yang terlihat jelas pada awal April mendatang.
Komet bernama resmi C/2026 A1 (MAPS) ini ditemukan secara fotografis pada 13 Januari 2026 di observatorium AMACS1, San Pedro de Atacama, Cile. Penemunya adalah empat astronom asal Prancis yang tergabung dalam program pencarian asteroid dekat Bumi bernama MAPS, akronim dari nama belakang mereka: Alain Maury, Georges Attard, Daniel Parrott, dan Florian Signoret.
Saat pertama kali ditemukan, Komet MAPS berada sekitar 308 juta kilometer dari matahari dengan cahaya yang sangat redup. Namun, sejak saat itu, kecemerlangannya telah meningkat hingga 600 kali lipat. Saat ini, komet tersebut sudah cukup terang untuk dideteksi menggunakan teleskop amatir seiring kecepatannya yang meningkat menuju titik terdekat dengan matahari (perihelion) pada 4 April mendatang.
Daya tarik utama komet ini adalah statusnya sebagai kelompok Kreutz sungrazer. Kelompok ini dikenal melahirkan komet-komet paling terang dalam sejarah, seperti Komet Ikeya-Seki (1965) dan Komet Lovejoy (2011).
Pada puncak lintasannya, Komet MAPS akan melintas hanya sekitar 159.300 kilometer dari fotosfer matahari. Di sana, ia harus menghadapi korona matahari yang panasnya mencapai 1,1 juta derajat Celsius. Ada kemungkinan komet ini akan hancur lebur oleh panas ekstrem atau terkoyak oleh gaya gravitasi matahari yang masif. Namun, jika ia bergerak cukup cepat, melebihi 1,6 juta kilometer per jam, ia berpeluang selamat dan muncul sebagai pemandangan indah di langit pagi.
Astronom asal Jepang, Seiichi Yoshida, memperkirakan kecerahan komet ini bisa menyamai planet Venus saat mencapai perihelion. Meski menggoda untuk dilihat langsung di siang hari, para ahli memperingatkan bahaya mengamati objek yang terlalu dekat dengan piringan matahari. Menatap matahari secara langsung, meski sebentar, dapat menyebabkan kerusakan retina permanen tanpa rasa sakit. Penggunaan kacamata hitam, teleskop biasa, atau binokular tidak akan melindungi mata dari risiko kebutaan.
Cara paling aman untuk menyaksikan detik-detik komet ini "mencium" matahari adalah melalui layar komputer. Publik dapat memantau citra dari wahana antariksa Solar and Heliospheric Observatory (SOHO) milik NASA/ESA.
Komet MAPS akan masuk dalam jangkauan kamera SOHO LASCO C3 mulai 2 April pukul 19.00 WIB hingga 6 April pukul 12.00 WIB. Dalam periode tersebut, komet akan terlihat melintas di belakang matahari sebelum akhirnya meluncur cepat ke depan dalam kurva tajam yang dramatis. (Space/Z-2)
Sebuah komet baru yang melesat menuju Matahari disebut berpotensi menjadi “Komet Besar” pada April mendatang. Komet itu bernama C/2026 A1 (MAPS).
Badan Antariksa Eropa (ESA) membuka proyek sains warga Space Warps. Publik diajak mencari lensa gravitasi langka dalam data Teleskop Euclid yang belum pernah dipublikasikan.
Peneliti ungkap bagaimana materi gelap membantu pembentukan lubang hitam supermasif di awal semesta, memecahkan misteri temuan teleskop James Webb.
Astronom berhasil memetakan Supercluster Vela yang selama ini tersembunyi. Memiliki massa 30 kuadriliun matahari, struktur ini jadi salah satu objek terbesar di alam semesta.
Asteroid Apophis akan melintas dekat Bumi pada 13 April 2029. NASA memastikan aman, sekaligus jadi peluang langka untuk penelitian kosmik.
Asteroid 99942 Apophis akan melintas sangat dekat ke Bumi pada 13 April 2029. NASA memastikan tidak ada ancaman tabrakan dalam 100 tahun ke depan.
Okultasi asteroid Strenua akan terjadi 26 April 2026 pukul 19.41 WIB. Fenomena “gerhana bintang” ini langka dan dapat diamati dari Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved