Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SISTEM Sistem tata surya merupakan struktur alam semesta yang rumit, di mana berbagai benda langit berputar secara teratur mengelilingi Matahari.
Pemahaman kita mengenai sistem ini tidak hanya terbatas pada planet-planet besar, tetapi juga mencakup banyak objek luar angkasa lainnya yang memiliki peranan penting dalam interaksi kosmik. Artikel ini akan menjelaskan berbagai jenis benda langit dan ciri-cirinya.
Tata surya kita pada dasarnya terdiri dari Matahari yang menjadi pusat gaya gravitasinya, dengan benda-benda lain yang bergerak pada orbit mereka sendiri.
Planet adalah komponen yang paling dikenal, terdiri dari delapan benda langit yang dibagi menjadi dua kategori besar berdasarkan elemen dan posisi mereka.
Keempat planet yang paling dekat dengan Matahari — Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars — disebut sebagai planet terrestrial atau planet dalam.
Planet-planet tersebut memiliki ciri-ciri permukaan berbatu dan solid. Mars, khususnya, telah menjadi fokus eksplorasi yang mendalam karena kemungkinan adanya air di masa lalu.
Di luar Sabuk Asteroid, terdapat empat planet gas raksasa: Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Jupiter dan Saturnus merupakan raksasa gas yang sebagian besar terbuat dari hidrogen dan helium, sedangkan Uranus dan Neptunus digolongkan sebagai raksasa es karena memiliki kadar air, amonia, dan metana yang tinggi.
Selain planet, ada benda-benda lain yang turut mengelilingi Matahari:
Planet Katai: Kategori ini terdiri dari objek-objek seperti Pluto, Ceres, dan Eris. Meskipun memiliki massa cukup untuk menarik gravitasi sendiri, mereka tidak cukup besar untuk membersihkan orbitnya dari benda lain.
Keberadaan dan hubungan antara semua benda langit ini membentuk tata surya yang dinamis dan terorganisir. Setiap objek memiliki fungsi khas dalam ekosistem kosmik ini, yang terus menjadi bahan studi dan penemuan ilmiah. (NASA, MI dan Byjus/Z-1)
hingga saat ini belum teknologi yang mampu untuk menghitung jarak orbit secara presisi untuk mengetahui berapa lama pergi ke planet lain.
Banyak orang mengira bintang benar-benar berkelip atau berubah-ubah cahaya. Namun, faktanya tidak demikian. Dilansir dari laman Online Star Register, efek berkelip tersebut bukan berasal
Ternyata bintang tidak benar-benar berkelip. Fenomena scintillation atmosfer inilah yang menyebabkan cahaya bintang tampak bergetar dan berubah warna.
Perubahan definisi sains umumnya memerlukan perdebatan panjang dan pemungutan suara oleh para ilmuwan dari seluruh dunia, bukan melalui perintah eksekutif.
Suhu permukaannya diperkirakan mencapai 1.900 derajat Celsius, yang cukup panas untuk melelehkan batuan menjadi lautan magma global yang membentang hingga ribuan kilometer
Pada 28 Februari, enam planet akan muncul sesaat setelah matahari terbenam. Enam planet tersebut, yaitu Merkurius, Venus, Neptunus, Saturnus, Uranus, dan Jupiter.
Asteroid 99942 Apophis akan melintas sangat dekat ke Bumi pada 13 April 2029. NASA memastikan tidak ada ancaman tabrakan dalam 100 tahun ke depan.
Sempat diprediksi akan menghiasi langit malam tahun 2020, Komet C/2019 Y4 ATLAS justru hancur berkeping-keping. Kini, astronom menemukan bukti baru sisa fragmennya.
Pelajari perbedaan meteoroid, meteor, dan meteorit serta asal-usul “bintang jatuh”
SPICA adalah bintang terang ke-15 di langit dan yang paling terang di rasi bintang Virgo. Dikenal juga dengan nama Alpha Virginis, Spica berjarak sekitar 250 tahun cahaya dari Bumi.
Tahun 2025 diprediksi menjadi tahun penting dalam sejarah penemuan benda langit, dengan peningkatan signifikan dalam penemuan komet gelap yang belum teridentifikasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved