Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI antidiskriminasi King It Out telah menghubungi FIFA mempertanyakan langkah yang telah diambil federasi sepak bola dunia itu terkait video rasis yang diunggah pemain Chelsea Enzo Fernandez pada tahun lalu.
Kick It Out mengatakan jika ternyata FIFA tidak mengambil langkah apa pun terkait video itu maka hal itu menggarisbawahi minimnya transparansi dan akuntabilitas pada pemain pelaku aksi rasisme.
Video itu menampilkan Fernandez dan sejumlah timnas Argentina menyanyikan lagu yang menghina kepada para pemain kulit hitam di timnas Prancis usai tim Tango menjadi juara Copa America pada Juli.
Dalam surat yang ditjukan kepada Presiden FIFA Gianni Infantino, Kepala Eksekutif Kick It Out, Samue Okafor, menulis, "Meski telah menghubungi FA dan FIFA, kami belum mendapatkan informasi mengenai apakah telah dilakukan penyelidikan dan bagaimana hasilnya terkait aksi rasisme sang pemain."
"Menemukan fakta dan kemudian mengambil kesimpulan dalam kasus ini bukanlah tugas yang sulit bagi organisasi yang memandang aksi rasisme sebagai hal serius," lanjutnya.
Kick It Out kemudian membandingkan kasus Fernandez dengan yang dialami gelandang Tottenham Hotspur dan timnas Uruguay Rodrigo Bentancur yang diganjar skorsing tujuh laga oleh FA karena menggunakan istilah rasis kala berbicara mengenai rekan setimnya, Son Heung-min.
Bedanya, insiden Betancur terjadi di dalam jurisdiksi FA sementara Fernandez kala membela timnas negaranya.
"Anda pasti menyadari bahwa Bentancur baru saja dihukum oleh FA karena pernyataan rasisnya. Banyak penggemar yang mempertanyakan mengapa timnas Argentina tidak dihukum karena melakukan pelanggaran serupa," tegas Okafor.
Surat yang sama juga telah dikirimkan ke Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL). (bbc/Z-1)
Vinicius Junior dukung Lamine Yamal usai dugaan rasisme dan nyanyian anti-Muslim. Ia serukan solidaritas pemain untuk lawan diskriminasi.
Sinopsis film A Time to Kill (1996), drama hukum tentang rasisme, keadilan, dan perjuangan seorang ayah. Ulasan singkat & fakta menarik.
Buntut kasus rasisme Prestianni-Vinicius, Presiden FIFA Gianni Infantino usulkan aturan tegas. Pemain yang menutup mulut saat konfrontasi harus diusir keluar lapangan.
Gianluca Prestianni dilarang bertanding oleh UEFA selama proses penyelidikan terkait dugaan aksi rasismenya terhadap penyerang Real Madrid Vinicius Junior berlangsung.
Arne Slot menekankan bahwa tanggung jawab insan sepak bola jauh lebih besar dibanding masyarakat awam dalam menangani isu diskriminasi.
SUDAH sejak 1993 kampanye antirasisme di sepak bola digaungkan.
Mengenang Piala Dunia 2022 Qatar, mulai dari kemenangan dramatis Argentina, daftar peserta, hingga berbagai kontroversi yang mewarnai turnamen.
Mengenang Piala Dunia 1990 di Italia. Simak daftar peserta, hasil final Jerman Barat vs Argentina, hingga kejutan Kamerun yang mengguncang dunia.
Mengenang Piala Dunia 1986 di Meksiko, mulai dari daftar peserta, hasil final Argentina vs Jerman Barat, hingga kontroversi gol Tangan Tuhan Maradona.
Piala Dunia 1978 Argentina menyisakan sejarah besar. Simak daftar peserta, hasil final di Estadio Monumental, hingga kontroversi politik yang terjadi.
Profil lengkap Timnas Argentina di Piala Dunia 2026. Simak komposisi skuad, profil pelatih Lionel Scaloni, hingga peluang di Grup J bersama Austria dan Aljazair.
Pelatih Argentina Lionel Scaloni menyebut Julian Alvarez pemain idaman. Alvarez baru saja membawa Atletico Madrid bungkam Barcelona di Liga Champions.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved