Liga Champions: Liverpool di Ujung Tanduk usai Ditekuk PSG

Dhika Kusuma Winata
09/4/2026 11:00
Liga Champions: Liverpool di Ujung Tanduk usai Ditekuk PSG
Arne Slot.(Liverpool FC)

LIVERPOOL masih bertahan di Liga Champions meski napas mereka kini tersisa tipis. Kekalahan 0-2 dari Paris Saint-Germain (PSG) pada leg pertama perempat final di Parc des Princes, Kamis (9/4), menegaskan satu hal. Musim yang dialami the Reds dinilai berada di titik paling rapuh.

Kompetisi Eropa ini menjadi satu-satunya peluang trofi Liverpool musim ini. The Reds masih hidup di Liga Champions tetapi hanya seutas benang yang menahan harapan itu dan semuanya akan ditentukan pada leg kedua di Anfield pekan depan.

Hasil di Paris menjadi lanjutan tren negatif setelah dibantai Manchester City beberapa hari sebelumnya di ajang Piala FA. Di kandang PSG, suporter Liverpool yang menyaksikan langsung the Reds tampil tanpa arah, minim ancaman, dan kalah jauh dalam hampir semua aspek permainan.

Secara statistik, dominasi PSG begitu telak. Penguasaan bola mencapai lebih dari 70%, jumlah tembakan dan sentuhan di kotak penalti berlipat, serta akurasi umpan yang jauh lebih rapi.

Liverpool bahkan tidak mampu melakukan tembakan mengarah ke gawang alias on target sepanjang laga. Mantan kiper Inggris Paul Robinson menggambarkan jurang kualitas yang terlihat jelas di lapangan.

"Itu juara kami (Liga Primer) melawan juara mereka. Tim kami tidak mendekati level mereka," kata Robinson kepada BBC.

Liverpool yang tampil dengan skema lima bek justru terlihat semakin mudah ditembus. Pendekatan bertahan yang dipilih pelatih Arne Slot menjadi sorotan. Alih-alih memperkuat pertahanan, skema itu dinilai mengorbankan identitas menyerang Liverpool.

"Begitu mereka bermain dengan lima bek, itu memberi sinyal yang salah. Mereka tidak bermain sesuai kekuatan sendiri," kata Robinson.

Masalah Liverpool tak hanya di lini belakang. Di depan, ketajaman nyaris hilang. Dalam tiga laga terakhir, mereka hanya mencetak satu gol. Ini juga pertama kali di Liga Champions sejak 2020 Liverpool tak mampu mencatatkan satu pun tembakan on target.

Slot mengakui timnya lebih banyak bertahan sepanjang laga. Keputusan mencadangkan Mohamed Salah juga memicu tanda tanya. Bahkan ketika tim membutuhkan gol, penyerang asal Mesir itu tidak dimainkan. Slot berdalih ingin menjaga kondisi pemainnya. 

"Saya pikir lebih baik dia (Salah) menyimpan energinya untuk pertandingan berikutnya," kata Slot.

"Kami berada dalam mode bertahan hampir sepanjang pertandingan. PSG lebih baik, tetapi kami tidak menyerah dan itu membuat kami masih punya peluang," tambahnya.

Peluang itu memang masih ada meski tipis untuk leg kedua di kandang. Anfield kerap menjadi panggung keajaiban, termasuk saat membalikkan defisit 0-3 melawan Barcelona pada 2019. 

Namun, situasi saat ini dinilai berbeda. Performa Liverpool tengah menurun tajam, baik secara permainan maupun mental.

Mantan bek Liverpool Stephen Warnock menilai kepercayaan diri tim berada di titik rendah.

"Rasanya kepercayaan diri mereka sedang sangat rendah. Kekalahan terus datang, dan ada risiko kerusakan lebih besar di leg kedua," ucap Warnock.

Dilema kini dihadapi Slot. Untuk membalikkan keadaan, Liverpool harus menyerang di Anfield. Namun, membuka permainan berarti memberi ruang bagi PSG untuk menghukum lewat serangan balik.

"Jika mereka terbuka, mereka bisa dihancurkan. Namun, kalau bermain seperti ini lagi, mereka juga tidak akan mencetak gol," kata Warnock. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya