Bahlil Ajak Kader Golkar Bersatu: Jangan Ada Kubu Sana, Kubu Sini

Rahmatul Fajri
12/4/2026 13:25
Bahlil Ajak Kader Golkar Bersatu: Jangan Ada Kubu Sana, Kubu Sini
Ilustrasi(Dok Istimewa)

KETUA Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia meminta kadernya untuk bersatu dan tidak terpecah-belah. Hal tersebut ia sampaikan saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) di Ballroom Novotel Manado Golf Resort & Convention Center, Sabtu (11/4/2026). 

Bahlil mengingatkan bahwa persatuan internal adalah syarat mutlak untuk mencapai target politik tersebut. Ia memerintahkan agar tidak ada lagi sekat-sekat kelompok atau faksionalisme di dalam tubuh partai.

“Tidak ada kekuatan politik yang bisa menjalankan misi dan targetnya tanpa persatuan. Karena itu saya selaku ketua umum memerintahkan, siapapun yang terpilih nanti harus menggandeng yang lain. Jangan ada kubu sana, kubu sini,” ujar Bahlil.

Bahlil menegaskan bahwa Musda XI merupakan momentum krusial untuk mengevaluasi kinerja sekaligus menentukan nakhoda baru yang akan membawa arah politik partai di Sulawesi Utara.

“Musda ini jangan diartikan hanya sebagai forum konsolidasi biasa atau seremoni. Ada tiga keputusan penting yang lahir dari forum ini, yakni mengevaluasi laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya, menetapkan pokok-pokok pikiran program kerja serta rekomendasi, dan memilih Ketua DPD I untuk periode selanjutnya,” ujar Bahlil.

Menteri ESDM ini memberikan tantangan khusus bagi pengurus DPD Golkar Sulut yang baru untuk meningkatkan perolehan kursi di DPRD tingkat kabupaten, kota, maupun provinsi pada Pemilu 2029 mendatang. Selain kuantitas kursi, Bahlil juga membidik posisi pimpinan di seluruh DPRD tingkat dua di Sulawesi Utara.

“Tugas DPD Partai Golkar Sulawesi Utara harus menambah kursi di DPRD kabupaten/kota dan provinsi,” ucap Bahlil.

Ia mencermati bahwa saat ini posisi pimpinan DPRD dari Partai Golkar belum merata di seluruh wilayah Sulut. “Saat ini menurut laporan ketua saat ini, ibu Tety, dari 15 kabupten/kota di Sulut, baru 11 yang ada pimpinan dari Partai Golkar. Jadi ini menjadi tugas ketua dan pengurus Partai Golkar Sulut yang baru supaya nantinya setiap kabupaten/kota ada pimpinan dari Partai Golkar,” tambahnya.

Sementara itu, eks Ketua DPD I Partai Golkar Sulut, Christiany Eugenia Paruntu (CEP) atau Tetty, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan DPP. “Saya sampaikan terima kasih yang tulus atas kepercayaan bapak ketua umum sehingga saya sehingga masih bisa memimpin sampai saat ini, sampai akhir masa jabatan dan tidak di-PLT-kan,” ujar Tetty.

Dalam forum yang sama, Michaela Elsiana Paruntu (MEP) resmi ditetapkan sebagai Ketua DPD I Golkar Sulut masa bakti 2025-2030 secara aklamasi setelah mengantongi dukungan 100 persen pemilik suara sah. Usai terpilih, MEP yang juga Wakil Ketua DPRD Sulut ini berkomitmen untuk menjaga soliditas partai sesuai arahan pusat.

“Ini adalah amanah besar dari seluruh kader Golkar Sulut. Saya mengajak kita semua tetap bersatu, solid, dan bekerja bersama demi kemenangan Partai Golkar ke depan. Kita berkomitmen untuk menjalankan visi-misi sesuai dengan amanah yang diberikan mari kita bekerja sama untuk melayani masyarakat,” pungkas MEP. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya