Piala Dunia 1978: Kemenangan Bersejarah Argentina di Bawah Bayang-Bayang Politik

Basuki Eka Purnama
21/4/2026 18:32
Piala Dunia 1978: Kemenangan Bersejarah Argentina di Bawah Bayang-Bayang Politik
Kapten timnas Argentina Daniel Passarella memegang trofi Piala Dunia usai mengalahkan timnas Belanda di laga final Piala Dunia 1978.(AFP)

PIALA Dunia FIFA 1978 merupakan edisi ke-11 dari turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia. Berlangsung pada 1 hingga 25 Juni 1978, turnamen ini menjadi momen emosional bagi tuan rumah Argentina yang berhasil merengkuh gelar juara dunia untuk pertama kalinya.

Tuan Rumah dan Lokasi Penyelenggaraan

Argentina terpilih sebagai tuan rumah penyelenggara. Pertandingan tersebar di lima kota besar, yakni Buenos Aires, Rosario, Cordoba, Mar del Plata, dan Mendoza. Laga pembuka dan partai final digelar di ibu kota, Buenos Aires.

Daftar Peserta

Sebanyak 16 tim nasional berpartisipasi dalam putaran final setelah melalui proses kualifikasi yang melibatkan 107 negara. Berikut adalah daftar peserta Piala Dunia 1978:

  • Amerika Selatan (CONMEBOL): Argentina (Tuan Rumah), Brasil, Peru.
  • Eropa (UEFA): Jerman Barat (Juara Bertahan), Belanda, Italia, Austria, Spanyol, Skotlandia, Prancis, Swedia, Hungaria, Polandia.
  • Amerika Utara & Tengah (CONCACAF): Meksiko.
  • Afrika (CAF): Tunisia.
  • Asia & Oseania (AFC/OFC): Iran.

Finalis dan Hasil Pertandingan

Partai final mempertemukan tuan rumah Argentina melawan Belanda. Belanda kembali masuk ke final setelah sebelumnya juga menjadi finalis pada tahun 1974, namun mereka harus bermain tanpa bintang utama, Johan Cruyff.

Pertandingan berlangsung sengit dan harus dilanjutkan melalui babak perpanjangan waktu (extra time) setelah skor imbang 1-1 di waktu normal. Argentina akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor akhir 3-1. Mario Kempes menjadi pahlawan dengan mencetak dua gol, ditambah satu gol dari Daniel Bertoni. Sementara gol tunggal Belanda dicetak oleh Dick Nanninga.

Stadion Laga Final

Pertandingan final yang bersejarah tersebut digelar di Estadio Monumental (Estadio Almirante Brown), Buenos Aires, pada 25 Juni 1978. Stadion ini dipenuhi oleh ribuan suporter tuan rumah yang menghujani lapangan dengan potongan kertas putih (confetti) yang menjadi ciri khas ikonik turnamen tersebut.

Kisah Menarik dan Kontroversi

Piala Dunia 1978 sering disebut sebagai salah satu turnamen paling kontroversial dalam sejarah sepak bola karena beberapa alasan:

Aspek Detail Kontroversi/Kisah
Rezim Militer Turnamen digelar di bawah kekuasaan junta militer pimpinan Jenderal Jorge Videla. Muncul dugaan bahwa turnamen ini digunakan sebagai alat propaganda politik untuk menutupi pelanggaran HAM di Argentina.
Boikot Johan Cruyff Bintang Belanda, Johan Cruyff, tidak ikut serta. Awalnya diduga karena protes politik, namun bertahun-tahun kemudian ia mengungkapkan bahwa alasan utamanya adalah percobaan penculikan terhadap keluarganya di Barcelona sebelum turnamen.
Laga Argentina vs Peru Argentina membutuhkan kemenangan minimal 4 gol atas Peru untuk melaju ke final mengungguli Brasil. Argentina secara mengejutkan menang 6-0, yang memicu kecurigaan adanya pengaturan skor atau tekanan politik terhadap tim Peru.
Protes Belanda Belanda sempat memprotes taktik Argentina yang sengaja menunda kick-off final dengan mempermasalahkan gips pada tangan pemain Belanda, Rene van de Kerkhof, yang dianggap mengganggu psikologis lawan.

Meskipun penuh dengan intrik politik, secara teknis Argentina membuktikan kualitasnya dengan performa gemilang Mario Kempes yang menyabet gelar pencetak gol terbanyak (Golden Boot) sekaligus pemain terbaik turnamen.

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya