Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BEK Crystal Palace, Nathaniel Clyne, menunjukkan perasaan campur aduk setelah timnya hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Fulham pada laga Tahun Baru di Selhurst Park. Meski sempat memimpin, kegagalan The Eagles mempertahankan keunggulan di babak kedua menyisakan sedikit kekecewaan bagi skuad asuhan Oliver Glasner tersebut.
Berbicara kepada Palace TV usai pertandingan, Clyne menilai timnya tampil sangat dominan di paruh pertama. Namun, ia menyayangkan penurunan performa yang membuat tim tamu berhasil mencuri poin.
“Kami berhasil unggul dan bermain dengan baik. Kami tampil sangat bagus di babak pertama, mengendalikan permainan, dan mungkin bisa mencetak lebih banyak gol,” ujar Clyne dalam asesmennya.
“Babak pertama sangat bagus. Saya merasa kami dominan. Mereka (Fulham) tidak benar-benar terlihat berbahaya dan kami menunjukkan penampilan yang solid. Kami hanya sedikit kecewa karena tidak berhasil mempertahankan tiga poin tersebut.”
Gol pembuka Palace lahir dari aksi individu Clyne di sisi sayap. Setelah memenangkan duel perebutan bola, ia melepaskan umpan silang akurat yang diselesaikan dengan sempurna melalui sundulan jarak dekat oleh Jean-Philippe Mateta.
Clyne mengenang kembali proses terjadinya assist tersebut. “Saya pikir bola berhasil sampai kepada saya di sisi lebar lapangan. Saya memenangkan duel 50-50, melihat JP (Mateta) di tiang jauh, dan langsung mengirimkan umpan. Syukurlah, bola itu masuk ke gawang,” tuturnya.
Meski demikian, Fulham akhirnya mampu menyamakan kedudukan melalui gol larut Tom Cairney. Palace bahkan hampir menelan kekalahan jika bukan karena aksi heroik Dean Henderson di masa injury time. Kiper Inggris itu melakukan penyelamatan luar biasa saat menggagalkan peluang emas Timothy Castagne.
“Dean adalah penjaga gawang top dan penyelamatannya hari ini sangat vital dalam membantu kami mengamankan poin. Saya senang untuknya, senang untuk tim, dan menantikan pertandingan berikutnya,” puji Clyne.
Hasil imbang ini sekaligus menandai titik tengah perjalanan Liga Premier Inggris musim 2025/26 bagi Crystal Palace. Di tengah jadwal yang semakin padat di awal tahun, Clyne menegaskan kesiapan timnya untuk tetap kompetitif di semua ajang.
“Kami masih terlibat di banyak kompetisi dan akan mencoba melakukan yang terbaik yang kami bisa. Kami memiliki banyak pertandingan yang akan datang silih berganti dengan cepat. Kami harus siap, terus berlatih keras, bersiap untuk pertandingan, dan melakukan yang terbaik,” pungkasnya.
Hasil satu poin ini membawa Palace menempati posisi kesembilan di klasemen sementara, terpaut satu angka di atas rival sekota mereka, Fulham. (Crystal Palace/Z-2)
Manajer Fulham, Marco Silva, mengkritik keputusan wasit yang membuat timnya bermain dengan 10 orang saat kebobolan, meski bangga atas gol balasan Tom Cairney.
Duel sengit bertajuk Derby London di awal 2026 berakhir imbang 1-1. Fulham sukses mencuri poin di Selhurst Park berkat gol penyelamat Tom Cairney.
Arsenal kembali ke puncak klasemen usai menang 1-0 atas Newcastle. Mikel Arteta soroti keputusan wasit yang dinilai merugikan dalam perburuan gelar.
Andy Robertson puji performa debut Freddie Woodman saat Liverpool bungkam Crystal Palace.
Mohamed Salah terancam absen di laga sisa Liverpool musim ini usai mengalami cedera saat melawan Crystal Palace. Simak pernyataan lengkap Arne Slot.
Meski kalah 3-1 dari Liverpool, manajer Crystal Palace Oliver Glasner menyebut ini performa terbaik timnya di Anfield.
Manajer Liverpool Arne Slot angkat bicara soal kemenangan 3-1 atas Crystal Palace, gol perdana Alexander Isak, hingga kritik pedasnya terhadap keputusan wasit.
Liverpool sukses mengalahkan Crystal Palace 3-1 di Anfield. Alexander Isak dan Florian Wirtz jadi bintang, namun cedera Mohamed Salah membayangi kemenangan The Reds.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved