Buka Musda Golkar Maluku Utara, Bahlil: Jangan Ada Praktik Pecat-Memecat Kader

Rahmatul Fajri
13/4/2026 20:18
Buka Musda Golkar Maluku Utara, Bahlil: Jangan Ada Praktik Pecat-Memecat Kader
Ilustrasi(Dok Istimewa)

KETUA Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Golkar Provinsi Maluku Utara (Malut) yang digelar di Bella Hotel, Ternate, Minggu (12/4/2026). Dalam forum tersebut, Bahlil memberikan peringatan keras kepada seluruh kader untuk menjaga soliditas dan menghentikan faksionalisme di internal partai.

Bahlil menegaskan bahwa perbedaan pilihan dalam kontestasi kepemimpinan adalah hal yang lumrah, namun tidak boleh berujung pada pengucilan kader tertentu.

“Jangan sampai hanya karena perbedaan dukungan, lalu ada kader yang disingkirkan. Kita ini satu keluarga besar Golkar,” kata Bahlil.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu mengingatkan bahwa Partai Golkar bukan merupakan milik kelompok atau keluarga tertentu. Ia menekankan bahwa kekuatan Golkar terletak pada doktrin "Karya Kekaryaan" yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

“Partai Golkar dalam sejarahnya tidak dimiliki satu kelompok tertentu atau satu keluarga tertentu, tapi Partai Golkar ini milik seluruh rakyat Indonesia yang mencintai tanah ini. Oleh karena itu, politik Partai Golkar adalah politik untuk kesejahteraan dengan doktrin karya kekaryaan,” pesan Bahlil.

Menurutnya, Musda harus menjadi momentum krusial untuk melahirkan strategi nyata dalam menjawab tantangan zaman, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga peningkatan ekonomi daerah.

Alien Mus Terpilih Aklamasi

Dalam forum Musda VI tersebut, Alien Mus kembali terpilih secara aklamasi untuk menakhodai DPD Golkar Maluku Utara periode selanjutnya. Kemenangan mutlak ini disambut positif sebagai bentuk keberlanjutan kepemimpinan di Maluku Utara.

Menanggapi amanah tersebut, Alien Mus menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran elite DPP Golkar, termasuk Sekjen Muhammad Sarmuji, Bendum Sari Yuliati, Waketum Wihaji, hingga Wabendum Dyah Roro Esti. Ia menyebut kehadiran pengurus pusat menjadi energi tambahan bagi kader di daerah.

"Musda ini adalah sarana memperkuat soliditas dan merumuskan langkah strategis, terutama dalam menghadapi tantangan politik ke depan," ungkap Alien Mus. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya