Vinicius Bela Lamine Yamal usai Dugaan Rasisme

Khoerun Nadif Rahmat
07/4/2026 15:10
Vinicius Bela Lamine Yamal usai Dugaan Rasisme
Vinicius Junior dukung Lamine Yamal usai dugaan rasisme dan nyanyian anti-Muslim.(AFP)

PENYERANG Real Madrid, Vinicius Junior, memberikan dukungan terbuka kepada bintang muda Barcelona, Lamine Yamal. Yamal diketahui berani bersuara soal diskriminasi, termasuk nyanyian anti-Muslim dalam laga internasional.

Vinicius menegaskan pentingnya solidaritas antar-pemain untuk melawan rasisme yang masih marak di sepak bola. Dukungan ini muncul setelah Yamal mengkritik perilaku suporter Spanyol dalam laga persahabatan melawan Mesir.

Yamal, yang beragama Islam, menyebut nyanyian tersebut sebagai tindakan tidak sopan dan tidak bisa ditoleransi.

“Semoga kita bisa terus melanjutkan perjuangan ini. Sangat penting bagi Lamine untuk berbicara karena itu bisa membantu orang lain,” kata Vinicius, dikutip dari ESPN, Selasa (7/4).

Ia mengakui bahwa membahas diskriminasi bukan hal mudah, tetapi sebagai figur publik, pemain memiliki tanggung jawab lebih besar.

“Kami punya ketenaran dan kekuatan untuk bersuara. Tapi banyak orang lain, terutama yang miskin dan berkulit hitam, menderita lebih besar. Karena itu kita harus bersatu,” ujarnya.

Isu rasisme sendiri bukan hal baru bagi Vinicius. Dalam laga Liga Champions di Lisbon, ia sempat menuding pemain Benfica, Gianluca Prestianni, melakukan penghinaan bernuansa rasis.

Meski begitu, ia menekankan bahwa rasisme bukan masalah satu negara tertentu.

“Saya tidak mengatakan Spanyol, Jerman, atau Portugal adalah negara rasis. Tapi orang rasis ada di mana-mana, termasuk di Brasil. Yang penting kita terus melawan bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Yamal kembali menjadi sorotan setelah diduga menerima perlakuan rasis dalam laga Atletico Madrid vs Barcelona, Minggu (5/4). Dalam pertandingan yang dimenangkan Barcelona 2-1, ia menjadi sasaran ujaran kasar dari tribun suporter tuan rumah.

Dalam video yang beredar, Yamal terdengar dihina saat mengambil tendangan sudut, termasuk teriakan bernada rasis yang menyuruhnya “kembali ke Maroko”.

Sebelumnya, Yamal juga mengecam nyanyian anti-Muslim dalam laga melawan Mesir.

“Tidak sopan dan tidak bisa ditoleransi,” ujarnya, seraya menilai penggunaan agama sebagai bahan hinaan sebagai tindakan “bodoh dan rasis.”

Kasus ini menambah panjang daftar insiden rasisme di sepak bola Spanyol, yang juga pernah menimpa sejumlah pemain top seperti Kylian Mbappe dan Vinicius sendiri. (ESPN/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya