Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PIALA Dunia FIFA 1978 merupakan edisi ke-11 dari turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia. Berlangsung pada 1 hingga 25 Juni 1978, turnamen ini menjadi momen emosional bagi tuan rumah Argentina yang berhasil merengkuh gelar juara dunia untuk pertama kalinya.
Argentina terpilih sebagai tuan rumah penyelenggara. Pertandingan tersebar di lima kota besar, yakni Buenos Aires, Rosario, Cordoba, Mar del Plata, dan Mendoza. Laga pembuka dan partai final digelar di ibu kota, Buenos Aires.
Sebanyak 16 tim nasional berpartisipasi dalam putaran final setelah melalui proses kualifikasi yang melibatkan 107 negara. Berikut adalah daftar peserta Piala Dunia 1978:
Partai final mempertemukan tuan rumah Argentina melawan Belanda. Belanda kembali masuk ke final setelah sebelumnya juga menjadi finalis pada tahun 1974, namun mereka harus bermain tanpa bintang utama, Johan Cruyff.
Pertandingan berlangsung sengit dan harus dilanjutkan melalui babak perpanjangan waktu (extra time) setelah skor imbang 1-1 di waktu normal. Argentina akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor akhir 3-1. Mario Kempes menjadi pahlawan dengan mencetak dua gol, ditambah satu gol dari Daniel Bertoni. Sementara gol tunggal Belanda dicetak oleh Dick Nanninga.
Pertandingan final yang bersejarah tersebut digelar di Estadio Monumental (Estadio Almirante Brown), Buenos Aires, pada 25 Juni 1978. Stadion ini dipenuhi oleh ribuan suporter tuan rumah yang menghujani lapangan dengan potongan kertas putih (confetti) yang menjadi ciri khas ikonik turnamen tersebut.
Piala Dunia 1978 sering disebut sebagai salah satu turnamen paling kontroversial dalam sejarah sepak bola karena beberapa alasan:
| Aspek | Detail Kontroversi/Kisah |
|---|---|
| Rezim Militer | Turnamen digelar di bawah kekuasaan junta militer pimpinan Jenderal Jorge Videla. Muncul dugaan bahwa turnamen ini digunakan sebagai alat propaganda politik untuk menutupi pelanggaran HAM di Argentina. |
| Boikot Johan Cruyff | Bintang Belanda, Johan Cruyff, tidak ikut serta. Awalnya diduga karena protes politik, namun bertahun-tahun kemudian ia mengungkapkan bahwa alasan utamanya adalah percobaan penculikan terhadap keluarganya di Barcelona sebelum turnamen. |
| Laga Argentina vs Peru | Argentina membutuhkan kemenangan minimal 4 gol atas Peru untuk melaju ke final mengungguli Brasil. Argentina secara mengejutkan menang 6-0, yang memicu kecurigaan adanya pengaturan skor atau tekanan politik terhadap tim Peru. |
| Protes Belanda | Belanda sempat memprotes taktik Argentina yang sengaja menunda kick-off final dengan mempermasalahkan gips pada tangan pemain Belanda, Rene van de Kerkhof, yang dianggap mengganggu psikologis lawan. |
Meskipun penuh dengan intrik politik, secara teknis Argentina membuktikan kualitasnya dengan performa gemilang Mario Kempes yang menyabet gelar pencetak gol terbanyak (Golden Boot) sekaligus pemain terbaik turnamen.
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.
Mengenang Piala Dunia 2022 Qatar, mulai dari kemenangan dramatis Argentina, daftar peserta, hingga berbagai kontroversi yang mewarnai turnamen.
Mengenang Piala Dunia 1990 di Italia. Simak daftar peserta, hasil final Jerman Barat vs Argentina, hingga kejutan Kamerun yang mengguncang dunia.
Mengenang Piala Dunia 1986 di Meksiko, mulai dari daftar peserta, hasil final Argentina vs Jerman Barat, hingga kontroversi gol Tangan Tuhan Maradona.
Profil lengkap Timnas Argentina di Piala Dunia 2026. Simak komposisi skuad, profil pelatih Lionel Scaloni, hingga peluang di Grup J bersama Austria dan Aljazair.
Pelatih Argentina Lionel Scaloni menyebut Julian Alvarez pemain idaman. Alvarez baru saja membawa Atletico Madrid bungkam Barcelona di Liga Champions.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved