Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ARTIFICIAL Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan memiliki peran penting dalam dunia bisnis. Akan tetapi, tidak semua AI dapat diterapkan di dunia bisnis.
Menurut kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia, tingkat adopsi AI meningkat sebesar 34% antara 2022 dan 2024. Melihat masifnya penggunaan AI dalam segala bidang kehidupan, tanpa terkecuali dunia bisnis, membuat banyak pihak menilai teknologi baru ini sebagai ‘tulang punggung’ yang banyak memberikan manfaat bagi individu maupun bisnis.
Senior Vice President Snowflake kawasan ASEAN dan India, Sanjay Deshmukh, menegaskan pentingnya membedakan AI konsumen yang sangat populer saat ini (misalnya ChatGPT dan Midjourney) dengan AI Perusahaan. Hal itu karena tidak semua AI dapat dijalankan dalam dunia bisnis.
Baca juga : Perusahaan Cip AI Inggris Dibeli Konglomerat Jepang
“Saya ingin berbicara tentang perbedaan antara AI konsumen dan AI perusahaan. Alasannya penting adalah karena AI konsumen sangat populer. Semua orang tahu ChatGPT, Midjourney, dan semua alat itu tidak bagus untuk perusahaan. Perusahaan memiliki data pelanggan dan mereka harus menjaga data tersebut,” tegas Sanjay dalam acara media briefing Snowflake di Hotel Raffles, Jakarta Selatan, Rabu (25/9).
Sanjay menambahkan, AI konsumen atau yang biasa digunakan banyak orang, memiliki tingkat akurasi yang cendrung rendah. Hal ini akan membawa dampak buruk jika AI konsumen dioperasikan dalam dunia bisnis/perusahaan.
“Anda tidak bisa mendapatkan akurasi 78% dalam AI konsumen yang bagus. Dan Anda mampu berhalusinasi 20% dari waktu. Dalam bisnis perusahaan, AI perusahaan halusinasi harus 0% dan Anda harus 100% akurat. Itulah sebabnya kami mengedukasi bahwa AI konsumen tidak baik untuk perusahaan,” lanjutnya.
Baca juga : Taipei, Kota Cerdas Berkelanjutan Bawa Peluang Bisnis Hijau ke Indonesia
Selain keakuratannya yang belum teruji, AI konsumen juga ternyata dapat mengancam keamanan dan privasi data. Hal itu dipengaruhi cara kerja AI yang melibatkan pengumpulan, penyimpanan, dan pengolahan data.
“Kami melihat bahwa pelanggan kami menghadapi tantangan keamanan dan privasi. Ini adalah masalah nomor satu,” tutur Sanjay.
AI konsumen (populer) adalah serangkaian teknologi yang memungkinkan komputer menjalankan fungsi tingkat lanjut, seperti kemampuan melihat, memahami, membuat rekomendasi, analisis data, dan masih banyak lagi.
Sedangkan, AI perusahaan lebih dari sekadar otomatisasi sederhana. Dengan memanfaatkan set data besar dan algoritma canggih dapat membantu memecahkan masalah bisnis kompleks, meningkatkan efisiensi dan mendorong inovasi. (Z-1)
Dicoding kembali menggelar ajang tahunan bergengsi, Dicoding Developer Conference (DDC) 2026.
Shadow AI menjadi ancaman baru keamanan data perusahaan. Pelajari contoh, risiko, serta tools pencegahan untuk menjaga integritas sistem Anda.
Agentic AI memungkinkan perusahaan bergerak lebih cepat, adaptif, dan presisi dalam merespons kebutuhan pelanggan.
AI juga menciptakan ilusi yang menenangkan sekaligus berbahaya: keyakinan bahwa konflik dapat diprediksi dan dikendalikan sepenuhnya melalui data.
Di saat dunia sudah berpindah ke teknologi kecerdasan buatan (AI) real-time trading, sebagian broker ritel di Indonesia masih bertahan dengan sistem trading saham lama.
Dengan adanya perubahan kebijakan SLIK OJK, kesempatan jadi terbuka untuk banyak calon pembeli rumah yang sebelumnya tidak bisa melanjutkan proses pembelian.
HID merilis Security and Identity Report 2026 yang mengungkap 7 tren utama keamanan global, mulai dari biometrik hingga integrasi identitas fisik-digital.
Gangguan sistem atau downtime menjadi ancaman serius bagi produktivitas perusahaan. Simak solusi infrastruktur IT dari PT Nusa Network Prakarsa.
Sering kali, perusahaan terjebak di tahap percontohan karena demo terlihat bagus.
Pemprov DKI Jakarta tegas tindak perusahaan pelanggar THR 2026. Sanksi mulai teguran tertulis hingga pembekuan usaha. Cek cara lapor di Posko THR di sini!
DALAM rangka memperkuat penetrasi pasar dan memaksimalkan potensi pembiayaan di wilayah Jawa Barat, PT Shinhan Indo Finance (SIF) mengoptimalkan kembali operasional Kantor Cabang Bandung.
Dalam rancangan awal, kewajiban ini akan menyasar perusahaan dengan skala besar, yakni yang memiliki jumlah karyawan minimal 2.000 orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved