Perjudian Slot Berujung Buntung, Liverpool Dipastikan Tanpa Trofi Musim Ini

Dhika Kusuma Winata
15/4/2026 16:21
Perjudian Slot Berujung Buntung, Liverpool Dipastikan Tanpa Trofi Musim Ini
Pelatih Liverpool Arne Slot.(dok.Liverpool)

HARAPAN Liverpool FC untuk meraih trofi musim sirna setelah disingkirkan Paris Saint-Germain (PSG) di perempat final Liga Champions. Langkah berani pelatih Arne Slot memainkan Alexander Isak sejak menit awal justru berujung bumerang.

Pada leg kedua di Anfield, Rabu (15/4) dini hari, the Reds kembali takluk 0-2 melengkapi kekalahan telah agregat menjadi 0-4. Kritik tajam mengarah pada keputusan Slot memainkan Isak sebagai starter.

Pasalnya, striker asal Swedia itu baru pulih dari cedera pergelangan kaki dan bahkan diakui hanya cukup bugar untuk satu babak. Dalam 45 menit, kontribusinya minim dengan hanya lima sentuhan sebelum digantikan Cody Gakpo.

Padahal, the Reds membutuhkan gol cepat untuk memompa momentum mengejar defisit. Mantan pemain Liverpool, Stephen Warnock, menilai langkah Slot keliru.

“Dia (Isak) tidak terlihat dalam permainan. Tidak ada keinginan untuk berduel fisik. Gakpo memberikan lebih banyak dalam lima menit dibandingkan Isak sepanjang babak pertama,” kata Warnock kepada BBC.

Perubahan tempo permainan setelah masuknya Gakpo memperkuat kritik tersebut. Liverpool tampil lebih hidup, agresif, dan mampu menekan lini belakang PSG. Meski begitu, Slot membela pilihannya.

“Dia (Isak) dua kali hampir mencetak gol. Itulah alasan Anda memainkan striker dengan kualitas seperti dia,” kata Slot.

Dipastikan tanpa trofi musim ini, tekanan terhadap Slot pun meningkat terutama jika sampai gagal mengamankan tiket Liga Champions untuk musim depan.

Kurang dari setahun setelah mengangkat trofi Liga Primer Inggris, Liverpool kini terjebak dalam realitas baru untuk berjuang finis di zona Liga Champions yang menjadi satu-satunya target realistis.

“Jika kami tidak bermain di Liga Champions musim depan, ini jelas bukan musim yang bisa diterima,” kata Slot.

Kekalahan dari PSG menjadi yang ke-17 bagi Liverpool sepanjang musim ini. Ironisnya, hasil buruk itu datang saat performa tim sebenarnya tidak sepenuhnya mengecewakan.

Liverpool sempat memberi perlawanan sengit sebelum gol Ousmane Dembele pada menit ke-72 mematikan asa. Secara permainan, PSG asuhan Luis Enrique memang tampil lebih matang dan efisien. PSG tidak hanya unggul kualitas individu, tetapi juga menunjukkan struktur permainan yang solid dan penuh percaya diri saat menguasai bola.

Jika dibandingkan pertemuan musim lalu di babak 16 besar, Liverpool kali ini tampak mengalami kemunduran signifikan. Kala itu, PSG masih membutuhkan adu penalti untuk menyingkirkan mereka. Kini, agregat 4-0 menjadi cerminan jurang kualitas yang melebar. Namun, Slot mencoba optimistis.

“Kami sangat kecewa, tetapi ada momen di babak kedua ketika terasa bahwa jika kami mencetak gol, malam ini bisa menjadi sangat spesial,” kata Arne Slot. "Masa depan tim ini cerah. Kami menunjukkan bisa bersaing dengan juara Eropa dan mendominasi di kandang," ucapnya.

Seusai laga, ada pula momen emosional ketika Mohamed Salah melambaikan tangan ke arah suporter Anfield usai pertandingan. Itu diyakini menjadi penampilan terakhirnya di Liga Champions bersama Liverpool. (Dhk/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya