Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITIAN mengungkap fakta mengenai kehidupan manusia purba di Eropa. Temuan dari Gua Maszycka di Polandia ini menunjukkan bahwa sekitar 18.000 tahun lalu, sekelompok manusia dari budaya Magdalenian kemungkinan melakukan praktik kanibalisme. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports dan dianggap sebagai salah satu bukti paling kuat mengenai kanibalisme pada masa tersebut.
Gua Maszycka pertama kali digali pada akhir abad ke-19 dan kembali diteliti pada 1960-an. Dari penggalian itu, peneliti menemukan ratusan tulang yang berasal dari hewan serta manusia, termasuk laki-laki, perempuan, dan anak-anak. Peneliti memperkirakan usia tulang-tulang itu capai hingga 18.000 tahun.
Awalnya, bekas potongan pada tulang hanya dianggap sebagai bagian dari ritual atau proses penguburan. Namun, penelitian terbaru mengubah pandangan tersebut. Ketika arkeolog, Francesc Marginedas meninjau ulang kotak-kotak tulang yang telah disimpan selama lebih dari satu abad itu, ia menemukan bagian-bagian baru yang sebelumnya terlewat.
Tulang-tulang itu menunjukkan bekas potongan dalam dan patahan yang sangat mirip dengan proses pengambilan daging pada hewan buruan. Tulang tersebut adalah tulang, paha, lengan, hingga tulang selangka.
Para peneliti menyimpulkan bahwa tubuh manusia dipotong segera setelah kematian, lalu tulangnya dipatahkan untuk mengambil sumsum yang kaya lemak. Tindakan ini tidak menunjukkan adanya ritual khusus, karena pecahan tengkorak dan tulang dibuang begitu saja seperti sisa-sisa hewan.
“Nutrisi (manusia) diekstraksi semaksimal mungkin,” kata salah satu peneliti, mengutip dari laman Science.
Meski begitu, para ahli menilai bahwa tindakan ini bukan disebabkan kelaparan. Setelah zaman es mencair, hewan buruan justru melimpah. Hal ini membuka kemungkinan bahwa kanibalisme dilakukan sebagai bentuk kekerasan atau simbol penghinaan terhadap kelompok musuh. Beberapa ahli menduga konflik perebutan wilayah yang terjadi ketika lapisan es mencair dan wilayah baru terbuka bisa menjadi pemicunya.
Namun, teori ini sulit dibuktikan secara pasti. Tulang-tulang yang ditemukan sudah sangat rusak sehingga jejak luka atau kekerasan tidak lagi terlihat. Selain itu, penelitian genetik menunjukkan bahwa para korban memiliki garis keturunan yang sama dengan kelompok Magdalenian di Eropa Barat, sehingga tidak jelas apakah mereka adalah musuh atau justru bagian dari kelompok yang sama.
Sumber: Science.
Penelitian terbaru di Spanyol mengungkap bagaimana manusia purba Neanderthal berbagi gua dengan beruang gua melalui pembagian ruang ekologis yang unik.
Di satu sisi, pengaruh ini bisa memberi keuntungan, seperti kemampuan visual yang lebih tajam. Namun di sisi lain, ada indikasi bahwa fungsi sosial dan kognitif tertentu bisa ikut terpengaruh.
Para peneliti kemudian bereksperimen dengan mengolah batu sendiri menggunakan gigi badak modern yang mereka peroleh dari tiga kebun binatang di Prancis.
Penelitian terbaru di Gua Goyet, Belgia, mengungkap bukti mengerikan kanibalisme Neanderthal yang menargetkan orang asing, khususnya perempuan dan anak-anak.
Penelitian terbaru menemukan ukiran cangkang telur burung unta di Afrika menunjukkan kemampuan berpikir geometris manusia purba sudah sangat maju sejak 60 ribu tahun lalu.
Penelitian terbaru mengungkap Neanderthal dan pemburu Mesolitikum mengubah ekosistem Eropa melalui api dan perburuan megafauna jauh sebelum era pertanian dimulai.
Capuchin (Cebus imitator) merupakan hewan omnivora yang sering memangsa vertebrata kecil seperti kadal, tupai, burung, hingga anak coati.
Film Labinak: Mereka Ada di Sini menyuguhkan ketegangan yang membelit, mengikuti kisah Najwa (Raihaanun), seorang ibu yang baru diterima sebagai guru di sekolah swasta elit.
Fosil di Gran Dolina ungkap balita Homo antecessor dipenggal dan dimakan 850.000 tahun lalu, bukti kanibalisme tertua di Eropa.
Sebuah tim peneliti internasional, termasuk ilmuwan dari Universitas Göttingen, berhasil mengungkap praktik penguburan yang mencengangkan dari masyarakat Zaman Es Akhir di Eropa Tengah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved