Ibrahima Konate Kecewa: Drama Pembatalan Penalti VAR Jadi Mimpi Buruk Liverpool di Liga Champions

Thalatie K Yani
15/4/2026 05:06
Ibrahima Konate Kecewa: Drama Pembatalan Penalti VAR Jadi Mimpi Buruk Liverpool di Liga Champions
Ibrahima Konate sebut pembatalan penalti di Anfield sebagai titik balik kekalahan Liverpool dari PSG. (Liverpool)

BEK Liverpool, Ibrahima Konate, meluapkan kekecewaannya setelah The Reds disingkirkan Paris Saint-Germain (PSG) dari perempat final Liga Champions. Konate menilai keputusan VAR yang membatalkan penalti untuk Liverpool menjadi momen kunci yang mengakhiri langkah mereka di kompetisi elite Eropa tersebut.

Laga leg kedua di Anfield tersebut awalnya memberikan harapan bagi tuan rumah. Pada babak kedua, saat skor masih imbang 0-0, wasit Maurizio Mariani sempat menunjuk titik putih setelah Alexis Mac Allister jatuh akibat tekanan dari Willian Pacho. Mengingat Liverpool tertinggal agregat 0-2, penalti tersebut dianggap sebagai peluang emas untuk membalikkan keadaan.

Namun, harapan itu pupus setelah intervensi VAR membuat wasit menganulir keputusannya. Liverpool gagal bangkit dari pukulan mental tersebut, hingga akhirnya Ousmane Dembele mencetak dua gol yang membawa sang juara bertahan, PSG, melenggang ke semifinal dengan agregat telak 4-0.

"Musim lalu kami mendapat penalti seperti itu. Bagi saya itu adalah penalti yang jelas dan saya berada tepat di belakang wasit, tetapi dia tidak meniup peluit dan kami harus menghadapi itu," ujar Konate usai pertandingan. "Jika kami mendapat penalti dan mencetaknya, situasinya akan sangat berbeda."

Dominasi yang Sia-sia

Ini merupakan musim kedua berturut-turut bagi Liverpool harus tersingkir di tangan skuat asuhan Luis Enrique. Meski memuji kekuatan PSG yang dianggapnya lebih tangguh dibanding musim lalu, Konate tetap bersikeras bahwa Liverpool tampil lebih dominan pada laga semalam.

"Kami menciptakan banyak peluang dan saya pikir kami adalah tim yang lebih baik. Ini sedikit tidak adil, sama seperti musim lalu. Kami punya banyak peluang tetapi tidak bisa mencetak gol, sementara mereka hanya punya satu atau dua peluang dan berhasil mencetak gol," tambahnya.

Meski tersingkir, Konate meminta rekan-rekan setimnya untuk mengambil sisi positif dari performa mereka melawan raksasa Prancis tersebut sebagai modal untuk berkembang di masa depan.

Fokus Kejar Tiket Liga Champions

Kekalahan ini membuat Liverpool kini hanya menyisakan satu fokus: mengamankan posisi lima besar di Premier League demi kembali ke Liga Champions musim depan. Saat ini, The Reds masih tertahan di peringkat kelima klasemen sementara.

"Standar minimum bagi Liverpool adalah bermain di Liga Champions. Kami memiliki enam pertandingan tersisa dan kami harus memberikan segalanya dalam enam laga tersebut," tegas bek asal Prancis tersebut.

Di sisi lain, kekhawatiran juga menyelimuti kondisi striker Hugo Ekitike yang harus ditarik keluar pada babak pertama akibat cedera. Konate merasa prihatin, mengingat agenda besar Piala Dunia 2026 yang kian dekat.

"Saya pikir ini buruk. Saya tidak tahu pasti, saya mendengar banyak hal. Saya tidak punya kata-kata untuk membicarakan itu karena dengan Piala Dunia yang akan datang, ini sangat, sangat berat baginya dan saya mengirimkan doa untuknya," pungkas Konate. (AFP/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya