Prabowo Bantah Jalan-Jalan ke Luar Negeri: Saya Kejar Minyak

M Ilham Ramadhan Avisena
08/4/2026 16:32
Prabowo Bantah Jalan-Jalan ke Luar Negeri: Saya Kejar Minyak
Presiden Prabowo saat memberikan taklimat dalam Rapat Kerja Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4).(Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

PRESIDEN Prabowo Subianto menepis anggapan bahwa rangkaian kunjungan luar negerinya dilakukan sekadar untuk agenda seremonial atau bersenang-senang. Ia menegaskan, lawatan tersebut dijalankan untuk satu kepentingan strategis, mengamankan pasokan minyak bagi Indonesia di tengah tekanan energi global.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat dalam Rapat Kerja Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4). Di hadapan jajaran kabinet, ia menyindir tudingan yang menyebut dirinya terlalu sering bepergian ke luar negeri.

“Dibilang Prabowo jalan-jalan ke luar negeri, senang ke luar negeri. Untuk amankan minyak, ya saya harus ke mana-mana. Ke Jepang, kita dapat,” ujar Prabowo.

Ia menekankan, langkah serupa belum akan berhenti. Dalam waktu dekat, Prabowo mengaku kembali dijadwalkan terbang ke luar negeri guna melanjutkan upaya pengamanan pasokan energi nasional.

“Saya mau berangkat lagi ke sebuah negara. Nanti begitu aku berangkat, kau tahu aku ke mana, amankan juga,” katanya.

Menurut Prabowo, langkah agresif itu diperlukan karena situasi energi dunia sedang berada dalam tekanan serius, terutama pada sektor minyak mentah. Kondisi tersebut dipicu gangguan jalur distribusi global, termasuk setelah Iran menutup Selat Hormuz yang selama ini menjadi salah satu lintasan penting kapal pengangkut minyak.

Meski dampak langsung ke Indonesia disebut tidak sebesar negara lain, pemerintah menilai langkah antisipasi tetap tak bisa ditunda. Pengamanan pasokan minyak dinilai krusial agar lonjakan harga energi global tidak langsung menghantam masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah.

Karena itu, pemerintah juga memastikan harga BBM bersubsidi akan tetap dijaga di level saat ini, setidaknya dalam 12 bulan ke depan. Prabowo pun menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa tugas kepala negara di tengah situasi global saat ini jauh dari kata ringan.

“Jangan anggap ini pekerjaan yang enak. Yang mau jadi presiden, selamat. Aku sudah terlanjur. Jadi aku harus kerja keras sekarang ini, enggak ada libur saya,” pungkasnya. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya