Real Madrid vs Bayern Muenchen, Kimmich Bidik Kemenangan Perdana di Bernabeu

 Gana Buana
07/4/2026 21:13
Real Madrid vs Bayern Muenchen, Kimmich Bidik Kemenangan Perdana di Bernabeu
Real Madrid vs Bayern Muenchen jadi ujian besar bagi tim tamu yang memburu kemenangan pertama di Bernabeu sejak 2001.(Dok. Bavarian Football Works)

LAGA Real Madrid vs Bayern Muenchen pada leg pertama perempat final Liga Champions 2025/2026 dipanaskan oleh ambisi besar tim tamu untuk memutus catatan buruk di Santiago Bernabeu. Bayern datang dengan target yang jelas, menang di markas Madrid untuk pertama kalinya sejak 2001.

Gelandang Bayern Joshua Kimmich menegaskan timnya tidak ingin sekadar tampil kompetitif dalam duel Real Madrid vs Bayern Muenchen, tetapi juga membawa pulang hasil maksimal dari stadion yang selama ini menjadi momok bagi klub asal Jerman tersebut.

“Antusiasmenya tentu sangat besar. Namun, kami belum pernah menang di sana sejak saya berada di sini. Itu adalah target kami,” ujar Kimmich, dikutip dari laman resmi Bayern Muenchen, Selasa (7/4).

Dalam catatan beberapa musim terakhir, Real Madrid vs Bayern Muenchen kerap menjadi duel yang tidak ramah bagi Bayern. Sejak Kimmich bergabung pada Januari 2015, Bayern sudah enam kali menghadapi Madrid di fase gugur Liga Champions. Hasilnya, Real Madrid menang empat kali, sementara dua laga lainnya berakhir imbang.

Statistik itu memperlihatkan betapa berat tantangan Bayern saat kembali menghadapi sang raksasa Spanyol. Bernabeu bukan hanya venue besar, tetapi juga arena yang berulang kali memupus harapan Bayern di Eropa.

Meski demikian, Kimmich menilai Bayern saat ini datang dengan situasi berbeda. Menurut dia, skuad Die Roten lebih siap karena tidak dibebani gelombang cedera seperti dalam sejumlah pertemuan sebelumnya.

“Kami sangat senang semua pemain siap bermain,” kata Kimmich.

Optimisme itu menjadi modal penting jelang laga Real Madrid vs Bayern Muenchen, terutama karena Bayern membutuhkan performa nyaris sempurna untuk meredam tekanan Madrid di kandang sendiri.

Pelatih Bayern Vincent Kompany juga tidak menutupi tingkat kesulitan pertandingan ini. Ia menyebut lawatan ke markas Madrid sebagai tantangan terberat yang dihadapi timnya sepanjang musim.

“Ini mungkin pertandingan tandang yang paling sulit, tetapi kami ingin menang,” ujar Kompany.

Berdasarkan catatan Transfermarkt, kemenangan tandang terakhir Bayern atas Madrid di Liga Champions terjadi pada semifinal 2000/2001. Saat itu Bayern menang 1-0 di Bernabeu, lalu menyingkirkan Madrid sebelum akhirnya keluar sebagai juara usai mengalahkan Valencia di final melalui adu penalti.

Bayern memang sempat merasakan kelolosan lagi di Bernabeu pada semifinal Liga Champions 2011/2012. Namun dalam laga tersebut, Madrid menang 2-1 pada waktu normal hingga perpanjangan waktu, sebelum Bayern memastikan tiket final lewat adu penalti.

Karena itu, duel Real Madrid vs Bayern Muenchen kali ini bukan sekadar perebutan keunggulan pada leg pertama. Pertandingan ini juga menjadi ujian mental bagi Bayern untuk membuktikan bahwa mereka mampu mematahkan dominasi Madrid dan mengakhiri penantian panjang di Bernabeu.

Dengan skuad yang lebih bugar dan keyakinan yang lebih kuat, Bayern mencoba datang dengan wajah baru. Namun dalam partai sebesar Real Madrid vs Bayern Muenchen, sejarah tetap menjadi tekanan yang tak bisa diabaikan. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya