PSG vs Bayern Muenchen: Bayern Tebar Ancaman Meski Kalah dari PSG

Thalatie K Yani
29/4/2026 06:00
PSG vs Bayern Muenchen: Bayern Tebar Ancaman Meski Kalah dari PSG
Hujan gol terjadi di semifinal UCL antara PSG vs Bayern Muenchen. Meski kalah 4-5, Joshua Kimmich dkk yakin bisa membalikkan keadaan di Allianz Arena.(Bayern Muenchen)

DUEL sengit bertajuk "Wilder Westen" tersaji di Stadion Parc des Princes saat Paris Saint-Germain (PSG) menjamu Bayern Muenchen pada leg pertama semifinal Liga Champions. Dalam laga yang diwarnai drama sembilan gol tersebut, sang juara bertahan PSG berhasil unggul tipis dengan skor 5-4 atas tamunya.

Meski pulang dengan kekalahan, mentalitas penggawa FC Bayern tetap membaja. Ruang ganti raksasa Jerman itu justru dipenuhi optimisme tinggi untuk membalikkan keadaan pada leg kedua di Allianz Arena pekan depan.

Gelandang senior Bayern, Joshua Kimmich, menegaskan peluang mereka untuk melaju ke final masih terbuka lebar. Menurutnya, selisih satu gol bukanlah akhir dari segalanya dalam laga bersejarah yang berakhir dengan skor 4-5 tersebut.

"Anda duduk di ruang ganti dan merasa, masih ada sesuatu yang mungkin dilakukan di sana," ujar Kimmich kepada Prime Video. Ia menambahkan dengan penuh percaya diri, "Kami 'hanya' harus menang (di leg kedua)."

Nada serupa dilontarkan bek Jonathan Tah. Ia menilai produktivitas Bayern di markas lawan menjadi modal berharga untuk menatap laga penentuan nanti.

"Skornya hanya selisih satu, dan kami telah menunjukkan bahwa kami setidaknya bisa mencetak dua gol. Oleh karena itu, kami menatap laga kandang dengan kepercayaan diri penuh, akan memberikan segalanya di Allianz Arena, dan kami ingin melaju ke final," tegas Tah.

Laga ini tercatat sebagai semifinal dengan skor tertinggi sepanjang sejarah kompetisi Liga Champions. Bagi Bayern sendiri, ini adalah kali kedua mereka kebobolan lima gol di ajang ini, setelah sebelumnya mengalami nasib serupa saat melawan Ajax Amsterdam pada musim 1994/95.

Kimmich mengakui bahwa jalannya pertandingan memang sulit diprediksi sejak awal. Ia menyebut laga tersebut sebagai ajang saling serang yang sangat terbuka.

"Sudah bisa diduga bahwa ini akan menjadi pertukaran serangan, namun tidak disangka akan se-terbuka itu. Terasa aneh karena kami kalah, tetapi situasinya sederhana, kami harus menang. Dan kami yang duduk di ruang ganti percaya pada kemenangan itu," tuturnya kembali.

Pengamat sepak bola pun dibuat terpukau oleh intensitas laga ini. Mantan pemain timnas Jerman, Christoph Kramer, bahkan menyebut kualitas pertandingan ini berada di luar nalar.

"Itu seperti Wilder Westen (barat liar), saya belum pernah melihat permainan seperti itu seumur hidup saya. Bisa saja berakhir 7-2 untuk Bayern atau 7-2 untuk PSG, itu sungguh luar biasa. Itu adalah pertandingan kelas dunia, sangat bagus dari ke-22 orang di lapangan," ujar Kramer.

Mantan bek Jerman lainnya, Mats Hummels, turut memberikan apresiasi. Ia membandingkan tensi laga ini dengan duel klasik Inter Milan vs Barcelona musim lalu, namun dengan intensitas yang jauh lebih tinggi.

Pertarungan hidup mati untuk memperebutkan tiket final yang akan digelar di Budapest pada 30 Mei mendatang ini akan berlanjut di Munich pada Rabu pekan depan. (AFP/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya