Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia (BI) mencatat penjualan eceran pada Mei 2019 tumbuh sebesar 7,7% (yoy).
KKI 2019 berbeda dari konsep acara di tahun-tahun sebelumnya karena para pelaku UMKM akan dipertemukan dengan lembaga keuangan, marketplace, dan agregator/importir luar negeri.
Dampak dari perang dagang terhadap kinerja ekspor Indonesia sudah mulai terlihat di Kuartal II 2019, terutama ekspor komoditas maupun manufaktur.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Kuartal I 2019 hanya mencapai 5,07%.
BANK Indonesia mencatat adanya kenaik-an devisa menjadi US$123,8 miliar pada akhir Juni 2019.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan tingginya aliran modal asing yang masuk ke Indonesia merupakan satu bentuk kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengungkapkan, BI memandang cadangan devisa tetap memadai dengan didukung stabilitas dan prospek ekonomi yang tetap baik.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengaku optimistis pertemuan G-20 akan memberikan dampak positif bagi kondisi perekonomian global, khususnya Indonesia.
Bank Indonesia (BI) Regional DKI Jakarta optimistis pertumbuhan ekonomi DKI akan tumbuh sebesar 6,5%. Hal tersebut setelah adanya perhitungan asesmen yang dilakukan oleh BI.
BANK Indonesia (BI) mempercepat upaya penciptaan aktivitas ekonomi baru melalui pengembangan produk unggulan daerah
Hal tersebut merupakan respon positif pasar, khususnya para investor yang masih menaruh kepercayaan penuh pada Indonesia.
Penyebab inflasi masih sama seperti bulan Mei, yakni bahan pangan dan harga angkutan umum.
Suku bunga kredit menurun pada Mei 2019, sementara suku bunga simpanan bergerak bervariasi.
BANK Indonesia (BI) memangkas biaya transfer yang dibebankan perbankan kepada nasabah melalui sistem kliring nasional menjadi maksimal Rp3.500 per transaksi dari Rp5.000 per transaksi
Perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang tidak kunjung mereda menjadi salah satu pertimbangan Bank Indonesia (BI) mempertahankan tingkat suku bunga acuan di level 6% bulan ini.
BANK Indonesia (BI) merespons keluhan ketatnya likuiditas perbankan dengan menurunkan ketentuan besaran giro wajib minimum (GWM)
Ia juga memuji kebijakan BI yang tetap mempertahankan tingkat suku bunga deposit facility dan bunga lending facility di level 5,25% dan 6,75%.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengungkapkan keputusan tersebut sudah mempertimbangkan kondisi ekonomi baik di luar maupun dalam negeri.
BAK makan buah simalakama, Bank Indonesia (BI) saat ini dinilai dalam posisi dilematis untuk menurunkan atau justru tetap mempertahankan tingkat suku bunga acuan.
Hal itu dilakukan demi menahan arus modal asing keluar serta menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved