Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEGEMBIRAAN Lionel Messi yang berlaga untuk Piala Dunia terakhirnya dirusak Arab Saudi yang mampu membuat kejutan dengan mengalahkan Argentina 2-1 dalam laga pertama Grup C Piala Dunia 2022 di Stadion Lusail, Qatar, pada Selasa (22/11). Rentetan 36 laga tak terkalahkan La Albiceleste--julukan Argentina-- itu pun putus oleh tim penghuni peringkat 51 FIFA.
Kemenangan itu sepenuhnya pantas setelah Arab Saudi bangkit dari ketinggalan saat Messi mencetak gol dari titik penalti pada menit ke-10. Strategi garis pertahanan tinggi yang diterapkan Arab Saudi berhasil meredam permainan Argentina. Gol kedua Messi di menit 22 serta dua gol Lautaro Martinez di menit 27 dan 35 dianulir karena offside bisa menunjukkan keberhasilan strategi pertahanan Arab Saudi.
Si Elang Hijau kemudian bangkit di babak kedua dengan berani bermain keluar. Hasilnya, baru tiga menit berjalan, Arab Saudi berhasil mengejutkan lewat gol Al Shehri yang berhasil menang duel dari Christian Romero.
Gol tersebut mengangkat mental para pemain asuhan Herve Renard. Kegagalan Argentina mengembangkan permainan pada 10 menit awal babak kedua berhasil dimanfaatkan pemain Arab Saudi. Berawal dari serangan di sisi kiri pertahanan, Al Dawsari berhasil mencetak gol kedua pada menit ke-53.
Pelatih Argentina segera bereaksi setelah tertinggal dengan melakukan pergantian pemain. Dia memasukkan Lisandro Martínez menggantikan Cristian Romero, Julian Alvarez untuk Papu Gomez, serta menarik Leandro Paredes dan menggantinya dengan Enzo Fernandez.
Argentina terus melancarkan serangan ke kubu Arab Saudi. Namun beberapa peluang Argentina berhasil dimentahkan. Performa gemilang kiper Mohammed Khalil Al Owais juga menjadi penentu Argentina kesulitan mencetak gol.
"Ini sangat menyakitkan. Kami memiliki harapan besar untuk memulai Piala Dunia dengan kemenangan. Kami kalah karena kesalahan kami, lebih dari segalanya di babak kedua," kata penyerang Argentina Lautaro Martinez.
Baca juga: Kebangkitan Arab Saudi Meluluhlantakkan Messi Cs
Namun, striker Inter Milan ini ingin segera melupakan kekalahan di pertandingan pertama dan langsung menargetkan kemenangan di partai berikutnya. Lautaro yakin, rekan-rekannya akan bangkit serta kembali fokus untuk meraih kemenangan melawan Meksiko.
"Tapi itu sudah terjadi dan sekarang kami harus berlatih dan berpikir ke depan," jelasnya.
Kekalahan ini membuat rekor 36 laga tak terkalahkan milik Argentina putus. Argentina terakhir kali kalah dalam pertandingan resmi pada Juli 2019. Kala itu, mereka dikalahkan Brasil dengan skor 0-2 di semifinal Copa America 2019.
Sementara itu, pelatih Arab Saudi Herve Renard meminta anak asuhnya melupakan euforia kemenangan melawan Argentina dan fokus pada dua pertandingan lainnya di Grup C melawan Polandia dan Meksiko.
“(Kita bisa) melakukan selebrasi yang bagus selama 20 menit dan itu saja, masih ada dua pertandingan lagi. Ketika Anda datang ke Piala Dunia, Anda harus percaya pada diri sendiri, apa pun bisa terjadi, kami membuat sejarah di sepak bola" kata pelatih asal Prancis itu.
Namun, Renard tidak sepenuhnya senang dengan timnya khususnya di babak pertama. Lini pertahanan timnya terus diserang Lionel Messi dkk. Kondisi itu membuat lini tengah sulit mengembangkan permainan.
"Secara taktik kami tidak bagus di babak pertama. Blok kami kompak tapi tekanan kami pada bek tengah dan (gelandang bertahan) Leandro Paredes tidak cukup. Jika kami kebobolan gol kedua saat itu, pertandingan akan selesai. Selama paruh waktu saya tidak senang karena tekanannya tidak cukup baik, determinasinya tidak cukup baik dan ketika Anda datang ke Piala Dunia, Anda harus memberikan segalanya. Kami tidak bisa bermain seperti yang kami lakukan di babak pertama," kata pelatih berusia 54 tahun itu. (AFP/OL-4)
Hingga 29 April 2026, sebanyak 122 kelompok terbang (kloter) atau 47.834 jemaah telah diberangkatkan menuju Tanah Suci.
Ia memastikan bahwa kondisi para korban terus dipantau secara intensif oleh petugas, dengan seluruh kebutuhan medis maupun logistik telah terpenuhi.
Emirat Arab resmi umumkan keluar dari OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei. Langkah strategis ini diambil di tengah krisis energi akibat konflik di Selat Hormuz.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Di sisi lain, layanan kesehatan di Daerah Kerja Madinah juga terus dioptimalkan. Tercatat 1.373 jemaah menjalani rawat jalan.
Arab Saudi intensifkan diplomasi di Libanon melalui Perjanjian Taif untuk melucuti senjata Hizbullah di tengah goyahnya gencatan senjata Israel-Hizbullah.
Simak profil lengkap Timnas Arab Saudi di Piala Dunia 2026. Analisis kekuatan Herve Renard, pemain kunci seperti Salem Al-Dawsari, dan peluang di Grup H.
Pengamat sepak bola menilai perubahan format Round 4 AFC menguntungkan Arab Saudi dan Qatar. Irak dan Indonesia dirugikan oleh jadwal dan sistem yang tak adil
Timnas Arab Saudi mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026 usai bermain imbang tanpa gol dengan timnas Irak di laga pamungkas Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Patrick Kluivert menilai timnas Indonesia memulai laga dengan baik, namun kehilangan kendali permainan setelah berhasil unggul terlebih dahulu.
Timnas Indonesia harus puas menempati posisi juru kunci klasemen sementara Grup B Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia setelah kalah 2-3 dari timnas Arab Saudi.
Timnas Indonesia kalah tipis 2-3 dari tuan rumah timnas Arab Saudi di laga Grup B Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Kamis (9/10) dini hari WIB.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved